Friday, December 30, 2005

2005..........part II

back


hal-hal paling seru selama 2005 adalah:

1. pas memutuskan resign, panik selama wawancara di kantor baru, dan setelah negosiasi sana sini akhirnya berhasil keluar dari kerjaan lama. dan melampiaskan kelegaan dengan belanja gila-gilaan di Bandung.....overbudget sekitar 300 ribu....:((

2. jalan-jalan keliling museum pas ultah ke 24, meski masih sama pacar lama. well, aku pengen mengulang lagi jalan-jalan itu dengan fath........

3. nonton final copa dji sam soe bareng fath, nia, junaedi, en anung. seruuu.........arema vs persija...


4. seminggu setelah nonton final itu, fath "nembak"...dan dua hari setelahnya, aku bilang YA....oke deee


5. nonton Jiffest dunx...film-film bermutu....dah baca reviewnya kan??? :D


hal-hal yang aga disesali tapi ya sudah lah, jadikan pelajaran:

1. pacaran sama kecoa tak berotak

2. melampiaskan emosi ga lihat-lihat tempat....lihat hasilnya sekarang, calon adik ipar jadi antipati kan

3. lengah akhirnya kecopetan HP...hix hix hix

2005..........part I

hari ini, 30 Desember 2005. tanpa terasa, tahun ini pun tinggal dalam hitungan jam. ufh...benarkah sudah setahun berlalu???


2005......di awal tahun aku membuat beberapa resolusi. ini beberapa di antaranya:


1. Pindah Kerja

dan hasilnya:


aku benar-benar pindah kerja. aku menyukai pekerjaanku sekarang, meski lebih menuntut dibanding pekerjaanku sebelumnya. setidaknya, tidak ada atasan moody yang akan dengan seenaknya menetapkan rapat saat dia ingin ngomel (dan kami sebagai sasaran) atau menyobek laporan hanya gara-gara salah paham


2. Belajar Bahasa Asing non-Inggris

dan hasilnya:


untuk yang satu ini, gagal. aku tak mempelajari bahasa asing apa pun


3. Nabung


dan hasilnya:


meski sempat kebobolan pada bulan Agustus, syukurlah aku punya tabungan. aku menargetkan aku harus punya tabungan sebesar minimal lima kali gaji ^_^

4. Perpustakaan pribadi


dan hasilnya:


aku perlu lemari buku baru ^_^


5. Lebih rajin ibadah


dan hasilnya:


well well well.....masih seperti rollercoaster.....kadang high, kadang low....


6. Punya pacar

dan hasilnya:


- tanggal 18 Juni 2005 aku jadian ama cowo menyebalkan tak berotak. aku tak tahu apa yang kupikirkan saat itu. mungkin aku sedang gila. dan syukurlah, alhamdulillah, aku berhasil PUTUS pada tanggal 9 Agustus 2005.......hooorrraaayyyyy


- tanggal 28 November 2005, aku mengatakan YA pada lamaran Fathul. i love u hunny...........dia baik, agamanya bagus, sudah bekerja, dia tahu aku ga perfect, tapi toh bisa menerima itu. dia juga ga perfect. dan aku bisa menerima itu......


i can't wait to start the rest of my life with him


meski kadang berantem, tapi sejauh ini bisa selesai. i miss him already.....hixhixhix



so......itu tadi resolusi untuk 2005. kalau dihitung-hitung, yahd apat lah aku nilai 80....^_^


*buat fath: u know what i'm gonna say*

Wednesday, December 28, 2005

anugerah terindah yang pernah kumiliki

bukan lagu sheila on 7 itu.


seminggu ini saya sakit. terhitung sejak 21 Desember 2005. dan sekarang sudah 28 Desember. benar kan seminggu???


analisa mas tersayang adalah, saya kecapekan. akumulasidari makan-ga-teratur ditambah pulang-malam plus kurang-istirahat.


awalnya memang biasa-biasa saja. saya malah senang, kok badan menyusut. aseeek, ga perlu diet. dan entah mengapa, sejak masuk Ramadhan, saya malas makan. ngemil pun jarang. makan besar selalu bersisa, atau dalam porsi kecil.


tapi ya lihat akibatnya sekarang. terkapar. sangat tidak lucu saat mas tersayang yang baru tiba harus mendengar suara batuk-pilek-bersin, alih-alih tawa canda.


saya bukan superwoman. kekuatan dan daya tahan saya juga ada batasnya. ini cara halus Tuhan mengingatkan, bahwa cukup dengan flu, segala rencana saya porak poranda.


wajar dong kalau saya bilang, kesehatan itu anugerah terindah yang pernah kumiliki. well, kesehatan bukan satu-satunya yang terindah mungkin ya. tapi kalau sudah begini, rasanya rela menyerahkan apa saja asal sembuh total.



*buat kamu: makasih udah jagain-ngingetin-ngomelin. i love you.............*

Monday, December 26, 2005

Alexandria part II

tolong baca berita ini:


OK, jadi ada yang bilang : tidak pernah menjadi kucing. ada yang bisa kasih tau gw di mana dia dulu sekolah??? gw pengen ketemu guru bahasa Indonesia bapak Rustanto yang terhormat. pengen tahu aja, apakah DPR'er yang satu ini bolos pas pelajaran idiom.


kalo ada yang dibilang "kumpul kebo", lantas dia menyangkal dengan bilang "saya ga perna jadi kebo", wajar kan kalo kemampuan berbahasa Indonesia-nya diragukan???


berita awal seh ke Mesir buat studi banding UU judi. tapi dari berita itu, ternyata ga juga. so??? apa tujuan ke MEsir??


rupanya tebakan gw bener. mereka orang-orang yang penasaran ama piramida dan firaun. mereka pengen tau, apakah teknologi piramida lebih canggih daripada borobudur. dan pengen tahu juga, apakah dengan jadi anggota DPR selama lima tahun, mereka bisa ngumpulin kekayaan sebanyak firaun.


malu ga seh punya wakil rakyat kaya getu??? gw ga kenal mereka. dan kalo mereka makan dari pajak yang gw bayar, sumpe, gw kaga ikhlas. bisul seumur hidup lu!!!!

Friday, December 23, 2005

yang tercecer dari JiFFest 2005

ada banyak yang kuingat dari JiFFest tahun ini. JiFFest pertamaku. tahun lalu, aku tak menonton satu film pun karena:

1. tidak tahu jakarta
2. tidak ada teman
3. tidak cukup pe de untuk nonton sendirian sampai larut malam (meski beberapa bulan sebelumnya aku nonton final IBL di senayan sampai menjelang mitnait)


ini sedikit yang tercecer dari JiFFest kemarin


1. aku tidak menonton kesepuluh film yang sudah kurencanakan. aku sudah membeli sepuluh tiket. yang terbuang adalah The Three Burials of Melquiades Estrada, karena saat itulah handphoneku kecurian. jadi saat film itu diputar, aku tengah menelpon mas tersayang, adik, iwan, lalu makan nasi gila di warung tenda depan TIM bareng mas alfha, beli dvd dan mencoba menenangkan diri.

lantas Le Grand Voyage dan The President's Barber yang kulepas karena ikut outing kantor. oh sungguh, seandainya bisa memilih dan seandainya JiFFest adalah alasan yang cukup kuat untuk bolos outing, tentunya aku akan lebih memilih JiFFest.


2. aku sedikit miris melihat dvd bajakan film-film JiFFest dijual di tempat pemutaran film. di GBB. dan jujur, aku membeli beberapa. aku membeli film-film yang berkesan untukku, dan film-film yang tak kutonton. tapi aku sempat berpikir, mengapa tak dibuat jeda antara penjualan ini dengan gelaran JiFFest??? atau setidaknya, jangan di satu venue yang sama. namun aku sudah menemukan dvd Dear Frankie di Mal Ambassador dua pekan sebelum JiFFest dibuka. tiket gold member, hanya sepuluh ribu per lembar. namun jelas, orang akan memilih dvd karena harganya hanya tujuh ribu per keping dan kau bisa menontonnya berulang-ulang.


3. JiFFest membuatku pulang cepat dari kantor, namun tiba di kos larut malam. bagaimana tidak? film yang kupilih untuk kutonton di hari kerja rata-rata diputar pukul tujuh malam. selesai pukul sembilan. dan itu berarti, aku akan tiba di kos paling cepat pukul sepuluh. dengan pengecualian pada hari Jum'at, aku tiba tengah malam karena Beautiful Boxer kutonton pada pukul 21.30


4. aku menginginkan adanya JiFFest tahun depan. kapan lagi ada serbuan film-film alternatif bermutu tinggi? kenapa harus puas dengan film pilihan 21 Cineplex kalau aku bisa menonton film yang tak kalah bermutu? Hollywoood bukan patokan. apa salahnya nonton film pakistan? dan aku tak pernah tahu ada film bagus dari thailand. biarlah penonton Indonesia (atau setidaknya, Jakarta) tahu bahwa hollywood bukan pusat film. dan biarkan para khalayak perfilman indonesia belajar tentang bagaimana film bagus itu sebenarnya. jadi suatu saat, aku bisa berteriak, tertawa, dan menangis menonton film anak negeri, sebagaimana aku menonton The Motorcycle Diaries. bukan hanya kisah cinta anak SMU yang naif.


ah sudahlah, tahu apa aku tentang carut marut hiruk pikuk pembuatan film? aku hanya konsumen penikmat hasil jadi film. yang mencoba berkomentar. itu saja.

