Monday, January 30, 2006

Friday, January 27, 2006

SUTET

Sambungan Udara Tegangan Ekstra Tinggi alias SUTET


belakangan ramai terdengar berita para korban SUTET yang menjahit mulut mereka sendiri sebagai aksi protes atas sikap pemerintah yang memaksakan pembangunan SUTET melewati rumah-rumah mereka.


aku sempat mencari informasi tentang dampak SUTET ini, salah satunya menyatakan SUTET berpotensi meningkatkan resiko Leukimia pada anak. penyakit yang tak murah bukan?


mereka menjahit mulut karena telah lelah berteriak. lelah mengadu pada entah siapa. jahitan itu adalah upaya terakhir mengetuk nurani pihak-pihak yang mereka harapkan bisa menolong. bagi mereka, jahitan itu bukan siksaan karena mereka sudah disiksa sedemikian rupa oleh pemerintah yang semestinya bertindak sebagai pelindung. jahitan itu tak menyakitkan, karena batas ketahanan mereka atas sakit sudah melebihi kita. jahitan itu bukan untuk keren-kerenan seperti remaja masa kini yang hobi piercing. bukan pula untuk cari mati.


alangkah menyedihkan jika upaya nekat mereka meminta perlindungan dianggap sebagai dosa karena menyakiti diri sendiri. dianggap sebagai upaya bunuh diri yang dimurkai Tuhan. dan lebih menyedihkan lagi karena anggapan itu dilontarkan oleh pihak yang mungkin selamanya takkan pernah menjadi korban SUTET.


kita tinggal di negara mafia yang miskin empati. hati dan emosi kita lebih mudah tergerak melihat perseteruan selebritis kacangan di infotainment daripada orang-orang yang berupaya meminta hak dengan jahitan mulut.
mereka menjahit mulut sebagai protes karena kita tak mendengar keluhan dan derita mereka. mungkin karena kita sudah menjahit rapat-rapat telinga, mata, dan nurani.

Thursday, January 26, 2006

satu lagi miskomunikasi


communication (n) The activity of communicating; the activity of conveying information; Something that is communicated by or to or between people or groups; A connection allowing access between persons or places

communicate (v) Be in verbal contact; interchange information or ideas; Transmit information




kalau mau jujur, komunikasi memang ga gampang. tapi juga sebenernya ga sulit ko. tergantung kemauan.


pekan ini saya mengalami dua kejadian yang terkait dengan miskomunikasi. kejadian pertama antara saya dengan fath, dan kejadian kedua adalah urusan kantor. saya tidak akan menceritakan apa yang terjadi antara saya dengan fath. itu rahasia dapur ya.....jadi biarkan saya bercerita tentang kejadian di kantor.


selama enam pekan terakhir, saya ditempatkan di kantor klien sebagai helpdesk. pemberitahuan penempatan itu secara lisan dan cukup mendadak. hingga kini, saya sendiri masih bertanya-tanya, kenapa saya yang ditempatkan di sana? helpdesk bertugas membantu klien dalam pengoperasian sistem yang kami buat. dan tentunya dia harus ramah, suatu sifat yang, konon, bukan sifat dasar saya. kesan pertama orang tentang saya biasanya adalah freak, berisik, judes, galak. bukan kombinasi yang bagus.


sebenarnya ada untungnya juga saya berada di klien. dekat dengan tempat kos, makan siang gratis, dan bisa latihan aikido lagi secara rutin dua kali dalam sepekan. meski untuk itu harus sedikit makan hati karena sikap klien yang tidak sepenuhnya menyenangkan. saya benar-benar harus belajar sabar di sana. itu tantangan tersendiri, bagaimana cara supaya tetap bisa tersenyum dan mengeluarkan kata-kata yang baik meski sedang gusar.


setelah enam pekan berjalan, tiba-tiba saya mendapat tawaran untuk kembali ke kantor. sebabnya, ada satu karyawan mengundurkan diri sementara proyek yang sedang kami garap sedang memasuki tahap kritis. baiklah, saya kembali.


sialnya, saya mendapat pemberitahuan itu bukan dari supervisor saya secara langsung, tapi dari calon supervisor saya yang baru [catat: dengan ini saya sudah berganti supervisor empat kali dalam 5 bulan]. jelas supervisor lama saya agak berang. dan entah mengapa, dia tidak mau menberitahu siapa yang akan menggantikan saya sebagai helpdesk. padahal jelas sekali klien kami masih memerlukan helpdesk.


saat kembali ke kantor lama, esok harinya, saya dan [calon] helpdesk baru masih kebingungan. saya tidak bisa menjelaskan apa saja tugas selama di klien karena belum mendapat konfirmasi siapa PIC-nya. saya juga langsung mendapat tugas dari supervisor baru. sementara supervisor lama, entah bagaimana menginginkan saya tetap mengunjungi klien dalam kapasitas sebagai helpdesk, setidaknya sehari dalam sepekan.


pagi ini, saya mendapat konfirmasi itu dan perintah untuk delivery tugas. bukan dari supervisor lama, melainkan dari supervisor saya yang sebelumnya lagi. yang sama sekali tidak terkait dalam masalah helpdesk ini.


bagi saya, itu menyebalkan. karyawan di sini dilengkapi dengan telepon, fax, email, yahoo messenger, dan bahkan ada ruang rapat. dan saya hakkul yakin tak seorang pun di antara kami yang bisu atau gagu.


saya tahu dan sadar bahwa saya adalah bawahan. namun wajar kan kalau saya mengharapkan ada konfirmasi dan penjelasan atas tugas yang hendak diambil atau dialihkan pada saya? toh nantinya saya yang akan menjalankan tugas itu.


saya sangat tidak suka ada orang yang membuat keputusan mengenai saya tanpa mengajak saya diskusi terlebih dahulu. setidaknya ada early confirmation lah. benar mereka atasan saya. namun dengan cara seperti ini, saya merasa mereka tidak menghargai saya.



ugh..................................

