Wednesday, November 30, 2005

i love you more each days

sadar ga kalau satu kalimat singkat: I love you more each days bisa mengubah hari yang buruk menjadi begitu indah?

saat kerjaan serasa datang mengamuk seperti topan Katrina, saat mood malas menyergap hingga beberes kamar pun serasa harus beberes bangkai titanic, saat kangen rasanya membutakan mata, kalimat pendek itu seperti menjadi semangat baru.

sebelah kaki pun belum usai kami langkahkan. masih panjang jalan menuju sebuah impian.


*everyday, i love you an inch more*

Monday, November 28, 2005

when someone proposed me........

jika ada yang mengatakan: aku ingin kita saling mengenal lebih dekat, karena aku berharap kamu bisa menjadi teman hidupku

jawaban apa yang bisa kuberikan?

aku punya dua pilihan jawaban.

YA

atau
TIDAK

hanya dua. karena memang sekali aku mengatakannya, takkan ada kesempatan kedua untuk membatalkan.

saat seseorang menawarkan sebuah ikatan yang disebut pernikahan, aku berharap itu adalah ikatan sekali seumur hidup. tidak ada pembatalan. tidak ada penyesalan. sekali kau berkomitmen pada ikatan itu, maka yang harus kaulakukan adalah menjalaninya dengan total.

aku sempat menanyakan alasan mengapa dia memintaku menjadi teman hidupnya. aku juga menanyakan gambaran tentang sebuah pernikahan yang ingin dijalaninya. kupikir aku menanyakan cukup banyak hal. setidaknya cukup banyak untuk membantuku mengambil keputusan.

pertanyaan itu diajukan baru pada diriku. belum pada keluargaku, dalam hal ini kedua orangtuaku. tapi kepada siapa pun pertanyaan itu diajukan, jawabannya tetaplah hak prerogatifku, sebagai pihak yang akan menjalani.

mungkin akan ada hambatan dari keluarga dan lingkungan. mungkin akan muncul keraguan. mungkin akan muncul begitu banyak godaan.

yang bisa kulakukan kini hanyalah memantapkan keputusan yang sudah kubuat.

aku memutuskan menjawab:


YA


takkan mudah memang. namun jelas akan lebih sulit bagiku, dan baginya, jika aku terus terombang-ambing dalam keraguan.


*buat kamu, yang sudah memintaku...........terima kasih*

Friday, November 25, 2005

kursi kantorku

ufh.....omelan lagi. maksudku, untuk yang kesekian kalinya aku mengeluarkan omelan di kantor dengan panjang lebar.

ada masalah yang sebenarnya besar, tapi kalau tidak bisa dibesar-besarkan. tentang tempat dudukku. posisi di mana seharusnya aku berada, aku duduk untuk mengerjakan pekerjaanku.


sedikit pengantar. kantorku pindah lokasi ke daerah Jakarta Kota. di lokasi baru ini, layout kantor rupanya tidak mengakomodasi kian bertambahnya pegawai. setelah beberapa kali pindah tempat duduk, akhirnya aku pindah ke lantai 4. yang sialnya, sebenarnya sudah kesesakan.


aku enggan duduk dalam satu ruangan bersama para developer. bukan apa-apa. aku bakal jadi satu-satunya wanita di antara sekitar 12 pria di sana. jadi aku duduk di satu-satunya tempat yang tersisa.


masalahnya, tempat ini bisa dibilang dekat dengan pintu ruangan para developer dan akan selalu mereka lalui. entah mengapa, kursiku selalu menjadi sasaran tendangan. aku tahu memang mereka tidak sengaja. tapi coba bayangkan jika "ketidaksengajaan" itu berulang sedikitnya sepuluh kali sehari. dan bagaimana jika akhirnya ada yang iseng menjadikan "ketidaksengajaan" itu sebagai "kesengajaan" atau "keisengan" atau "pelampiasan" setelah selama berjam-jam memandang monitor? karena memang ada yang pernah dengan sengaja melakukannya.


masalah ini kian mengganggu karena:1. beberapa hari yang lalu aku terserempet metromini dan tulang ekorku cedera2. kata "tidak sengaja" selalu terucap


uuuggghhh......aaarrrggghhhhh....kesaaaalll.....


keluarlah akhirnya semua omelanku tadi. puncak kekesalan.


maksudku, kalau sudah tahu bahwa kursiku seringkali menjadi obyek "pelanggaran lalu lintas", kenapa tidak meningkatkan kehati-hatian? logikanya, kalau sudah tahu di jalan ada lubang kecil yang sering bikin kecelakaan, seharusnya dihindari kan?


dan lagi, antara pintu keluar dengan kursiku ada ruang kosong sekitar satu meter. dan aku yakin bahwa tak seorang pun di kantor ini yang lebar tubuhnya mencapai satu meter.


OK, mungkin juga aku salah dengan memilih lokasi meja di tempat yang sering jadi lokasi "pelanggaran lalu lintas". tapi dengan melihat tata ruang sekarang, tidak ada tempat lagi untukku.


sudahlah.....omelanku sudah keluar. mungkin esok akan kupasang rambu:


KALAU KAU TABRAK KURSIKU SEKALI LAGI, KUPOTONG KAKIMU!!!



WATCH YOUR STEP!!! PIRANHA!!!

first

ini blog pertama di blogspot. biasanya gw bikin di friendster. welcome