Monday, December 19, 2005

Beautiful Boxer


Sinopsis:

Nong Toom sudah menunjukkan gejala kewanitaan sejak kecil. orang tuanya pun bukannya tak menyadari keanehan putra mereka. namun mereka pasrah, jika memang takdir Nong Toom adalah banci, mereka menerima itu sebagai karma.


semasa kecil, Toom sempat masuk ke biara untuk menjadi biksu. namun ia tetap berjiwa wanita, bahkan menyembunyikan lipgloss yang didapatnya. peraturan biara melarang para biksu mengenakan perhiasan.


perjumpaan pertama Toom dengan "banci" (maaf, tapi aku merasa kata transvestite terlalu sulit diketik) adalah saat ibunya dipenjara. sang banci itu adalah penjual makanan di kantin penjara.


secara tidak sengaja, Toom memenangi pertarungan kickboxing di arena pasar malam. dan itu menarik minatnya (terutama karena iming-iming uang hadiah yang besar) hingga ia masuk sasana latihan milik Pi Chart.


dalam sasana itulah Toom mendapati banyak masalah, terutama saat....mandi ^_^ seiring perjalanan waktu, Toom menjadi juara kickboxing. namun jiwa wanitanya tetap berontak. hingga ia memutuskan menjalani operasi.


film ini diangkat dari kisah nyata atlet kickboxing legendaris, Parinya Charoenpol. Toom kini menjadi model dan aktris di Thailand.


Pemain:

Asanee Suwan, Sorapong Chatree, Orn-Anong Panyawong

Asal:

Thailand

Pendapatku:

kocak-mengharukan-seru. adegan lucu saat biksu Toom kecil kepergok mengulas lipgloss dan dengan polos bertanya pada temannya: "Am I Beautiful???" ampuuun dah


dan saat Toom remaja sebelum masuk sasana, jualan souvenir khas Thailand pada turis asing dengan embel-embel: "if you buy these elephants, you will get beautiful girlfriend". si turis malah bilang: "and if i don't, i'll back to get you". gaya malu-malu tersipu Toom lucuuu dan orisinil banget.


pas di sasana, wah itu benar-benar pertarungan jiwa raga. Toom harus belajar menyesuaikan diri, menempa fisik. apalagi kalau harus mandi bareng. pas dia memilih mandi malam, eh sobatnya malah mandi malam juga. dan pengakuannya itu lo...masa bilang gini: "aku ingin melakukan sesuatu yang tak berani kulakukan depan orang lain". Toom mikirnya dah gimana gitu. mana sobatnya keren pula. ternyata si sobat, Nat, nyanyi!!!!!! ha ha ha


mengharukan, banyak adegan menyentuh di sini. kalimat-kalimat dukungan dari lingkungan Toom. mereka tak mempermasalahkan "kebancian" Toom. Pu Bai, istri pelatihnya, mengatakan "kau banci jika kau tak bertarung seperti layaknya laki-laki di atas ring". saluuuutt......


dan saat Toom menerima berita meninggalnya Pi Chart, sang pelatih, justru saat ia berhasil menang di Lampini, stadion impian para atlet kickboxing.


oh ya, Toom ga menutupi kebanciannya. dia bertarung dengan makeup lengkap. malah saat pertama kali muncul dengan makeup seperti itu, dan menang, promotornya menyerahkan sejumlah uang untuk...........membeli makeup waterproof...........


saat Toom merenungkan jalan hidupnya selama ini, saat orangtuanya resah melihat anaknya bimbang, saat ayahnya menolak menandatangani surat persetujuan operasi bila dokter tidak dapat menjamin keselamatan Toom, semua mengharukan.


dan seru karena adegan kickboxingnya. aku merasa berada di tepi ring. menonton kickboxing yang jelas jauh lebih berdarah ketimbang tinju. tendangan, pukulan, hantaman. aku berteriak, menjerit, dan bertepuk. semoga penonton sebelahku tak menganggapku norak.


dan lagi, cowo-cowo six pack bertebaran sepanjang film. keren boo............di film ini, kickboxing tidak hanya ditampilkan sebagai olahraga keras, tapi juga seni. indah sekali melihat mereka berlatih di pagi buta. menendang, memukul, menghantam.


aku jadi bertanya-tanya, apakah Allah memang sengaja membuat Toom berjiwa perempuan sejak kecil? padahal lingkungannya pun tak mengajarkan ke-banci-an seperti itu. lantas, salahkah ia jika memutuskan operasi???


satu lagi, menjelang dan setelah operasi, kok sepertinya wajah Toom mirip Dian Nitami ya??? istri Anjasmara itu......maaf ya bu Dian, abis wajah pemerannya bikin aku ingat ibu ^_^


film ini, membuatku tertawa-deg-degan-berteriak-menangis-terharu. it's a movie, about a man, who fights like a man, so he can become a woman. untuk lebih jelasnya, buka situsnya

Saturday, December 17, 2005

Wonderful Days


Sinopsis:

dimulai pada tahun 2142, saat perang nuklir mengubah ekologi bumi dan memunahkan sebagian besar umat manusia. sekelompok orang emmbangun ECOBAN, kota yang tumbuh dan berkembang dengan bergantung apda sistem yang mengubah polusi menjadi energi. karena itulah, mereka terus membuat polusi, karena memang itu sumber energi.

Seorang pemberontak, Shua, menyusup untuk menghancurkan Escoban dengan bantuan Dr. Noah, sang pencipta Escoban. di tengah upayanya, ia bertemu Jay, kekasih amsa kecilnya.


film tentang optimisme yang ditingkahi cinta segitiga, perjuangan, rela berkorban, dan kesetiaan.

Pemain:

semua animasi, suara diisi oleh: Chung Joon-ho, Yu Hye-jin, Yu Ji-tae


Asal:

Korea Selatan

Pendapatku:

film dengan animasi keren abies. alur ceritanya biasa banget. khas anime jepang-korea. dan dari awal seolah sudah terbaca akan bagaimana endingnya. namun ke"biasa"an jalan cerita ini tertutup dengan kecanggihan animasi.


di menit-menit awal, aku nyaris tak percaya bahwa awan, air, langit, itu semua animasi. begitu halus, begitu nyata. tokohnya sendiri digambar khas anime 2D. dalam dialog dengan sang sutradara usai film, diketahui bahwa ia menggunakan teknologi 2D, 3D, miniatur, dan entah apa lagi. dan juga diungkap bahwa film ini berbiaya 12 juta dolar dengan lama pembuatan 7 tahun. jumlah yang sangat besar dan waktu yang lama. namun melihat hasilnya, rasanya aku mengerti kenapa bsia semahal dan selama itu. saking halusnya animasi, detil-detil kecil seperti kilaulogam pun tampak begitu nyata.


aku terbawa dengan alur cerita "biasa" itu. aku berteriak saat Shua dan Jay tertembak. begitu nyata. aku menangis saat pentolan gangster tewas dalam ledakan.


animasi ini berbeda dengan animasi amerika atau jepang yang lazim kutonton. nuansa asia terasa dari penggambaran tokoh. dan bahasa korea yang digunakan.


aku membayangkan, akankah bumi hijau biru indah ini berubah menjadi tumpukan coklat abu-abu membosankan seperti itu?


haruskah kita terus mengotori bumi hanya demi uang?


stop polluting

Friday, December 16, 2005

Alexandria

bukan judul film baru itu.


itu salah satu kota tujuan jalan-jalan anggota DPR yang mulia ke Mesir.


mereka jalan-jalan dengan alasan studi penyusunan naskah akademik UU perjudian. entah apa pula itu maksudnya. kalau memang studi, kenapa ada acara shopping alias belanja??? apakah contoh naskah akademik UU perjudian itu juga diperjualbelikan sebagai souvenir???


hitung kasar biaya yang dikeluarkan. dua puluh empat orang, dikali $4295. total $103.080. dengan patokan kurs hari ini yaitu Rp 9750 per dolar (sumber: kompas), maka besar dana untuk membiayai pelesir itu adalah Rp 1.005.030.000,- satu miliar lima juta tiga puluh ribu rupiah.


oh mohon maaf bagi para pemilik mata atau telinga peka. sekali ini saya benar-benar ingin berteriak: KURANG AJAR!!! ga tau malu!!!


satu miliar??? hanya untuk jalan-jalan (dengan dalih studi banding tapi bawa keluarga dan sekretaris)??? oh oh oh......itu menghina rakyat.


di saat warga Yahukimo meregang nyawa akibat kelaparan, para anggota DPR yang mungkin tak pernah merasakan tak punya uang dengan tenang membuang satu miliar. saat sekolah dan bangunan di Aceh belum lagi berdiri tegak usai tersapu tsunami, mereka melongok gagahnya piramida dan sphinx. saat jakarta sedang terancam banjir, mereka mencari padang pasir.


mereka mengaku wakil rakyat. mereka bisa duduk di kursi empuk dengan segala fasilitas dan kehormatan yang menyertainya, adalah berkat suara rakyat yang memilihnya. meski mungkin sang rakyat tak mengenal siapa yang mereka pilih. rakyat menitip sekeping harapan bahwa kehidupannya akan lebih baik.


dan apa yang sudah dilakukan DPR'ers itu? adakah mereka membuka hotline yang bisa dihubungi setiap saat oleh para pemilihnya? adakah mereka menyisihkan sebagian pendapatannya untuk rakyat di daerah pemilihannya?


para DPR'ers menggunakan uang rakyat untuk pergi. menurut saya, mereka berhutang, bukan hanya uang, tapi juga amanah. dan saat mereka menyalahgunakan amanah itu, meski dengan kedok kenaikan tunjangan, bagi saya mereka tak lebih dari koruptor.


saya makin tak percaya pada orang-orang yang mengaku bekerja keras sebagai wakil rakyat. siapa yang mereka wakili? rakyat mana yang mereka suarakan deritanya?


saya tak merasa terwakili...................