Monday, January 23, 2006

opal


namanya opal. alias agus. aku bertemu dengannya dalam perjalanan pulang hari minggu kemarin. di metromini 74. tuh fotonya....maaf pencahayaan agak kurang. aku ga pake blitz demi menghindari copet. ntar ketauan lagi bawa camdig, kan bahaya.


awalnya aku melihat dia duduk di bangku seberangku. sedang menghitung "perolehan" hari itu. dengan cekatan ia menghitung lembaran ribuan dan keping limaratus dan dua ratusan. aku memandanginya cukup lama. dan sempat terpikir olehku, ia belajar menghitung dengan cara seperti itu.


tak tahan diam, kusapa dia. dialognya kurang lebih seperti ini:

aku: "dapat banyak?"

opal: "ngga. baru keluar"

aku: "emang biasanya sampe jam brapa?"

opal: "jam setengah lapan"

aku: "trus pulangnya gimana?"

opal: "naek kereta ama anak-anak. rame-rame gitu"

aku: "emang pulangnya ke mana?"

opal: "ke serpong, tangerang. kalo anak-anak ada yang ke jombang, pondok ranji, bintaro"

aku: "ibunya ke mana?"

opal: "di rumah. bapak juga"

aku: "ntar duitnya buat apaan tuh?"

opal: "ditabung ama buat bayar kontrakan"

aku: "sekolah ga?"

opal: "sekolah. dah kelas 3 esde. masuknya siang. dari jam setengah dua belas sampe jam setengah enam"

aku: "trus pulang sekolah ngapain?"

opal: "ya langsung jalan"

aku: "emang sehari dapet brapa biasanya?"

opal: "ceban"

aku: "ceban tuh brapa seh?" (pertanyaan bodoh ^_^#)

opal: "sepuluh ribu" (sambil ketawa)


begitulah. obrolan kami berlanjut hingga metromini memasuki terminal blokm.

opal: "kakak mau ke mana?"

aku: "pancoran"

setelah pertanyaan itu, kami turun. dia mencarikan bus 45 yang hendak kunaiki. dia menyeberangkan aku dari jalur 3 ke jalur 4. hati-hati, begitu pesannya. ia menyetop bus itu. dan menunggu hingga aku naik dan bus melaju. selama masih di jalurnya, opal tetap berdiri di samping bus dan memandangku lewat jendela.


saat akhirnya dia menghilang, aku berpikir. akan bagaimana dia kelak? mungkin baru sembilan tahun usianya. dia keliling sampai malam demi sepuluh ribu rupiah. jumlah yang bahkan tak cukup untuk makan sehari untukku.


entah ceritanya padaku benar adanya atau tidak. namun itu membuatku kembali mensyukuri bahwa aku tak pernah menjalani kehidupannya. aku memang sering pulang malam, namun tidak naik turun bus dan mengamen.


aku suka naik kendaraan umum seperti kemarin. desak-desakan memang. tapi membuatku melihat kenyataan seperti apa adanya. kenyataan yang takkan kulihat jika aku duduk santai di jok empuk mobil mewah.


*dear fath, itulah kenapa aku berkeras menolak naik taksi*


posting ini kuperuntukkan bagi opal, di mana pun dia berada kini.........................

Friday, January 20, 2006

tempat makan siang (part I)

aku selalu beli makan siang di luar. tepatnya aku memang selalu membeli makanan di luar. di tempat kos, tidak ada dapur yang bisa kami berdayagunakan untuk mengasah ketrampilan memasak.


saking seringnya beli, aku jadi hapal tempat mana yang enak dan murah, mana yang bersih, mana yang nyebelin.


sekali ini, aku pengen cerita tentang tempat makan yang sering kusinggahi selama aku di kantor klien.


tempatnya di sepanjang jalan kuningan timur. persis di samping bulog. di sepanjang jalan itu, dimulai dari sekitar 50 meter dari jalan gatot subroto, berjajarlah warung-warung tenda warna putih menyajikan beragam masakan.


tempatnya lumayan. pilihan makanan pun banyak. bagi mania makanan padang, bisa ke warung taraso (aku suka paru di sini....ga begitu garing). pecinta ayam bisa memilih ayam kalasan, ayam goreng panas, atau sate ayam, atau ayam bakar ojolali. yang suka mie, bisa mencoba bakmi 33 yang menjual mie ayam bangka.


dan enaknya, mungkin karena seragam warna putih, nuansanya beda. ga seperti kalo makan di warung tenda yang didirikan atas inisatif penjual. di sini lebih terorganisir.


oia, kalau dari arah kuningan, lebih enak kalau masuk lewat gran melia. sebab pintu masuk ke lobi gran melia berada di tikungan jalan ini juga.


kekurangan tempat makan ini, menurutku ya, adalah pengamen dan pengemis yang ga berhenti datang. kan jadi merasa agak bersalah kalau makan enak mendadak dari samping kita ada ibu-ibu gendong anak dan berkata, "mbak....minta mbak".....duuh....ilang deh selera makan.


susahnya lagi, kalau hujan. genangan air bisa sampai semata kaki. pernah sekali kejadian (sudah kutulis di blog juga) saat kami kehujanan dan berbasah-basah meski sudah menggunakan jasa ojek payung. tapi terlepas dari itu, ini tempat makan yang lumayan enak. di jalanan yang tak begitu ramai, dengan naungan atap putih dan pohon-pohon. nyaman deh.



kalau makan di sini, coba deh ayam bakar ojo lali. daging ayamnya empuk, bumbunya pas dan meresap ke daging. sambalnya juga enak. puas deh. harganya juga terjangkau. dan jangan lupa, coba makan mi ayam bakso di bakmi 33. aku bukan pecinta mie, tapi rasa mie ayam di sini benar-benar enak. daging ayamnya banyak, bumbunya juga pas. meski masih ada isu formalin, kutelan juga mie berikut baksonya.


ada yang kelaparan?

accident


hani, adik gw, kecelakaan. kaget juga. coz pas telpon ke rumah, nyokap ga bilang apa-apa.


jalanan makin ga aman ya.........

Wednesday, January 18, 2006

orang miskin di negeri ini

oktober 2005...BBM naik. subsidi dicabut. bahkan untuk minyak tanah, yang mayoritas penggunanya adalah "wong cilik"



januari 2006...pemerintah memutuskan mengimpor beras. meski banyak pihak menyatakan beras dari dalam negeri masih mencukupi. dan tinggallah para petani yang belum panen gigit jari karena tak kebagian harga layak. dan entah bagaimana, sekali ini DPR mulai berunjukgigi. gaung penolakan impor beras bergema di senayan. apakah karena memang mereka menyadari tugas sebagai wakil rakyat, ataukah karena tak kebagian beas impor?


januari 2006...buruh di jawa timur berunjukrasa menuntut kenaikan upah minimum. dua orang ditahan dengan tuduhan penghasutan dan dikenai ancaman hukuman penjara lima tahun.


direncanakan februari 2006, tarif dasar listrik naik dengan dalih defisit di PLN. sebagai satu-satunya pemegang suplai listrik di Indonesia, entah mengapa PLN selalu defisit. inefisiensi? banyak korupsi? atau memang tarif listrik di indonesia yang terlalu murah?


orang miskin di indonesia dilarang sakit. sebab biaya dokter kini tak murah lagi. ada dokter murah, namun tak ada jaminan penyakitmu tak bertambah parah. dan hati-hati dengan malpraktik. kalau terjadi malapraktik, jangan repot-repot menuntut. sebab pengacara di indonesia sedang sibuk mengurus kasus cerai artis. dan tak perlu dikatakan lagi tentang bobroknya sistem peradilan di indonesia.


orang miskin di indonesia dilarang mati. sebab biaya pemakaman lebih mahal dari yang bisa kaukira. mungkin memang lebih murah jika si mati dibawa naik kereta api untuk dikubur di tanah tak bertuan entah di mana.


orang miskin di indonesia dilarang pintar. apalagi mendapat gelar. sebab biaya sekolah tak lagi murah. harga sampul rapor pun bisa bisa puluhan ribu. dan sekolah negeri yang sudah tak murah, ternyata tak menjamin siswanya cerdas dan berbudi. sementara sekolah alternatif mengenakan tarif yang bisa membuatmu tak tidur di malam hari.


orang miskin di indonesia dilarang punya rumah. sebab kalau pun punya, setiap saat bisa diambil dengan dalih demi pembangunan. meski pembangunan itu berarti mall dan plaza untuk mereka yang kaya. dan semua pun tahu, pembangunan berarti penggusuran dan mesin-mesin berat. bukannya pembangunan jiwa agar tak lagi kerdil.


apalagi yang bisa dilakukan di negeri indonesia ini? hidup susah, mati pun menderita.


nista....................

Monday, January 16, 2006

rainy lunch


baru balik makan siang. hujan deras. pas berangkat makan, sebenarnya sudah hujan. tapi kami berlima (saya, mas fau, mas alfha, mas alfin, dan mas robbie) memutuskan untuk tetap makan di tempat biasa. jadilah dua bocah pengojek payung kami panggil.



usai makan, hujan makin deras. agaknya sekali ini kami diuji dengan dingin dan air kiriman langit. atap warung tenda tempat kami makan sesekali meluapkan tampungan airnya. dan genangan air di antara bangku pun kian tinggi.


akhirnya, untuk kembali ke kantor, sekali lagi kami panggil ojek payung. kali ini bocah perempuan kecil. mungkin baru tiga belas tahun.


ufh, dingin........


heran, meski saya meminta para pengojek payung itu untuk ikut berpayung bersama, mereka tetap menolak. atau kalau pun bersedia, tetap memilih sisi yang pasti terkena curah hujan. alasannya sederhana "udah terlanjur basah, Bu"


siang ini adalah kali pertama saya menggunakan jasa ojek payung. sebelum ini, biasanya saya lebih memilih (a) berhujan-hujan atau (b) menunggu hujan reda. pilihan (a) hanya saya lakukan jika dan hanya jika sedang tidak mengenakan pakaian warna putih.


mereka mengaku libur, meski berita menyatakan anak sekolah masuk mulai hari ini. mereka dengan riang tetap bekerja, meski basah kuyup kehujanan. hujan yang bagi sebagian kita sangat menyebalkan, bagi mereka adalah salah satu jalan rezeki untuk menambah uang saku.


bekerja? kata itu terlalu buruk untuk mengatakan upaya seorang bocah kecil yang rela basah kuyup demi uang dua ribu rupiah. apa kata yang pantas bagi mereka?



saya tidak pernah harus bekerja hingga basah kuyup seperti itu. kita beruntung sekali ya. mungkin daya tahan mereka lebih tinggi, maka Allah memberi ujian lebih berat. kalau tiba-tiba saya ditempatkan di posisi mereka, sanggupkah saya menjalaninya tanpa mengeluh? sementara dengan pekerjaan yang memfasilitasi saya dengan koneksi internet tanpa henti, ruangan ber-AC, dan nyaris tanpa kerja fisik pun, saya masih mengeluh.



saya malu sekali pada mereka.

Saturday, January 14, 2006

blog pun perlu toleransi

kemarin siang, YM dari seorang teman: your blog is cool (he he he...thanx)


pagi ini, buka frenster. dua pesan baru. salah satunya dari teman lama:
Subject: update melulu kerjaannya
Message: apa kabar?
kerjaannya update blogs melulu, email ku penuh


well well well.......


kabar baik, alhamdulillah. kerjaan update blog melulu? ga juga. tetep bikin laporan, browsing, keliling ke klien, de el el. isi blog itu hanya sekian persen dari kerjaan saya.


dan kalow email penuh, kan bisa disetting tuh tentang penerimaan dari friendsternya. seperti saya, misalnya, benar-benar tak mau terima notifikasi apa pun dari friendster selain blog. jadi notifikasi yang saya terima, ya hanya jika teman-teman saya meng-update blog mereka.


friendster yang awalnya hanya digunakan sebagai salah satu sarana komunikasi dengan teman, kini juga jadi media pelampiasan uneg-uneg berkat fitur blog. dulu sih suka-suka aja bikin di friendster terus. tapi setelah nemu blogspot, why not try this one? kan kasihan juga teman-teman saya kalau inbox mereka penuh hanya karena notifikasi blog. ya sudah, bikin aturan buat diri sendiri deh. blog di friendster di-update cukup sepekan sekali karena berdampak pada inbox orang lain. nah yang di sini, boleh deh mau sehari tujuh kali juga.


bagi saya, menulis (tentang apa pun) adalah salah satu bentuk hiburan. pelampiasan stres. dan kegiatan yang menyenangkan. tidak semua orang suka menulis, sebagaimana tidak semua orang suka membaca. sementara bagi saya, sehari saja tidak baca atau menulis, ugh...dunia serasa kurang berwarna (ceileeeee....cucucucuiiii.....)