Spring, Summer, Fall, Winter...and Spring Again



Sinopsis:

Film dengan lima segmen juga seperti 5x2, tapi yang ini bukan flashback. tentang perjalanan hidup seorang biksu muda. penggambaran dimulai dari biksu kecil hingga dewasa.

Spring:

biksu kecil yang belajar dari sang guru dengan segala sifat khas anak-anaknya. dia belajar bahwa setiap tindakannya, akan berdampak bagi makhluk lain, manusia atau bukan.


Summer:

sang biksu remaja. di tengah gejolak masa muda. dan kesunyian di kediamannya terpecahkan dengan kedatangan seorang gadis muda yang akan berobat. sang biksu tak sanggup menahan gejolak, melanggar batas, dan meninggalkan gurunya demi sang gadis.


Fall:

sang (mantan calon) biksu kembali lagi. dengan membawa tuduhan pembunuhan karena istrinya berselingkuh. sang guru menerimanya, namun juga kembali menyerahkannya pada polisi yang mengejar. kembali, pelajaran tanggungjawab diberikan. dan di segmen ini pula, sang guru wafat.


Winter:

sang biksu yang bebas kembali lagi. ia ingin kembali menata hidupnya. sendiri ia berlatih. dan tiba-tiba seorang perempuan datang membawa bayi. malang, saat sang perempuan pergi meninggalkan bayinya, ia terperosok dalam lubang di tengah danau beku. meninggal.

Spring again:

sang biksu merawat anak yang ditinggalkan perempuan itu.


Pemain:

Oh Yeong-su, Kim Ki-duk, Kim Young-min

Asal:

Korea Selatan

Pendapatku:

film ini minim dialog. tapi bukan berarti tak berkesan. kelima segmen kehidupan sang biksu tergambar dengan baik dan menyentuh. ditambah lagi lokasi pengambilan gambar yang luar biasa bagus. lokasi hanya di situ-situ saja. di danau tempat "rumah terapung" berada. rumah terapung itu mengingatkanku pada rumah terapung di film Hero (yang main Jet Li)


bahkan dalam segmen winter dan spring again, tak sepatah kata pun terucap. semua hanya dari isyarat. oia, itu perempuan yang ninggalin bayinya, wajahnya ditutup, jadi tidak diketahui siapa dia.

dan lagi, dalam film ini, tidak ada nama yang tertera. semua hanya menggunakan kata "Guru" atau "Engkau". dialog minimalis tapi berkesan.


di bagian Spring, aku suka saat sang biksu kecil menangis karena menyesal telah mencelakai binatang. jadi dia iseng mengikat ikan, katak, dan ular dengan tali dan membebani tiga hewan malang itu dengan batu. sang guru membalasnya dengan mengikatkan batu saat sang biksu kecil tidur. dan sebagai hukuman, sang biksu kecil harus mencari semua binatang yang telah dia siksa dengan membawa batunya ke mana-mana. sebuah pelajaran tentang tanggungjawab.


dan di bagian Summer, aku agak terkejut karena ada adegan seks di situ. eksplisit juga, meski jarak jauh. well, they're naked. yah biksu juga manusia kan??? itulah mengapa Islam menganjurkan pernikahan ^_^


saat sang guru meninggal, aku suka dengan adegan cara dia memilih mati. dia naik perahu, penyumbat di dasar perahu dicabut, dia nyalain api. jadi dia akan amti entah karena terbakar atau tenggelam.


hidup manusia memang seperti itu ya. belajar, melakukan kesalahan, introspeksi, jatuh cinta, patah hati. dan semua tergambar dengan indah.


ah iya, tentang tanggungjawab, meski sang guru menyerahkan biksu pada polisi, dia harus menyelesaikan pengukiran prajnamitra sutra dulu sebelum pergi. dan sikap sang guru pula yang membuat para polisi melunak.


kita memang harus lebih banyak belajar.


kesimpulannya: film puitis-minim-dialog-yang-menakjubkan (dan membuatku makin ingin ke Korea)

Thursday, December 15, 2005

Yahukimo

pernah dengar Yahukimo? hingga pekan lalu, saya yakin mayoritas kita takkan tahu dimana letaknya. malah saat dengar nama Yahukimo, saya sempat mengira itu nama daerah di Jepang atau Afrika sana. ternyata tidak jauh. Papua. nama gabungan dari yali, hubla, kumyal, dan momuna


saya membaca berita tentang Yahukimo pekan lalu. tak utuh memang. hanya sekilas. namun sekilas itu membuat saya terhenyak. enam puluh tahun sudah Indonesia merdeka. dan masih ada yang meninggal karena kelaparan? seketika saya jawab sendiri: toh masih ada orang yang tak sanggup mengubur anaknya yang meninggal, dan mayat gadis kecilnya dibawa kemana-mana dalam gerobak sampah. toh masih ada yang gantung diri karena tak sanggup bayar SPP yang hanya Rp 3500,-


setelah membaca beberapa artikel, ternyata ancaman kelaparan ini bukan ancaman baru. ini ancaman tahunan. rutin. dan kenapa selama ini tak terekspos?


pemerintah telah mengambil langkah dengan mengirim bantuan makanan dan obat-obatan. OK, itu tindakan standar. jika tak dilakukan, saya akan makin bertanya-tanya, ke mana larinya nurani pemerintah ini?


konon warga Yahukimo tak terbiasa makan nasi. dan pemerintah mengirim entah berapa ton beras. entah akan berguna atau tidak. konon, warga Yahukimo terbiasa makan umbi-umbian dan pisang. kenapa tak kirim saja gaplek? warga Gunungkidul kekurangan beras. tukar gaplek mereka dengan beras, dan kirim gaplek itu ke Yahukimo. kalau perlu sekalian transfer ilmu pembuatan gaplek.


ah apa pun itu, semoga musibah memalukan ini tak terjadi lagi.


dan yang miris, beberapa hari sebelum berita kelaparan itu pecah, ada berita pemecahan rekor MURI dari Gorontalo. makan 10.500 mangkok binte biluhuta. entah apa itu. bagaimana jika separo jumlah itu dikirim saja ke Yahukimo?


mungkin, berita kematian akibat tsunami, gunung meletus, gempa, banjir, perampokan, mutilasi, penaniayaan, sudah tak lagi mengejutkan kita. sudah biasa. jadi kini, mari terkejut dengan metode baru (tapi lama) untuk mati. kelaparan.

Wednesday, December 14, 2005

2046


Sinopsis:

seorang penulis, Chow Mo Wan, pindah ke Hongkong gara-gara cintanya ditolak oleh seorang wanita. dia pindah ke Oriental Hotel. kamar 2047, meski sebenarnya ia mengincar kamar 2046.


film ini menggambarkan kehidupan Chow, hubungannya dengan wanita-wanita di sekitarnya, dan pencarian jawaban atas pertanyaan: kenapa wanita itu dulu menolaknya.

2046 adalah judul novel yang ditulis Chow. tentang tahun 2046, yang dituju semua orang yang ingin mengumpulkan serpihan kenangan yang terserak. karena di sana, tak ada yang berubah. namun benar atau tidaknya stagnasi itu, tak seorang pun yang tahu. karena tak seorang pun yang pernah kembali dari sana. dan dalam novel itu, Chow menceritakan seorang pria yang kembali dari 2046. alasan kembalinya? entah.

Pemain:

Tony Leung, Gong Li, Takuya Kimura

Asal:


China/Hongkong


Pendapatku:


pertama, saking bingungnya dengan alur cerita ini, aku sempat tertidur. jadi komentar pertamaku: film ini membingungkan. diawali dengan adegan kereta yang kembali dari 2046, takuya kimura (yang tak mengucapkan satu patah kata pun sepanjang film). lalu melompat ke tahun 1966 di hongkong. dan muncul tokoh lulu entah siapa yang hanya muncul sebentar lalu dikisahkan tewas di kamar 2046. dan Chow yang mupeng tinggal di 2046, tapi akhirnya settle di 2047. lantas bergerak ke hubungan ga jelas antara Chow dengan begitu banyak wanita. termasuk hubungan antara Jing, putri pemilik hotel, dengan pria jepang. berputar-putar. menurutku, inti film ini adalah pencarian Chow atas pertanyaan: kenapa wanita itu menolaknya. dan sebenarnya itu sudah terbaca sejak awal. bahkan pertanyaan yang sama juga diajukan oleh sang pria jepang pada Jing.


kedua, ada banyak tokoh yang ga jelas apa gunanya, bagaimana karakternya. misalnya, takuya kimura. dia digambarkan ada di kereta 2046. dan dia tidak melakukan apa pun selain berdiri seolah sedang berpose untuk pemotretan majalah. oh iya, takuya nangis saat dia ngintip android kecengannya lagi make love sama cowo bertato di punggung yang bikin aku ingat bekas kerokan. tokoh ga jelas lainnya, misalnya si pria jepang pacar Jing itu. siapa namanya, bagaimana dia, itu ga jelas. dialognya hanya saat menanyakan bagaimana perasaan Jing padanya, karena hubungan mereka ditentang ayah Jing. dan Jing hanya menangis. maksudku, apakah harus pria asal jepang??? apa bedanya kalau diganti dengan pria cina tapi musuh ayah Jing??? lalu tokoh Lulu. entah siapa dia ga jelas sampai akhir film. kalau dari penuturan Chow, mereka teman. dan tahu-tahu Lulu terbunuh. begitu saja.


ketiga, banyak adegan yang ga jelas. misalnya adegan flashback Chow dengan wanita yang dulu menolak dia. itu baru ditampilkan di akhir film, dengan pemberitahuan nama sang wanita. Black Spider. OMG, what a name!!! maksudku, apa pengaruhnya seandainya adegan itu dihilangkan? dan saat tahu nama sang wanita, aku hanya berpikir: oh tuh cewe punya nama, lucu amat. trus???


dan adegan make love nya banyak amat. dan menurutku ya, eksplisit. kalau pun ga ditampilin, cuma ditunjukin ala film barat yang mereka pake selimut doang abis begituan, kayanya ga ada bedanya.


dan lagi, ada tokoh cewe namanya Bai Ling yang sempat jadi pacar Chow. tapi siapa dia, di mana kerjanya, ga jelas. tokoh Danbo yang dikisahkan jadi pacar baru Bai Ling pun hanya tampak dua kali, masing-masing ga sampai 5 detik. trus ada android yang jatuh cinta dan dijatuhi cinta sama tokoh entah siapa dalam kereta 2046. walah walah......mungkin suatu saat akan ada android yang canggih. tapi punya perasaan dan bisa diajak make love??? wait a minute...make sense ga seh???


terakhir, sampai film usai, aku bingung dengan profesi Chow. katanya sih penulis. tapi adegan dia menulis dan apa yang ditulisnya ga jelas. kebanyakan adegan adalah dia pesta, make love, jalan, minum. itu aja.