tapi, hal yang menyenangkan kadang membawa dampak kurang menyenangkan bagi orang lain. dalam kasus saya, yang begitu suka menulis di friendster, dampak kurang menyenangkannya adalah inbox yang terisi dengan email ber subject "[friend's name] has updated [his/her] blog". iya kalo mereka semua pake Gmail atau Yahoo yang kapasitasnya 1GB dan ada fasilitas filter. lah kalo ga? walah..bisa disemprot sys admin tuh (kalau pake email kantor) atau email penting bisa bouncing karena kesesakan.


dan lagi, memangnya semua teman saya di friendster (yang terakhir berjumlah 324 orang...eh 323 setelah satu meninggal..hasanul, damailah kau di sana), suka menerima email itu dan membaca blog saya? memangnya semua orang suka gitu mengetahui apa isi otak saya? ngga kan...karena adakalanya saya juga ga pengen tahu isi otak seseorang. usil banget gitu.


sekali lagi, toleransi itu penting saudara-saudara. bukan hanya dalam hal beragama. tapi juga dalam hal sederhana seperti ini: friendster's blog.


*buat fath: ambil hikmah dari kejadian sepele sekalipun.....kita sama-sama belajar menjadi bijak bukan?*

Friday, January 13, 2006

makam tumpangan

(FYI, ini sudah kubuat bulan lalu. namun belum sempat aku posting. entah masih relevan atau tidak)


tak sengaja membaca iklan dari kantor pelayanan pemakaman DKI Jakarta tentang makam tumpangan. definisi makam tumpangan di sini adalah memakamkan jenazah di atas jenazah lain yang sudah dikubur setidaknya setahun. dan jenazah baru harus anggota keluarga jenazah lama. kalau bukan, maka keluarga jenazah baru harus minta izin pada ahli waris jenazah lama.



maaf kalau kalimatku berantakan. aku agak bingung tentang bagaimana menjelaskan istilah makam tumpangan ini. yah singkatnya, kita memakamkan jenazah di atas jenazah lain. titik.


kantor pelayanan pemakaman mewajibkan pelaksanaan makam tumpangan ini. berikut salinan Perda No. 2 pasal 17 tahun 1992 ini:


  1. tiap petak tanah makam di TPU harus digunakan untuk pemakaman dengan cara bergiliran atau berulang pada tiap berakhirnya penggunaan tanah makam.
  2. tiap petak tanah makam di TPU dipergunakan untuk pemakaman tumpangan, kecuali bila kondisi tanahnya tidak memungkinkan
  3. pemakaman tumpangan dilakukan di antara jenazah anggota keluarga dan bila bukan anggota keluarga, maka harus ada izin tertulis dari ahli waris atau pihak yang bertanggungjawab atas jenazah yang ditumpangi
  4. Pemakaman tumpangan dapat dilakukan di atas atau di samping jenazah yang sudah dimakamkan degan ketentuan bahwa jarak antara jenazah dengan permukaan tanah minimal satu meter
  5. pemakaman tumpangan dapat dilakukan setelah jenazah lama dimakamkan minimal satu tahun


yah dari Perda di atas, kebayang kan seperti apa makam tumpangan itu?



tanah jakarta memang kian sempit. sepetak tanah untuk peristirahatan terakhir pun diperebutkan. dan setelah berhasil direbut, masih mungkin tergusur proyek pembangunan apartemen, jalan, mall, atau gedung perkantoran. tengoklah pemakaman menteng pulo yang tergusur apartemen puri casablanca. aku tak pernah tinggal di situ, dan mungkin juga takkan pernah. sekedar membayangkan bahwa tempat tinggalku adalah bekas TPU, sudah cukup membuat bulu kudukku meremang.



inilah jakarta. kota yang sanggup menyediakan tanah luas demi mall, plaza, apartemen, atau gedung perkantoran (yang belum tentu diperlukan) namun tak sanggup menyediakan tanah ukuran 2x1 meter sebagai tempat istirahat terakhir. atau mungkin juga, karena tiap hari begitu banyak orang mati di jakarta, hingga lahan yang ada tak lagi sanggup menampung.



saat membaca iklan itu, dimuat di republika 9 desember 2005, halaman 20, aku mulai memikirkan kemungkinan kremasi. setidaknya, tak ada makam atas namaku yang mungkin tergusur atau tertumpangi orang lain. namun juga, takkan ada makam atas namaku yang bisa diziarahi keluargaku kelak.

"playboy indonesia" the magazine

udah tahu kan kalo majalah playboy bakal terbit dalam edisi Indonesia? kalow blom tau, mungkin link ini bisa membantu. dan juga link ini. serta yang ini. kalow masih perlu link lainnya, cari ndiri lah ya....


nah, dengan asumsi semua dah pada tau, gw pengen komen dikit neh.


satu, memang benar sekali sodara-sodara, bahwa tanpa playboy terbit pun, di indonesia udah banyak media (terutama cetak) yang isinya syuur. dan dipajang di kios koran pinggir jalan pula. gw perna semi-shock pas liat majalah Tempo bersanding dengan majalah entah apa namanya, yang jelas modelnya pake atasan bikini dari tempurung kelapa. OMG.....


tapi, apa emang perlu ditambah? buat gw, majalah/tabloid begituan tuh kaya penyakit. kaya candu. masa siy harus ditambah lagi? dan apa untungnya coba? meski konon katanya bapak bagian promosi playboy yang terhormat mengatakan bahwa isi playboy indonesia antara lain edukasi, ga ngefek tuh. imej playboy sendiri udah jelas kalo itu adalah majalah syuuur. lagian, edukasi macam apa yang mau dikasih? posisi paling hot buat malam ini?


dua, namanya majalah yang mayoritas isinya mengekspos kemolekan tubuh kaum hawa, pasti perlu model kan? menurut berita yang gw baca, istilahnya playmate. malah playboy indonesia berencana mau bikin audisi buat playmate ini. para model harus pake bikini.


buat para modelnya, jangan salahin para pembaca kalo akhirnya ada yang mengira bahwa kalian adalah part-time hooker. salah sendiri buka-bukaan. kalo dipelototin orang, ya wajar dunx.


ko ya mau dan ada gitu cewe-cewe yang rela buka-bukaan? OK gw tau body kalian super duper keren. barbie abis dah. tapi inget ya, itu bakal ilang. kecuali kalian operasi plastik, kayanya dua puluh tahun lagi, ga bakal bertahan tuh body. ato emang merasa perlu memaksimalkan penggunaan aset sebelum masa pakainya habis?