2046, katanya judul novel yang ditulis Chow. dan film ini lompat-lompat antara adegan Chow dengan adegan novel itu. jadi bingung. mana sempat ada adegan pacaran ama android pula. OMG.


anyway, kalo ada keunggulannya:

1. Takuya Kimura emang keren
2. model baju chang-i emang keren. jadi mupeng
3. kutipan dialognya, pertanyaan-pertanyaannya, ada yang bagus. kalau kita merasa menjadi someone special for someone, yakin gitu kalo kita emang special buat dia? sepanjang film yang ada adalah keraguan tentang posisi tokoh terhadap tokoh lainnya.


apa artinya aku bagimu?


dan tentang 2046, tahun yang dituju orang-orang yang ingin mengumpulkan kenangan yang hilang, memory are traces of tears


Tuesday, December 13, 2005

Diarios de Motocicleta (The Motorcycle Diaries)


Sinopsis:


Film ini berdasarkan kisah nyata perjalanan Ernesto "Che" Guevara dan Alberto Granado menjelajah Amerika Latin pada tahun 1952 dengan motor kuno yang dijuluki "The Mighty One". Mereka berencana tiba di Venezuela pada tanggal 6 April, ulang tahun Alberto yang ke-30.


Sepanjang jalan mereka mengamati kenyataan hidup rakyat di negara yang mereka singgahi. Mereka sempat beberapa kali kecelakaan (dan membayangkan jatuhnya saja sudah sakit). The Mighty yang hancur harus berakhir di Chile dan dua sahabat ini melanjutkan perjalanan dengan sarana apa saja yang ada, kalau perlu berjalan kaki.


Klimaks film ini saat Ernesto dan Alberto bekerja sukarela di tempat perawatan khusus penderita lepra. Ernesto sendiri mahasiswa kedokteran tingakt akhir yang mengambil spesialisasi lepra.


Apa yang direncanakan sebagai perjalanan 8000 km bertambah menjadi sekitar 12 ribu km. Apa yang direncanakan sebagai petualangan berubah menjadi perjalanan yang mengubah pandangan mereka atas dunia, dan dunia itu sendiri. Pada ulang tahun Ernesto yang ke-24 di San Pablo, tempat perawatan lepra, dia menyatakan ingin mempersatukan Amerika Latin untuk menghadapi kesewenangan yang tengah terjadi.


Pemain:

Gael García Bernal, Rodrigo De la Serna, Mercedes Morán


Asal:

Brazil


Pendapatku:


Sekali lagi: amazing.


dari sinematografinya, mungkin tidak memiliki kelebihan mencolok dibanding film-film lain, tapi aku suka sekali pemandangan alamnya. bagaimana mereka berdua menempuh rintangan mulai dari gurun hingga salju. aku suka sekali. jadi ingin ke patagonia


dari alur ceritanya, keren. aku membandingkan diriku sendiri dengan Che. di usianya yang ke-24, dia memiliki impian begitu indah. dan dia bertindak untuk mewujudkan impian itu. transformasi Che dari seorang mahasiswa kedokteran penderita asma yang pemalu dan mungkin nyaris tanpa ambisi, menjadi sosok Che yang tegar, idealis, benar-benar nyata. aku suka adegan saat Che nekat berenang menyeberang sungai di malam buta demi menemui para penderita lepra, di hari ulang tahunnya yang ke-24.


dan aku? apa yang kulakukan pada ulang tahunku yang ke-24? jalan-jalan seharian menjelajah museum. dan agaknya tak ada transformasi berarti yang kulakukan.


dan film ini tak melulu berkisah seputar Che. tapi apa yang mengubah pandangannya atas dunia. aku merasakan kemarahan yang mungkin dirasakan Che saat dia menjumpai suku asli Indian yang terusir dari tanah mereka sendiri. orang-orang yang kelaparan dan penyakitan. yang menganggur.


dan bukankah hal yang sama juga terjadi di sini? orang-orang Yahukimo di Papua sana yang mati kelaparan sementara ada orang yang membuat muffin begitu banyak hanya untuk membentuk logo Jawa Barat. atau cokelat bentuk masjid demi menyambut Ramadhan.


betapa jauhnya aku dengan mahasiswa penderita asma itu. aku iri.


oh ya, aku juga jadi tahu bahwa Che bukan orang Kuba, melainkan Argentina. sebab selama ini, setiap kali aku mendengar nama Che, ingatanku melayang ke Kuba, Fidel Castro, Teluk Babi, CIA, dan JFK.


aku pernah melihat foto Che di kaos suporter sepakbola, Indonesia. Sleman kalau tak salah. apa hubungannya ya? mungkin sepakbola pun harus dilengkapi dengan kepedulian dan idealisme ala Che.



gambar ini diambil dari http://www.nrk.no

5x2


Sinopsis:

film tentang hancurnya pernikahan Marion dan Gilles Ferron. penuturannya dibuat flashback dalam lima segmen terpisah. mungkin itu sebabnya film ini diberi judul 5x2 (aku melafalkannya sebagai "sepuluh").


segmen pertama langsung menggambarkan pernikahan yang hancur. meski menurutku Gilles tampak masih berusaha menahan Marion.


segmen kedua menggambarkan pesta kecil di apartemen mereka yang dihadiri adik Gilles dan pasangan gay-nya. tampak bagaimana mereka saling menyerang dengan menceritakan kisah yang mempermalukan pasangannya sendiri.


segmen ketiga tentang Marion yang tengah hamil tua, sendirian memeriksakan kehamilannya ke klinik. dan meski tahu kehamilan istrinya bermasalah, Gilles tetap menomorsatukan karier alih-alih mendampingi sang istri. puncaknya saat Gilles tidak datang saat bayi mereka lahir.


segmen keempat menampilkan pernikahan Marion dan Gilles. dan perselingkuhan Marion di malam pertamanya dengan seorang pria asing. gara-garanya??? Gilles ketiduran.


dan segmen terakhir saat bibit-bibit cinta mulai tumbuh antara Gilles dan Marion. bagaimana mereka bertemu kembali tanpa sengaja di sebuah pantai.


film diakhiri pada segmen kelima, saat marion dan gilles berenang menjelang petang.


Pemain:

Valeria Bruni Tedeschi, Stéphane Freiss, Géraldine Pailhas


Asal:

Perancis


Pendapatku:

kalau mau jujur, ni film lugas. bagaimana sebuah pernikahan bisa hancur. tapi sayangnya, aku nonton film ini setelah Tae Guk Gi yang begitu dahsyat. jadi kebanting. setelah film perang yang dar der dor mendadak jadi film romantika yang hening. dan agak bingung karena flash back yang benar-benar bersegmen. jadi benar-benar lima kali dua.


dan lucunya, ada satu adegan di mana mikrofonnya kelihatan di layar. walah, gimana tuh jurukameranya?


hmm....kalau ada pelajaran yang bisa diambil, mungkin gini. jangan ketiduran pas malam pertama. ntar pasangan selingkuh ha ha ha......


anyway, nikah ternyata emang ga gampang ya.......yah ni film bisa lah jadi referensi

Monday, December 12, 2005

Tae Guk Gi (The Brotherhood of War)


Sinopsis:

Dilatarbelakangi Perang Korea, film ini mengisahkan tentang dua bersaudara Lee Jin-Tae dan Lee Jin-seok. Jin-Tae rela putus sekolah dan bekerja sebagai penyemir sepatu agar adiknya bisa masuk universitas dan hidup lebih baik demi keluarga mereka (ayah mereka sudah wafat dan sang ibu kehilangan kemampuan bicara).


Sebelum impian itu terwujud, Perang Korea pecah. Jin-Seok dipaksa masuk sebagai tentara dan Jin-Tae nekat ikut demi menyelamatkan adiknya. Karena ingin adiknya bisa pulang, dan karena sang adik terkena asma, Jin-Tae membuat perjanjian dengan seorang perwira. Intinya, jika ia berhasil meraih medali, adiknya bisa dikirim pulang. Maka Jin-Tae memaksa ikut dalam misi-misi berbahaya dan berhasil. Jin-Seok yang salah paham, mengira kakaknya mengejar popularitas semata dan akhirnya muak setelah Jin-Tae membunuh sahabat mereka sendiri yang berada di pihak musuh.


Jin-Seok pulang ke rumah dan mendapati tunangan Jin-Tae dituduh sebagai mata-mata Korea Utara dan hendak dibunuh. Jin-Seok berusaha menyelamatkan calon kakak iparnya itu. Di saat yang sama, Jin-Tae mencari adiknya dan tiba saat sang kekasih nyaris ditembak. Karena hasutan pihak yang akan membunuh sang kekasih, Jin-Tae sempat meragukan kesucian kekasihnya dan itu berakibat tewasnya sang kekasih. Jin-Seok pun kembali menuduh kakaknya sebagai pembunuh dan mereka berdua ditahan meski Jin-Tae mengantongi medali kehormatan.
Dalam interogasi terhadap Jin-Tae, mendadak terjadi serangan dan kepala penjara memerintahkan agar para tawanan dibakar hidup-hidup. Jin-Tae yang patah arang setelah kematian kekasihnya dan mengira adiknya turut tewas terbakar akhirnya menyeberang ke pihak Korea Utara. Kini giliran Jin-Seok yang berusaha membawa pulang kakaknya dan gagal karena sang kakak tewas setelah berhasil memaksa Jin-Seok kembali ke rumah.


Film ini diawali dengan penemuan kerangka korban Perang Korea dan sosok Lee Jin-Seok tua.


Pemain:

Jang Dong Kun (Lee Jin-Tae), Won Bin (Lee Jin-Seok)


Asal:

Korea Selatan


Pendapatku:


hanya satu kata: amazing.


perang digambarkan apa adanya. kepala pecah, tangan putus, bahu tertembak, ledakan, tembakan. tata suaranya keren abiez. dan soundtracknya bikin mupeng. akting pemainnya juga bagus. dengan begitu banyak figuran yang memerankan para prajurit.


ceritanya juga menarik. ga melulu tentang pedih dan kejamnya perang. tapi juga sedikit humor di sana sini, kesetiaan, cinta, tekad, kasih sayang, persahabatan, dan tanggung jawab.
kita sering salah paham tentang seseorang yang kita cintai. kita sering salah mengartikan tindakan mereka, sebagaimana Jin-Seok yang mengira upaya berani mati Jin-Tae semata mengejar penghargaan.


saat menonton film ini, yang lumayan lama 140 menit, entah berapa kali aku menangis. dan entah bagaimana mataku bisa tak berkedip melihat ceceran darah di mana-mana. dan sialnya, saat adegan perut seorang prajurit dikerubungi belatung, aku baru saja menelan sepotong kentang goreng. huek...tenang, aku ga muntah.


orang-orang itu, berperang dengan alasan yang beragam. dan sering tak ada hubungannya dengan pemicu perang itu sendiri.Jin-Seok maju perang karena terpaksa. Jin-Tae maju perang karena hendak melindungi adiknya. prajurit lain berperang karena yakin mereka di pihak yang benar dan bermaksud menghancurkan komunis, meski mungkin mereka tak tahu apa itu komunis.


perang, menghancurkan sebuah generasi, mencabik hubungan cinta dan keluarga, mengoyak persahabatan, dan menenggelamkan para prajurit dalam trauma yang takkan hilang.
dan sialnya, para pemicu perang seringkali adalah orang-orang yang bahkan takkan pernah maju ke garis depan.


apa pemicu perang korea? ideologi ataukah perbatasan? ataukah karena akan ada pihak-pihak yang dirugikan, dari sisi ekonomi, militer, dan kekuatan, jika kedua korea itu bersatu? bayangkan kekuatan yang akan muncul jika korea selatan dengan kemajuan ekonomi dan industrinya bersatu dengan korea utara dengan senjata nuklir dan ketegasannya menolak amerika. kupikir kita bisa mengira siapa yang merasa terancam.

sekarang saat mendengar kata korea, korea manakah yang kita acu? utara atau selatan?


dan satu pikiran lagi yang terlintas, kapan indonesia bisa membuat film tentang perang kemerdekaan kita sebagus film ini?

tentang cemburu

saya menyadari bahwa saat mengikat hubungan khusus dengan seseorang, perasaan cemburu adalah bagian dalam paket hubungan itu. sebuah perasaan tak nyaman, tak suka, dan kesal, yang adakalanya tanpa sebab logis dan masuk akal, yang muncul terutama saat pasangan sedang bersama orang lain, dalam hal ini lawan jenis. yah kadang cemburu juga muncul kalau dia sedang bersama teman-temannya. kok kayanya jadi nomor dua ya? tapi itu bukan pokok pikiran saya saat ini.


kemarin, handphone saya hilang. cerita lengkapnya baca di sini.


orang pertama yang saya hubungi adalah dia. lewat sms via handphone teman. dia membalas dengan baik dan meminta saya bersabar.


setelah itu, saya menelepon dia untuk meminta pertimbangan atas rencana saya membeli handphone baru dengan meminjam kartu kredit teman. saya punya uang tunai dalam tabungan. tapi saya enggan mengusik tabungan. setelah itu, dia bertanya di mana saya berada. saya jawab apa adanya, karena pikiran saya masih agak kalut, bahwa saya berada di TIM untuk menonton salah satu film Jiffest. dia bertanya siapa yang sedang bersama saya, dan saya dengan lugas menyebut nama seseorang. cowok. dan yah bisa ditebak, ada sedikit nada kecemburuan yang meletup. terlebih karena sehari sebelumnya ada kesalahpahaman tentang cowok yang sama.
saya seketika menjelaskan, dengan nada sedikit minta maaf karena tak ingin memperpanjang masalah.


namun sungguh, saya kesal. kenapa dia tak sedikit berempati pada saya? mungkin aneh, setelah handphone hilang kok saya masih nekat nonton? sebenarnya kemarin, teman saya mengajak pulang begitu kehilangan itu terjadi. tapi saya menolak. saya pikir, saya sedang kalut. kalau pun pulang, apakah handphone saya akan kembali? apakah pikiran saya akan tenang? dan lagi, saya sudah beli tiket. saya ingin menenangkan diri, menghibur hati dengan menonton sesuatu.


yang menemani saya kemarin adalah teman. tak lebih. dan saya bersyukur kemarin saya tak sendiri. jika saya sendirian, entah akan bagaimana paniknya saya. saya bersyukur kemarin ditemani seseorang yang tak ikut panik saat entah ke mana akal sehat saya pergi.


kemarin, handphone saya hilang, saya kehujanan, lapar, dan menerima kecemburuan dari seseorang yang saya harapkan bisa menahan diri untuk tak menampakkan kekesalannya sebentar saja. baiklah, saya bisa terima kecemburuan itu. tapi bisakah ditahan barang sejenak?


apakah memang harus menambah kekesalan saya dengan mengatakan "NGEDATE???"


oh oh oh.....saya benar-benar kesal. kalau dia tak suka, kenapa tak dia telepon saja teman saya itu untuk memastikan bahwa kami memang benar-benar teman?


saya mengharapkan kata-kata bijak dan dukungan untuk membantu saya mengikhlaskan hilangnya salah satu benda berharga saya. bukan kecemburuan di tengah hujan.



*buat kamu: apakah akan lebih baik jika saya tak berterusterang?*

Friday, December 09, 2005

mahal mana?

setelah bertanya sana sini, kasak kusuk sana sini di tengah deadline, akhirnya sempat juga menuangkan hasil survey.

gw sempet penasaran saat denger kalo pacaran jarak jauh tuh mahal di ongkos. soale sekalinya berkunjung, biaya perjalanan aja muahaalll...........apalagi kalo pasangan kita di luar negeri.

tapi kalo diitung-itung, dari sisi duit aja ya, bukannya mahalan kalo jarak dekat?


paling ga seminggu sekali ketemuan. dan pake makan kan? ato jalan gitu ke mana. lom lagi kalo rencana nonton. sekali jalan bisa abis brapa tuh? dan selama seminggu itu, masa iya ga telpon-telponan ato sms an? buat pulsa bow. trus kalo kebetulan keluarga satu kota, kalo lagi kunjungan wajib ke rumah camer, yah bawa deh oleh-oleh dikit. demi masa depan huehuehue......


dan kalo jarak jauh? paling sms ato telpon doang. dan tangan punya daya tahan untuk ketik sms sampe batas tertentu sebelum akhirnya kram. dan kalo telpon, paling lama brapa jam sih sebelum akhirnya jerit-jerit gara-gara pulsa? apalagi kalo telponnya di wartel :D


kalo bener-bener mau itung-itungan siy, enakan jarak jauh kalee....hemat ha ha ha....tapi kalo ngitung kangen juga....maunya siy dekeeeetttt................hueheheheh.........


*kamu maunya gimana?*

Wednesday, December 07, 2005

meja kantorku

setelah review tentang "kecelakaan" yang sering menimpa kursiku, sekarang aku mau tulis tentang pelanggaran yang sering dilakukan rekan kantor atas mejaku.

sesuai dengan layout yang pernah kuceritakan sebelumnya, mejaku berada di tempat lalu lalang manusia-manusia berotak mesin di kantor. jadi kadang-kadang mejaku jadi tempat transit benda-benda tak jelas. misalnya saja mendadak kemarin ada printer. lalu kadang ada gelas, dan biasanya setelah itu sang pemilik kebingungan mencari di mana gelas tersayangnya berada. atau handphone. tapi biasanya yang suka taro handphone tuh mas alfha. dan dia kan mejanya dekat. jadi anggap saja itu milik tetangga.

nah kejadian terbaru adalah saat seorang developer, sebut saja Mr. Hurry, meletakkan gunting-tak-sempurna di mejaku. kenapa tak-sempurna? karena hanya ada separo. :D

mungkin Mr. Hurry terburu-buru hendak pergi ke klien. tapi bukan berarti dia bisa seenaknya lewat di samping mejaku dan meletakkan gunting-tak-sempurna itu begitu saja seolah membuang sampah. aku yakin mejaku belum berubah jadi tong sampah.

dialog yang terjadi adalah:

aku: "ini (gunting) tempatnya di mana?"
Mr. Hurry: "di laci"
aku: "ini laci bukan?"
Mr. Hurry: "bukan"
aku: "taruh di tempatnya dong"

OK, mungkin aku sedikit rude dengan mengatakan hal itu tanpa ekspresi. dingin bin judes alias jutek. tapi ada kan alternatifnya:

  1. langsung letakkan gunting-tak-sempurna di tempatnya semula, jadi Mr. Hurry bisa menghemat waktu semenit yang terbuang karena perdebatan denganku
  2. letakkan gunting-tak-sempurna di mejaku dengan baik dan mengatakan "maaf saya terburu-buru. bisa tolong kembalikan ini ke laci semula?"

lebih baik begitu bukan??? dan alih-alih Mr. Hurry melakukan itu, dia hanya lewat dan meletakkan gunting-tak-sempurna begitu saja.

ufh, mungkin makhluk-makhluk berotak mesin yang selama ini bekerja menghadapi kode-kode pemrograman itu harus belajar bahwa rekan kerja mereka bukanlah mesin.