tiga, DPR'ers yang terhormat (gw mau bilang "terhina" tapi takut dituntut he he he), meski meminta format playboy ga kaya yang di Amrik, sami mawon. mau minta mereka pajang sampul cewe berbaju kerja komplit? walah, bisa dibilang menghilangkan "ciri khas playboy" tuh.


dan lagi, bisa dunx ntar dibikin cover hot, dengan alasan "ini bukan format amrik, ini format spanyol" ha ha ha....



ada ga sih lembaga yang bisa melarang penerbitan? konon katanya atas nama kebebasan pers. namanya pers itu memberitakan. bukan malah meresahkan. kebebasan pers OK. tapi kok ya rasanya sekarang kebablasan ya? apa belum cukup indonesia dijejali korupsi de el el sampe-sampe iman orang indonesia juga mau dikorupsi?



ufh..........maaf kalo sekali ini gw aga kasar............

Thursday, January 12, 2006

bahasaku

pro dan kontra akan selalu ada. aku ingat bagaimana dahulu pem-bahasaindonesia-an bahasa asing diterapkan di sekitarku dan apa saja dampaknya.

dulu aku merasa aneh melihat nama usaha diubah demi menjaga ke-indonesia-annya. tunas mobil menjadi mobil tunas. dan pikiranku adalah, mobil-mobil itu bertunas dengan daun-daun hijau kecil he he he


dan sekarang ada usulan untuk memberlakukan peng-indonesia-an itu melalui RUU. jika kelak disetujui, jelas para "Ayatullah Bahasa" (menurut istilah iwan), akan lebih punya dasar hukum untuk memaksakan bahasa Indonesia di setiap tempat setiap saat.

sebagian diriku menyetujui usulan itu, terutama karena jengah mendengar para praktisi media (apalagi penyiar/pembawa acara TV dan radio) yang sok berbahasa asing (dalam hal ini Inggris) hanya agar tampak keren. coba tonton MTV Indonesia. ugh.....pusing kepala. dan saat aku membaca artikel di media tentang masakan misalnya, aku sering protes kenapa mereka menggunakan kata vinegar alih-alih cuka dan garlic alih-alih bawang. apalagi kadang pengucapan salah. ingat kan bagaimana Sarah Azhari mengucapkan "who do you think he are" alih-alih "who does he think he is". ha ha ha......


sebagian lagi, tidak setuju. bahasa kita berakar pada begitu banyak bahasa lain, termasuk bahasa daerah. dan aku menolak peng-indonesia-an atas istilah-istilah yang memang sudah menjadi kata serapan. saat kuliah, ada satu buku yang mengganti kata efektif dengan kata mangkus dan kata efisien dengan kata sangkil. coba kautanya seratus orang di jalan secara acak. berapa banyak yang mengerti kata sangkil dan mangkus itu, meski konon katanya berasal dari bahasa daerah (entah daerah mana). saat pertama mendengar, kukira itu variasi dari kata cakil dan terkait dengan sosok Buto Ijo.


dan lagi, bukan hanya bahasa inggris yang lazim digunakan. bayangkan jika suatu saat RUU itu disahkan dan diterapkan. sepertinya akan ada hukuman jika kita memasang spanduk hari raya bertulis "Minal Aidzin wal Faidzin". itu kan bukan bahasa Indonesia.


sebenarnya sudah ada peng-indonesia-an kata asing dalam dunia komputer. seingatku, ada yang mengganti kata offline dengan luring (ada yang tahu artinya atau dari daerah mana kata itu berasal?) dan kata drive dengan kandar (ada pelawak dengan nama ini bukan? bagaimana kalau kita panggil dia Cak Drive? he he he)


ok lah, demi melindungi kekayaan bahasa, berlakukan peraturan. tapi fleksibel lah. tidak terbayang jika presiden (yang juga berasal dari bahasa inggris president) berpidato dengan didampingi polisi bahasa di sampingnya. he he he......

Dilarang, Penggunaaan Bahasa Asing di Ruang Publik (dikutip dari media indonesia online)

berikut ini berita yang kukutip dari media indonesia. komentarku tentang berita ini akan kumasukkan dalam posting berikutnya. akan terlalu panjang jika dimuat di sini. selamat membaca :)



Penulis: Iis Zatnika

JAKARTA--MIOL: Pemerintah akan melarang penggunaan bahasa asing dalam ruang publik, baik itu dalam reklame, nama gedung, merek dagang maupun media massa. Pelanggaran akan beresiko pada pencabutan izin usaha.

Kepala Pusat Bahasa Depdiknas Dendy Sugono mengungkapkan hal itu kepada Media di Jakarta, Kamis (5/1).

Dendy menuturkan, aturan itu termuat dalam draft akademik RUU Bahasa yang kini telah diserahkan Pusat Bahasa ke Badan Penelitian dan Pengembangan Depdiknas. Selanjutnya, akan didiskusikan antar departemen, termasuk ahli hukum dan ekonomi. RUU itu ditargetkan akan disahkan pada 2007 mendatang.

"UU ini nantinya akan sangat berpengaruh pada pelaku usaha. Catatan terpenting pada UU ini adalah penggantian semua bahasa asing yang digunakan dalam ruang publik, termasuk nama gedung, reklame dan media luar ruang lainnya," kata Dendy.

Istilah bahasa asing, lanjut Dendy, tetap dapat digunakan. Namun, terjemahan Bahasa Indonesianya harus ditulis dengan ukuran huruf yang lebih besar. Sedangkan istilah bahasa asing ditulis di bawah, dengan ukuran lebih kecil. Langkah itu dipandang sebagai solusi yang paling tepat untuk mengatasi penggunaan bahasa asing yang terlanjur marak.

Dendy menjelaskan, nantinya seluruh reklame, nama gedung, iklan di media massa yang sebelumnya terlanjur dalam bahasa asing akan ditulis dalam dua bahasa. Pusat Bahasa Depdiknas, yang memiliki kantor di tiap propinsi akan menyediakan layanan pencarian padanan kata yang tepat.