Monday, December 05, 2005

Film Indonesia vs JiFFest

JiFFest. Jakarta International Film Festival. hajatan perfilman setahun pisan. tahun ini konon ada sekitar 200 film akan diputar sejak 9-18 desember 2005. banyak juga tuh. kalo emang niat nonton semua, ya selamat mabok aja deh.....sebagian besar film dokumenter yang gratis......pas tau en denger en baca kata gratis ini, naluri ke-gratis-an saya seketika menggeliat laksana induk naga diusik harry potter. betapa indahnya enam huruf itu menari-nari he he he..............


tapi sedari awal saya udah niatan mau beli tiket membership. karena setelah membaca booklet dan mengunjungi situs resmi JiFFest, ada beberapa film yang ingin saya tonton dan mewajibkan bayar. OK la...ga masalah. tiket membership seratus ribu untuk 10 film itu murah sekali. apalagi jika filmnya bermutu. bandingkan dengan tiket nonton di 21 Cineplex yang paling murah (pas nomat) sebesar Rp 12.500. itu juga di mal yang hadoooh...males ke sononya.


dari booklet yang saya baca, ada beberapa film indonesia yang masuk. di antaranya Atjeh Lon Sayang, Bunga Dibakar, From the Cabinet of Des Alwi, Garuda's Deadly Upgrade, Jogja Needs A Hero, Joki Kecil, dan beberapa lainnya. buka sendiri lah link nya trus cari sendiri....udah gede kan???


saya sempat baca sepintas resensi film-filmnya. tapi ga begitu merhatiin yang resensi film indonesia. bukannya nyepelein, tapi baca 200 resensi kan butuh kesabaran dan waktu tersendiri.


saya juga ga tau gimana kualitas film-film tersebut. tapi boleh dong berharap, karena bisa masuk perhelatan sekelas JiFFest mustinya mereka jauh lebih baik dibanding film kacangan macam AAC or something like that. pikiran pertama saat selintas membaca resensi film indonesia di JiFFest adalah tema yang tak banyak diangkat oleh film komersial. ya iya lah....emang laku gitu di 21 film tentang Munir???


sejauh ini, saya baru nonton 5 film Indonesia. Brownies (yang bikin saya mikir apa si marcella zalianty ga eneg makan brownies segitu banyak), Janji Joni (yang dialognya smart dan taksi kuningnya malah bikin saya ogah cegat tu taksi), Gie (yang endingnya bikin nangis dan kemunculan Happy Salma yang disoraki penonton seisi bioskop), Virgin (yang bikin mental down karena saya tonton setelah Janji Joni dan The Pianist...jauuuh banget deh), dan 30 Hari Mencari Cinta (setelah ditayangkan di teve).


dan dari sedikit itu, semua saya tonton pake DVD kecuali Gie. dan favorit saya sejauh ini tetap Gie. kalo yang lain??? biasa aja.


malah ada film-film yang lihat posternya aja saya udah ogah nonton. dan ini termasuk Apa Artinya Cinta, Belahan Jiwa, ato Me Vs High Heels. ogah aja nontonnya. saya inget banget pas lihat iklan AAC pertama kali di badan bus kota, saya mikir ko norak banget ya......cewe cakep pake baju bagus ko jatuh ha ha ha.........


film-film lokal masih kaya sinetron sih. sementara saya paling anti ama yang namanya sinetron. kaga mutu bangetz.............


saya bukan sineas. bukan penonton yang rajin. saya jarang nonton. karena terlalu pilih-pilih. tapi semoga, film lokal kita di JiFFest bisa cukup bersuara, tidak hanya diam dan tidur seperti anggota DPR yang lagi sidang paripurna.


*pengen nonton ama kamu, tapi sayang kamu jauh sekali*

harmoni........

jum'at malam kemaren gw diajak temen ikutan acara diskusi (plus makan-makan gratis) di daerah kebayoran baru. kami janjian di tempat beli tiket di blok m. jadilah sore itu gw meluncur naik busway. berhubung halte busway harmoni masih dalam proses perombakan yang entah kapan selesainya, gw naik angkot dulu ke halte Sawah Besar, baru naik busway.


mustinya lancar kan? karena busway punya jalur sendiri. tapi ternyata tidak. karena perombakan hamte harmoni, busway musti masuk jalur untuk kendaraan "normal", bergabung dengan segala mobil, motor, truk, dan lain-lain. lambretta skaleee............


gw dah nyaris merutuki macetnya jakarta dan semua pemilik mobil (apalagi karena gw dah telat berangkat) saat tiba-tiba mata gw ngeliat "kamar" para pekerja perombakan halte harmoni.


ga pantes banget disebut kamar. gw juga ga yakin mereka tinggal di situ. tapi gw ngeliat ada ransel, handuk, baju dan celana digantung (semua barang tadi di dalam kamar yang kebetulan pintunya terbuka). jadi wajar dunx gw berkesimpulan kalo itu adalah "kamar" mereka.


hanya ruang tripleks kecil tanpa jendela. seadanya. yang mungkin (dan sepertinya memang) ditinggali oleh banyak orang sekaligus.


dan gw harus bersyukur bahwa gw punya pekerjaan yang membuat gw sanggup bayar kamar kos yang cukup layak.


dan saat melihat mereka bekerja menjelang maghrib, tanpa perlindungan memadai, tanpa helm proyek, tanpa sepatu, gw bersyukur bahwa gw ga harus berpanas-panas mengecat halte. dan betapa bodohnya gw yang mengeluhkan dinginnya AC kantor sementara hanya sekitar 100 meter dari kantor gw, ada orang-orang yang berpanas-panas tanpa bisa mengatur suhu sengatan matahari.


setiap kali lewat proyek perombakan halte itu, sering gw en temen-temen mengomentari macet yang ditimbulkan. tapi saat melihat bapak-bapak itu bekerja, apa artinya macet dibanding keringat mereka? orang-orang yang rela dibayar murah demi tetap mengebulnya dapur. orang-orang yang bekerja keras membangun sebuah infrastruktur transportasi yang mungkin takkan pernah mereka nikmati. orang-orang yang ada di piramida terbawah sebuah rencana jangka panjang bernama tatakota (meski tak jelas bagaimana rencana itu dibuat dan akan dilaksanakan)


*Tuhan, maaf jika kami, manusia, terlalu banyak mengeluh......dan maaf jika kami kurang bersyukur, karena syukur kami pada-Mu masih memerluka syukur lagi*


ps: katanya sih, nama resmi busway adalah transjakarta. tapi siapa yang mau melafalkan kata begitu panjang (empat suku kata) dan ribet??? busway kan lebih mudah dilafalkan meski salah kaprah...............

Sunday, December 04, 2005

nyonya_meneer di kosan gw (babak satu)

wheeewww.......lagi perang dingin nih di kosan. dan awalnya seh ini dipicu ama hal-hal kecil. tapi akhirnya, seringkali pemicunya seputar hal dingin: KAMAR MANDI

jadi sebut aja ada nyonya_meneer di kosan gw. doi adalah penghuni paling lama. anak kos angkatan pertama. pas awal gw masuk, dia sempat ngasih kuliah yang isinya kesebelan dia ama salah satu penghuni lain, sebut aja topan_badai. yah awal-awal seh gw percaya aja. dan lagi, berhubung gw yang paling jarang ada di kos, yah kaya apa pun sikap or sifat si topan_badai, kaga ngefek lah. seinget gw, kejadian paling nyebelin ya pas miss topan_badai lupa kaga nutup keran air dan ibu kos ampe stop air kita semaleman.

abis itu, temen kuliah gw masuk jadi penghuni baru, sebut aja miss winnie_the_pooh. awal-awal doi juga di "OSPEK", dikasih penataran "sebelnya-nyonya_meneer-ke-nona-topan-badai". model-model penataran ke gw dulu laah.

setelah satu kejadian, bocor pas puasa, ada perubahan. pas bocor ternyata yang bantuin kita si nona topan_badai. sementara nyonya_meneer cuma ngeliatin dengan kasih komentar yang cukup "sedap-di-telinga-tapi-tak-sedap-di-hati"

apalagi minat gw ama nona winnie_the_pooh mirip-mirip ama nona topan_badai. jadilah kami sering barengan. dalam hal ini gw yang paling jarang kumpul dengan alasan klasik: pulang malam.

singkat cerita (karena kalo diceritain semua bisa ga selese dalam satu blog), lama-lama gw juga ikutan sebel ama nyonya_meneer. abis konyol aja. itu kamar mandi cuma satu. buat enam orang. ya mbok jangan segitunya dooonx. nyuci sehari tiga kali. ngepel sehari tiga kali. sampe segala bunga en rak handuk direndem. dan klimaksnya sodara-sodara, kursi dicuci di kamar mandi pas gw lagi mau mandi. kebayang ga seeh???

lama-lama kesannya dia emang sengaja pengen bikin susah kita-kita. udah jelas yang butuh mandi paling pagi tuh gw ama miss winnie_the_pooh karena kantor kita paling jauh. lah die bisa-bisanya sengaja mandi pagiiii lamaaa banget dan akhirnya kami berdua telat dengan alasan: aku masuk jam 7. OMG PDA. tolong kasih tau gw sodara-sodara, bank mana di Indonesia yang masuk kerjanya jam 7 pagi.

yah itu sedikit kesebalan gw (dan dua orang lagi) ke nyonya_meneer. sekarang sih masih tentang kamar mandi. kira-kira minggu depan tentang apa ya?

dear nyonya_meneer tercinta: mind your own business please................