"Ini adalah jalan tengah untuk mereka yang mengatakan bahwa bahasa asing, terutama bahasa Inggris mencerminkan globalisasi. Jadi nantinya yang ada adalah Istilah Kawasan Perdagangan A atau B, bukan square atau trade centre," ujar Dendy.

Bahasa Indonesia, kata Dendy, tidak hanya wajib digunakan oleh kalangan pengusaha, namun juga di dunia pendidikan, pemerintahan dan media massa. Bahasa Indonesia harus menjadi prioritas atau arus utama.

"Yang harus dilakukan adalah pengarusutamaan, bagaimana Bahasa Indonesia menjadi prioritas dan juga kebanggaan kita. Seperti yang terjadi di Jepang dan Korea, kita lihat jarang sekali ada reklame berbahasa asing," kata Dendy.

Kendati begitu, lanjut Dendy, aturan itu tidak akan menghalangi penguasaan bahasa asing, termasuk Bahasa Inggris sebagai kunci sukses untuk memasuki globalisasi. Pemerintah tidak akan pernah melarang pengajaran bahasa asing. Namun, diharapkan sekolah juga menempatkan penguasaan dan penggunaan Bahasa Indonesia sama pentingnya dengan bahasa asing.

Dendy juga mengingatkan, kerancuan bahasa juga telah memasuki kalangan pers. Sejumlah media massa, baik itu cetak maupun elektronik, telah mengabaikan kaidah bahasa. Dendy mencontohkan, sebuah stasiun televisi swasta yang menamakan semua mata acaranya dengan Bahasa Inggris, padahal programnya dibawakan dalam Bahasa Indonesia.

"Ini menceminkan minimnya kepercayaan diri kita pada jati diri bangsa. Padahal, bahasa adalah salah satu penghalang dari rembesan pengaruh budaya global pada nilai-nilai lokal. Kita akan atur dengan tegas masalah ini," kata Dendy.

Dendy juga menjelaskan, merek dagang internasional, tidak akan dikenai aturan ini. Mereka yang berafiliasi dengan asing, tetap berhak menggunakan merek dagangnya yang memang bersifat global. Namun, pengecualian ini tak berlaku untuk merek lokal yang sengaja dinamai asing hanya karena alasan komersil.

Pemerintah, lanjut Dendy, akan memberikan masa transisi selama dua tahun setelah UU itu ditetapkan. Tujuannya, meminimalisir resistensi serta beban ekonomi bagi pengusaha.

Dendy menjamin, aturan itu tidak akan mengulang kebijakan penerjemahan bahasa asing ke dalam Bahasa Indonesia seperti yang pernah terjadi pada masa Orde Baru 1995 hingga 1997. Pasalnya, aturan itu hanya berupa himbauan dari Presiden. Sehingga ketika rezim Orba lengser, himbauan itu tak lagi dipatuhi.

"Sekarang ini kan dasarnya jelas, pasal 32 UUD kita. Aturannya juga berbentuk UU. Sanksinya juga jelas, hingga pencabutan izin usaha, yang tentunya akan kita awali dengan surat teguran dahulu," kata Dendy.

Selain mengajukan inisiatif RUU Bahasa, Dendy juga menuturkan pihaknya tengah mempersiapkan deklarasi cinta Bahasa Indonesia. Acara itu akan digelar pada 1 Mei mendatang, bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional. Deklarasi itu akan dihadiri seluruh pejabat tinggi negara, termasuk Presiden. Mereka akan mendeklarasikan komitmen seluruh jajaran pemerintah untuk mengarusutamakan Bahasa Indonesia di lingkungan birokrat.

Komitmen itu, kata Dendy, menjadi langkah paling strategis untuk menyelamatkan kondisi Bahasa Indonesia yang kian memprihatinkan. Selain tata bahasa tak lagi diindahkan, serbuan bahasa asing pun kian memperlemah eksistensi Bahasa Indonesia.

Praktisi periklanan Tsu Beni, secara terpisah, mengungkapkan dalam jangka pendek aturan ini memang akan menimbulkan biaya tambahan bagi para pengusaha. Mereka harus mengganti seluruh perangkat promosi termasuk media luar ruang, yang nilainya jelas tak sedikit. Namun, dalam jangka panjang, langkah ini akan menimbulkan dampak posisif pada citra bangsa Indonesia.

"Ada TV bermerek dagang flatron, di Korea diadaptasi jadi platon, pasar disana fanatik dengan lafal bahasa mereka. Dunia internasional pun respek pada konsistensi pasar di sana, citra bangsa mereka pun terangkat, mereka punya martabat, akhirnya produk mereka juga," kata Tsu. (OL-1)

Wednesday, January 11, 2006

privacy please


mari bicara sejenak tentang privasi.


asal katanya privacy. menurut kamus (online) yang saya rujuk, privacy berarti right of, the right to be left alone without unwarranted intrusion by government, media, or other institutions or individuals.


singkat cerita, definisi yang jamak diterima untuk kata privasi adalah hak untuk menyendiri tanpa gangguan dari siapa pun.


dan saya yakin, hak itu melekat pada diri tiap manusia. bagi saya, privasi adalah hak bawaan sejak lahir, bukan hak pemberian.


dan tentunya, wajar jika saya terganggu saat ada yang nyelonong masuk begitu saja ke area privasi saya, dalam hal ini, kamar


ada kejadian di tempat kos saya yang cukup mengganggu. karena sebelum ini saya pernah menulis tentang beberapa teman kos, mari gunakan istilah yang sudah saya lekatkan sebelumnya.


kejadian ini seputar nona topan_badai. seingat saya, setidaknya sudah tiga kali dia nyelonong masuk tanpa permisi ke kamar saya.


yang pertama, beberapa bulan lalu. saya sedang tidur, dan dia masuk begitu saja untuk meminjam buku. oh tidak, kata meminjam kurang tepat. jauh lebih tepat jika gunakan kata mengambil. karena meminjam berarti seizin saya. dan bagaimana bisa saya memberikan izin selagi terlelap di dunia mimpi.


kejadian kedua, tiga malam lalu. dia meminjam setrika milik saya, dan mengembalikannya saat saya sudah terlelap dengan alasan, supaya saya tidak bingung kalau mau nyetrika pagi-pagi.


dan kejadian ketiga, dua malam lalu. sama juga. setrikaan.


tentang kejadian pertama, saya sudah memberitahu nona topan_badai kalau saya sangat tidak suka ada makhluk tak dikenal masuk ke kamar saya begitu saja. apalagi kalau saya lagi tidur. dan tentunya, dengan kecerdasan yang dimiliki nona topan_badai, saya mengira dia memahami maksud saya. intinya: kalau mau masuk kamarku, ketuk pintu. kalau tidak ada jawaban, jangan masuk.


tapi tentang kejadian kedua dan ketiga? OMG....again??? dan alasannya itu loh.


pertama, kalau emang dia ga mau saya bingung pagi-pagi, kenapa ga diletakkan saja di depan pintu kamar (dengan kondisi tidak tersambung ke steker tentunya) dan letakkan pesan di pintu kamar saya. selesai kan urusannya?


kedua, saya tidak terkena amnesia begitu parahnya hingga lupa siapa yang meminjam setrika itu. kalau saya butuh, akan saya ambil langsung pada sang peminjam. dalam hal ini nona topan_badai. dan kapan saya mau setrika, suka-suka saya dong.


ketiga, semua kejadian itu saat saya sedang lelap. bagaimana jika, saya lagi iseng karena kegerahan lantas tidur telanjang? apa dia tidak tambah shock? atau bagaimana jika ada barang saya yang hilang? wajar kan kalau saya menuduh dia? ya untungnya belum terjadi. dan semoga jangan pernah terjadi.



ufh......saya ingin dia:

1. mengetuk pintu sebelum masuk

2. masuk kamar setelah saya persilakan

3. tidak memporakporandakan kamar saya yang sedang dalam proses "perapian kembali"


dan catatan untuk diri sendiri: jangan lupa kunci kamar tiap malam. sebelum ini, saya nyaris tak pernah mengunci kamar. tapi setelah tiga kejadian itu, sepertinya saya perlu beli gembok.



*buat fath: ada hal-hal yang mungkin selamanya akan jadi privasiku, bahkan dari kamu*

Monday, January 09, 2006

Idul Adha


besok, Idul Adha. sekali lagi, saya tidak dapat sholat Ied. sebal juga.


tapi, masalah perempuan yang satu ini jelas di luar kekuasaan saya. mana bisa saya atur. terima saja lah. moga-moga Idul Fitri dan Idul Adha mendatang saya bisa sholat Ied.


saya belum pernah kurban. eh pernah dinx, waktu sekolah dulu ada iuran kurban. dan tahun lalu, tapi nitip uang pada orangtua. entah digunakan untuk beli kambing, atau sekedar untuk biaya masak saja, entah. tapi saat itu, saya niatkan untuk kurban.



tahun ini, ingin juga kurban. tapi kenapa keinginan itu baru muncul di detik-detik terakhir? dan harga kambing juga ga murah kan? ufh......cari teman patungan ah....mau ga ya fath patungan? sepertinya dia ingin kurban sendiri......


kalau tahun ini saya ga dikasih kesempatan, semoga Allah memanjangkan usia hingga saya berkesempatan kurban tahun depan......oia, tahun ini kan Idul Adha dua kali.....

Friday, January 06, 2006

Shattered Glass


Sinopsis:

Film produksi tahun 2003 ini diangkat dari kisah nyata Stephen Glass, wartawan di majalah The New Republic. Dia mengarang 27 dari 41 berita yang ditulisnya untuk TNR. Mengarang dalam hal ini berarti mereka kisah, tokoh, fakta, dan lain-lain.


Kecurangannya terbongkar saat wartawan Forbes Digital, Adam Pennenberg, menemukan kejanggalan dalam kisah Hack Heaven yang ditulis Stephen. dari situlah, Chuck, editor Stephen, mulai menelusuri setiap kisah mencurigakan yang pernah ditulis Stephen.


Film ini menggambarkan kurun tahun 1998 kala kecurangan Stephen terbongkar.

Pemain:
Hayden Christensen, Peter Sarsgaard, Chloe Sevigny, Melanie Lynsky, Steve Zahn, Hank Azaria,

Sutradara:
Billy Ray

Pendapatku:


jalan ceritanya datar, bisa ditebak, tapi mengesankan. yang jelas, aku terbawa emosi hingga sebal pada tokoh si stephen glass. dia menggunakan lapis demi lapis kebohongan untuk menutupi kebohongan lainnya. dan di atas semua itu, ia menggunakan sikap manis sok innocent untuk merebut hati orang-orang sekitarnya.


usai menonton film ini (dari dvd), aku langsung mencari artikel tentang stephen glass dan jayson balir. nama terakhir adalah versi terbaru stephen glass. aku membaca cukup banyak sumber dan makin sadar bahwa kita tak bisa sepenuhnya mempercayai media.


di pekerjaanku sebelum ini, aku sempat mengedit buku yang antara lain berisi kecurangan media demi mendukung pemerintah. dalam hal ini amerika serikat. beberapa nama dan beberapa media disebut di dalamnya.



busuk juga ternyata..............


apa yang kita lihat, tak pernah sesederhana penampakannya



kritis itu harus
paranoid itu jangan

Thursday, January 05, 2006

Memoirs of a Geisha


Sinopsis:

Chiyo, gadis kecil dari kampung nelayan, dijual oleh orangtuanya untuk menjadi geisha di Gion, Kyoto. di sana, ia harus menghadapi kerasnya persaingan di rumah geisha (okiya), kekejaman hatsumomo (geisha utama di okiya saat itu), dan keinginannya untuk keluar dari sana.


setelah bertemu ketua, chiyo memutuskan akan menjadi geisha dengan harapan suatu saat bisa bertemu lagi dengan penolongnya itu.