*buat kamu: doooh.......nyam jd pengen kamu di sini neeh........mizz u.........*

Friday, December 02, 2005

segitu pentingnya ya?

pernah ga baca artikel soal masalah yang sering dikeluhkan cewe dalam hubungan mereka dengan pacar tersayang, dalam hal ini cowo. gw lagi ga minat bahas cewe-cewe homo ato biseks. apalagi kalo dah merit, ato pacaran dah lama.


biasanya neh, berdasarkan pengalaman baca segepok artikel kaya getu, masalah yang sering dikeluhin cewe adalah: cowo gw kaga romantis lagi, kaga ada bilang ai lap yu lagi, kaga bantuin gw bawa belanjaan lagi. kaga dibukain pintu mobil lagi.


pas gw baca artikel kaya getu, pikiran pertama gw adalah: emang segitu pentingnya ya diromantisin?


pikiran kedua: ya elah, cewe getu loo.....mana ada yang kaga suka digombalin bin diromantisin? naluri cowo tuh ngegombal, dan naluri cewe ya nerima gombalannya dengan bahagia ato dengan eneg kalo kelewatan. kelewatan tuh misalnya kalo malem-malem nyanyi lagu cinta jaman baheula kenceng-kenjeng sambil teriak: JULEHAAAAA.......boro-boro cewenya bahagia. yang ada dikirain hantu cekik....


gw lagi asik-asiknya ngalamin diromantisin. deuuu....huehuehuehue....romantis booo......serasa naik ke langit tujuh. pokoke melawan gaya gravitasi. kalo newton tau, pasti sewot.


pas pertama-pertama, rasanya gimanaaa gitu. antara geli, seneng, heran, sakit perut, merinding, macem-macem deh. kadang ga kebayang aja cowo gw bisa nulis kata-kata kaya getu. tapi ya ini sisi lain dari dia yang harus gw syukuri kan? bayangin kalo ternyata dia model cowo yang kaku bin dingin. seumur hidup gw bakal berharap denger kata i love you. OMG....nooo wwwaaayyyy.....


lama-lama biasa juga seh. dan meski awalnya gw rada kagok buat ngebales dengan kata-kata yang sama romantisnya, yah gw coba aja. ga bisa kan cuma sepihak. namanya hubungan tuh musti dua arah. gw bisa nulis puisi romantis abis. tapi kalo musti nyampein ke orang yang bersangkutan, kadang gimanaaa gitu. ha ha ha.


yah sekarang, kalo gw baca artikel kaya getu lagi, gw cuma berharap moga-moga semua cewe sadar bahwa cowo ga bisa diharapkan untuk selalu romantis. dan cowo juga musti sadar bahwa tiap cewe punya sisi lain yang ingin diperlakukan spesial oleh seseorang tersayangnya.


dan meski ga adil, dalam hal ini, cewe lebih berkuasa. ga adilnya gw: gw suka ga mau romantis ha ha ha


*buat kamu: aku sedang membiasakan diri mengisi mimpi dengan sosokmu*

*dan satu lagi: status friendster segitu pentingnya ya? kasih alasan logis, kuat, jelas tentang kenapa aku harus ngubah itu. kalo ga logis, aku ga mau ubah*

romance??? WHAT romance?

malam sayang. met tidur. catch u in dream
sender: +6281xxxxxxxx

hah? gw yakin ni muka pasti dah kaya udang rebus. loh loh ko mendadak.....ko berasa geli juga ya? apa kaya gini reaksi tiap cewe pas terima sms romantis pertama dari pacar? ooww.....yah think positive: seiring berjalannya waktu, pastinya reaksi "udang rebus" dan gejala "alergi" ini ilang.


............................i love u more each days.................
sender: +6281xxxxxxxx

what the?!?!?!? aduh...ko badan gw masih bereaksi negatif ya? sumpe gw takut ni jantung push up di dalem. jantung gw dah cukup lelah mompa darah tanpa harus dikasih pendorong kaya gini. tapi gw musti ngakuin, gw suka baca sms itu. tiap kali gw kangen (yang sepertinya tiap menit), tiap kali gw sebel, tinggal aktifin hape dan buka sms itu. serasa dunia tersenyum...aih aih huehuehue


..........................aku makin sayang kamu.................
sender: +6281xxxxxxxx

ouch.....again?!?!?!? maksud gw kenapa masih aneh ya? pasti ada yang salah. kenapa rasanya gw masih merinding seolah sms ini sms kangen-kangenan yang pertama? ga kan?

toh setelah sekian lama kami jalan, dah ga terhitung berapa banyak pesan melintas udara antara gw en dia. dan kata-kata sayang pun diobral serebu tiga persis kaya mal lagi mau lebaran. kalo gw masih gatel-gatel kaya gini, masih merasa jatuh terserap bumi kaya gini, pastinya ada yang salah. dan apa itu?


ko smsku ga dibales?
sender: +6281xxxxxxxx


hueehh.........maaf. seminggu ini gw nyepi. mikir-mikir apa yang salah dengan hubungan gw ama dia. orangnya baik, saleh, lucu, kadang-kadang ga bisa ditebak juga, smart. trus kenapa gw kadang ga tenang?


apa karena dulu begitu banyak email cinta dari orang sebelum dia? yang akhirnya semua masuk ke recycle bin? yang sempat membuat gw yakin bahwa memang cuma ada dua macem cowo: cowo brengsek atau gay.

gw tau kalo ga seharusnya gw menyamaratakan semua cowo kaya gini. karena mereka berbeda. mereka dua orang berbeda yang ga berhak gw samaratain begitu aja. toh udah jelas siapa yang sekarang bareng gw. siapa yang [insyaallah] bakal jadi suami gw. udah jelas bahwa meski ga seorang pun dari mereka yang gay, hanya ada satu yang brengsek.


maaf lama ga bales sms kamu. sepekan aku merenung. dan aku bersyukur kini kamu bersamaku. ga semua cewe seberuntung aku kan? luv u

sent




*ps: i love u*

catatan: ini hanyalah kisah fiktif belaka. semua tokoh, cerita, tempat, maupun kejadian tidak ada hubungannya dengan dunia nyata. kalo ada kesamaan, itu cuma kebetulan. jadi kalo ada yang ngerasa, ya itu berarti perasaan kamu terlalu peka. cuek dikit napa seeeh???

Thursday, December 01, 2005

nebeng

sudah sekitar sebulan ini gw pulang-pergi nebeng temen kantor. kebetulan dia bawa mobil. hanya jika di saat-saat tertentu - dia atau gw yang ga masuk - acara tebeng menebeng berubah.


jadi, berakhirlah kisah menanti bis P41 yang lebih jarang lewat ketimbang meteor. berakhirlah kisah bangun superpagi demi mengejar busway murah dan antidesak-desakan. berakhirlah sudah cerita jalan kaki lumayan jauh dari halte menuju kantor. berakhir, meski mungkin hanya sementara.


seneng juga sih nebeng. dari sisi mana pun, jelas nebeng itu menguntungkan. bebas desak-desakan, bebas copet, yakin dapat tempat duduk, mobil ber-AC, nyaman, full music, kadang ada makanan, hemat, dan numpang keren dunx.....^_^


tapi gw kehilangan beberapa hal. gw kehilangan keasyikan mengejar bus. gw kehilangan nuansa desak-desakan sama orang yang status: UDAH MANDI nya diragukan, gw kehilangan acara

"memegang-tas-erat-erat-demi-mencegah-hilangnya-survival-kit-dalam-hal-ini-dompet-dan-hp",
gw kehilangan keasyikan dilihatin orang (entah karena gw norak ato gw keren, tapi biasanya gw mikir karena gw manis sih....gw geto looo), dan yang terpenting, gw kehilangan keasyikan mempelajari raut sesama penumpang.


gw suka kalo lagi mau jalan-jalan, trus pas naik bis, ada penumpang yang dikit-dikit curi pandang, baik cewe maupun cowo. ada tiga kemungkinan: gw salting, gw cuek, gw ge er.


salting karena kadang gw mikir: apa bedak gw ketebelan? apa gw BB? apa dandanan gw norak?


cuek karena: ih lu ngapain si liat-liat. bete tau. tapi seringnya sih gw sok cuek. sok dingin. padahal hakkul yakin tampang gw kalo lagi cuek tuh judes banget. ha ha ha...