Pemain:
Zhang Ziyi, Gong Li, Michelle Yeoh, Ken Watanabe

Asal:
Amerika

Sutradara:
Rob Marshall

Pendapatku:

tahu apa masalah dengan film hasil novel? perbedaan dengan novel aslinya. dan itu membuatku sebal sepanjang film ini.


memoirs of a geisha adalah salah satu novel favoritku. sejak membeli edisi terjemahannya tahun 2003 lalu, entah sudah berapa puluh kali aku membacanya. jadi wajar jika aku mengharapkan filmnya sebagus novelnya.


dan harapanku tidak terwujud.


kekecewaan pertamaku adalah kurangnya orang jepang di film ini. tak seorang pun tokoh utamanya yang orang jepang. hanya si ken watanabe itu saja mungkin. mungkin rob marshall mengira asal sipit, pasti dikira jepang. tapi kan sipitnya jepang, korea, cina, tibet, vietnam, kan beda-beda.


tapi sudah lah, mungkin saat casting, tak satu pun aktris jepang yang lolos.


kedua, alur cerita yang (menurutku) menyimpang. aku mengharapkan adegan-adegan tertentu digambarkan seperti aslinya. aku mengharapkan adegan Chiyo untuk pertama kalinya memperhatikan Hatsumomo berdandan, sebagai bagian dari ritual. aku mengharapkan adegan meninggalnya nenek yang merupakan perjumpaan pertama Chiyo-mameha. aku mengharapkan adegan Nobu memarahi sayuri (nama geisha chiyo) karena menerima jenderal sebagai danna-nya. banyak lagi adegan lain yang kuharapkan.


dan semua tidak ada.


kecewa


ketiga, penggambaran tokoh tidak seperti seharusnya. maaf bukan bermaksud menghina, tapi Nobu kurang jelek. dalam buku, ditulis bahwa mukanya melepuh seperti "ubi yang meleleh dalam api". dan mana tangannya??? seharusnya Nobu bertangan satu. kok di film tangannya komplit???


dan dalam buku, dikatakan bahwa geisha mencuci dan menata rambut sepekan sekali. tak pernah rambut mereka terurai. dan di situ, sanggulnya saja sudah modern.


dan kenapa ada adegan okiya kebakaran??? seharusnya hatsumomo meninggalkan okiya karena dimarahi ibu usai menampar Bando Shojiro. adegan tamparan tidak ada.


dan ending film ini, bukan di amerika seperti seharusnya. tapi di taman bunga.



sudah lah, kalau kulanjutkan, makin besar kekecewaanku.


syuting film ini pun di california. jadi kurasa, ada adaptasi dengan selera amerika juga. dan sialnya, mana tahu orang-orang amerika itu tentang kehalusan khas asia???


arthur golden kecewa tidak ya dengan film ini???

Wednesday, January 04, 2006

Mountain Patrol


Sinopsis:

Ga Yu, seorang jurnalis dari Beijing, ditugasi meliput tentang patroli pegunungan pimpinan Ri Tai di Kekexili usai terbunuhnya seorang anggota patroli tersebut. Awalnya ia bermaksud menguak kisah suakrelawan patroli, pemburuan antelope Tibet, dan desas desus bahwa patroli tersebut bekerjasama dengan pemburu ilegal.


Ga Yu bergabung dengan kelompok patroli dan menyaksikan bagaimana mereka mempertaruhkan nyawa dan bertarung dengan para pemburu liar yang kejam. Patroli itu bertujuan untuk mencegah pembantaian terhadap antelope Tibet yang populasinya kian menyusut (dari sejuta ekor hingga tinggal sepuluh ribu ekor pada tahun 1996).


Pengambilan gambar film ini dilakukan di ketinggian 4600 kaki, dengan kondisi lingkungan yang benar-benar menantang.


Pemain:
Duobuji, Zhang Lei, Qi Liang

Asal:

China/Hongkong


Pendapatku:

TWO THUMBS UP!!!!


satu, ceritanya bagus, ini kisah nyata, ga lazim, dan ini didukung oleh akting pemain yang keren dan lokasi syuting yang (aslinya) emang udah keren. film ini mengangkat isu kepunahan antelope Tibet, yang habitatnya hanya ada di Kekexili. tentang bagaimana mereka diburu demi bulunya yang bernilai tinggi dan ketidakpedulian pemerintah China. pemerintah China sendiri baru menyatakan Kekexili sebagai kawasan dilindungi usai dimuatnya tulisan Ga Yu di media massa.


sebenarnya, aku ga tau harus nulis apa lagi. masih terbayang bagaimana orang-orang itu menempuh perjalanan berhari-hari melintas Kekexili dengan jip butut dan bahan makanan seadanya. mereka kalah jumlah, kalah persenjataan.


bahkan ada yang sakit asma (atau apa ya?) yang sakit dan harus dibawa kembali. sang rekan menyetir berhari-hari tanpa tidur. demi menjaga matanya tetap nyalang, dia mengikat rambutnya ke atap jip.


kedua, sisi baik buruk digambarkan dengan baik. Ritai sempat menjual bulu antelope karena mereka sudah kehabisan uang. tak seorang pun dari mereka yang menerima gaji dalam setahun. mereka patroli tak resmi. orang-orang yang tidak menghendaki kepunahan satwa dan berusaha melindungi tanah mereka dari jarahan sesama.


dan para pemburu, tak melulu digambarkan kejam. ada sih yang sangar, berusaha menyuap Ritai, tapi akhirnya membunuh Ritai. saat truk berisi tawanan pemburu terperosok, mereka bersama-sama mendorong truk itu hingga keluar dari lumpur. sama-sama terjebak di lingkungan yang tak menguntungkan membuat mereka senasib sepenanggungan.


ketiga, film ini membuatku membandingkan Ritai dengan para suku di pedalaman indonesia. mereka menjaga hutan namun seringkali dituding merusak. kenapa pemerintah ga bekerja sama saja dengan mereka?


film yang bagus. dari sudut pandang non-pemerintah. mungkin agak bias. tapi harus diakui, ini film yang luar biasa.


salut

paranoid part I

aku kadang agak paranoid. tiap kali baca berita, selalu saja aku berpikir pasti ada konspirasi di baliknya. mungkin karena aku kebanyakan baca novel spy??? dunno lah


awalnya kemaren pas aku baca berita di kompas tentang penghentian pasokan gas dari Rusia ke Ukraina. dan hari ini, aku baca sekuelnya di detik.


menurutku, wajar kalo ukraina menolak tawaran rusia. kenaikan harga empat kali lipat itu seperti pernyataan halus bahwa tak ada lagi gas untuk ukraina.


dan dampaknya, harga minyak melonjak. siapa yang diuntungkan di balik kenaikan harga minyak mentah ini? apakah polisi dunia yang baru saja menguasai salah satu pemilik cadangan minyak terbesar dunia? produsen minyak yang tingkat produksinya menurun namun tak mau keuntungannya ikut surut? ataukah pemerintah sebuah negara yang baru saja menyatakan bahwa harga BBM akan diturunkan jika harga minyak dunia turun?


aku paranoid.............