ge er kalo hari itu gw lagi pake kostum andalan yang gw tau bikin gw kereeen banget (kalimat narsis tingkat tinggi......antara pede ama narsis emang bedanya tipis). apalagi kalo yang ngeliatin cowo cakep.....cucucuiiii.....jarang-jarang kan ada cowo cakep naik bis desek-desekan. tapi think positive: dia orang kaya yang lagi nyamar buat cari calon istri. think negativenya: cakep-cakep ko kere...ha ha ha


dan lebih spesial lagi kalo yang ngeliatin tuh cewe. apa dia mikir: dimana gw beli blus keren kaya gini ya? ato ko paduan warnanya keren ya? dan mikir ga pedenya: duh tu cewe bedaknya ngaco ha ha ha....wajar kaaann...masa cewe ngeliatin cewe seeh....


nah soal acara terpenting, gara-gara gw suka ngerasa diliatin, gw jadi suka ngeliatin orang lain juga. kalo ada penumpang, gw suka ngira-ngira mulai dari umur, suku, pekerjaan, status, kebiasaan, gaya hidup, sampe udah berapa lama dia pake tu sepatu. coz dulu pas di bandung, gw perna iseng nebak kalo sepatu penumpang depan gw tuh masih gres. alasannya: kinclong banget putihnya boo.....kaya baru keluar toko


gw suka ngebayangin kehidupan mereka. menebak-nebak apa yang kira-kira melintas dalam
pikiran mereka selama perjalanan. nebak-nebak di mana mereka turun. dan dari mana asal mereka.


itu acara yang mungkin bagi banyak orang ga mutu banget, tapi buat gw: asyiikk.....


btw, gw juga suka nebak-nebak tentang orang yang gw temuin sepanjang jalan. maksud gw sesama pejalan kaki.


pagi ini ada yang cakep booo....tapi pas gw lihat jaketnya, halah kok ya ga jauh-jauh. temen kantor temen gw juga kayanya. kmana aja gw ampe ga liat tu orang sebelumnya??? ooo.........doi ngeliatin gw juga seh....mungkin karena gaya jalan gw yang kaya serdadu kebelet pipis. langkah tegap satu dua satu dua. kostum tak resmi kaya mau ngantor non-formal, apalgi bawa ransel. dan pake sendal. walah...pantes aja. lha wong dia pake jaket yang resmi gitu. sepatu mengilap. tapi tebakan gw, staf apaa getu....he he he.....dan meski ga ada hubungannya, matanya bagus coy.....


*ps: jangan cemburu ya.......*

everybody's changing

sering saya berpikir bahwa memang tak seorang pun yang memang benar seperti pengakuannya. everybody's changing. wajarkah jika saya kadang merasa ragu, benarkah saya memang mengenal orang tersebut? benarkah keputusan-keputusan yang telah saya buat terkait dengan kami berdua? benarkah dia memang seperti yang ia katakan?


saya tak meragukannya. biarlah dia menjadi seperti apa adanya. toh sejak sebelum bertemu dengan saya, dia sudah menjadi sosok yang sama selama bertahun-tahun. dan jelas seorang "saya" tak punya kuasa apa pun untuk mengubahnya.


*dan tentu hal yang sama berlaku untuknya, yang saya harap - eh wajibkan - menerima saya sebagaimana adanya*


apa yang saya ketahui tentang seseorang yang baru saya kenal selama kurang dari enam bulan? apa yang saya ketahui tentang seseorang yang bahkan baru bertatap muka dengan saya selama empat pertemuan? siapa dia? bagaimana keluarganya? bagaimanakah dia sebelum bertemu saya? apakah semua tentang "bagaimana dia" benar seperti yang dikisahkannya? dan apakah saya kurang banyak menyerap informasi untuk mendukung keputusan tersebut?


dan di atas segalanya, kadang saya mempertanyakan kembali keputusan saya. sebuah keputusan penting yang tidak dilengkapi fungsi Undo. sebuah keputusan yang meski bisa ditarik kembali, hanya akan meninggalkan luka dan kekecewaan jika sampai batal.


mungkin saya memang terlalu menikmati kesendirian tanpa ikatan seperti ini. melakukan segala keinginan yang hanya langit batasnya. memutuskan segalanya tanpa mempertimbangkan posisi pihak lain.


terus terang, saya kadang ketakutan. bagaimana jika seandainya dia memang tak seperti yang saya bayangkan dari semua informasi selama ini? bagaimana saya harus bersikap? kekecewaan ataukah kebahagiaan jika memang itu terjadi?


pikiran-pikiran semacam inilah yang sering melelahkan saya. meski seorang sahabat mengatakan: jalani saja, toh kenyataannya tak pernah semudah itu.


*buat kamu: percayalah bahwa adakalanya aku menganggap diriku gila dengan mengatakan YA*

Wednesday, November 30, 2005

i love you more each days

sadar ga kalau satu kalimat singkat: I love you more each days bisa mengubah hari yang buruk menjadi begitu indah?

saat kerjaan serasa datang mengamuk seperti topan Katrina, saat mood malas menyergap hingga beberes kamar pun serasa harus beberes bangkai titanic, saat kangen rasanya membutakan mata, kalimat pendek itu seperti menjadi semangat baru.

sebelah kaki pun belum usai kami langkahkan. masih panjang jalan menuju sebuah impian.


*everyday, i love you an inch more*

Monday, November 28, 2005

when someone proposed me........

jika ada yang mengatakan: aku ingin kita saling mengenal lebih dekat, karena aku berharap kamu bisa menjadi teman hidupku

jawaban apa yang bisa kuberikan?

aku punya dua pilihan jawaban.

YA

atau
TIDAK

hanya dua. karena memang sekali aku mengatakannya, takkan ada kesempatan kedua untuk membatalkan.

saat seseorang menawarkan sebuah ikatan yang disebut pernikahan, aku berharap itu adalah ikatan sekali seumur hidup. tidak ada pembatalan. tidak ada penyesalan. sekali kau berkomitmen pada ikatan itu, maka yang harus kaulakukan adalah menjalaninya dengan total.

aku sempat menanyakan alasan mengapa dia memintaku menjadi teman hidupnya. aku juga menanyakan gambaran tentang sebuah pernikahan yang ingin dijalaninya. kupikir aku menanyakan cukup banyak hal. setidaknya cukup banyak untuk membantuku mengambil keputusan.

pertanyaan itu diajukan baru pada diriku. belum pada keluargaku, dalam hal ini kedua orangtuaku. tapi kepada siapa pun pertanyaan itu diajukan, jawabannya tetaplah hak prerogatifku, sebagai pihak yang akan menjalani.

mungkin akan ada hambatan dari keluarga dan lingkungan. mungkin akan muncul keraguan. mungkin akan muncul begitu banyak godaan.

yang bisa kulakukan kini hanyalah memantapkan keputusan yang sudah kubuat.

aku memutuskan menjawab:


YA


takkan mudah memang. namun jelas akan lebih sulit bagiku, dan baginya, jika aku terus terombang-ambing dalam keraguan.


*buat kamu, yang sudah memintaku...........terima kasih*

Friday, November 25, 2005

kursi kantorku

ufh.....omelan lagi. maksudku, untuk yang kesekian kalinya aku mengeluarkan omelan di kantor dengan panjang lebar.

ada masalah yang sebenarnya besar, tapi kalau tidak bisa dibesar-besarkan. tentang tempat dudukku. posisi di mana seharusnya aku berada, aku duduk untuk mengerjakan pekerjaanku.


sedikit pengantar. kantorku pindah lokasi ke daerah Jakarta Kota. di lokasi baru ini, layout kantor rupanya tidak mengakomodasi kian bertambahnya pegawai. setelah beberapa kali pindah tempat duduk, akhirnya aku pindah ke lantai 4. yang sialnya, sebenarnya sudah kesesakan.


aku enggan duduk dalam satu ruangan bersama para developer. bukan apa-apa. aku bakal jadi satu-satunya wanita di antara sekitar 12 pria di sana. jadi aku duduk di satu-satunya tempat yang tersisa.


masalahnya, tempat ini bisa dibilang dekat dengan pintu ruangan para developer dan akan selalu mereka lalui. entah mengapa, kursiku selalu menjadi sasaran tendangan. aku tahu memang mereka tidak sengaja. tapi coba bayangkan jika "ketidaksengajaan" itu berulang sedikitnya sepuluh kali sehari. dan bagaimana jika akhirnya ada yang iseng menjadikan "ketidaksengajaan" itu sebagai "kesengajaan" atau "keisengan" atau "pelampiasan" setelah selama berjam-jam memandang monitor? karena memang ada yang pernah dengan sengaja melakukannya.


masalah ini kian mengganggu karena:1. beberapa hari yang lalu aku terserempet metromini dan tulang ekorku cedera2. kata "tidak sengaja" selalu terucap


uuuggghhh......aaarrrggghhhhh....kesaaaalll.....


keluarlah akhirnya semua omelanku tadi. puncak kekesalan.


maksudku, kalau sudah tahu bahwa kursiku seringkali menjadi obyek "pelanggaran lalu lintas", kenapa tidak meningkatkan kehati-hatian? logikanya, kalau sudah tahu di jalan ada lubang kecil yang sering bikin kecelakaan, seharusnya dihindari kan?


dan lagi, antara pintu keluar dengan kursiku ada ruang kosong sekitar satu meter. dan aku yakin bahwa tak seorang pun di kantor ini yang lebar tubuhnya mencapai satu meter.


OK, mungkin juga aku salah dengan memilih lokasi meja di tempat yang sering jadi lokasi "pelanggaran lalu lintas". tapi dengan melihat tata ruang sekarang, tidak ada tempat lagi untukku.


sudahlah.....omelanku sudah keluar. mungkin esok akan kupasang rambu:


KALAU KAU TABRAK KURSIKU SEKALI LAGI, KUPOTONG KAKIMU!!!



WATCH YOUR STEP!!! PIRANHA!!!

first

ini blog pertama di blogspot. biasanya gw bikin di friendster. welcome