Monday, June 30, 2008

The Last Day

Pagi ini di kereta, ga sengaja aku nguping obrolan dua bapak-bapak di sebelahku. Setelah puas ngobrolin renovasi rumah (segala pelur, aci, cat, sampe posisi kamar mandi dibahas), obrolan mereka beralih ke sepakbola. Tepatnya Euro 2008.

Bapak A: "Nonton ga semalam?"
Bapak B: "Wah nggak. Saya malah main badminton"
Bapak A: "Saya nonton setengah main aja terus ketiduran. Waktu skornya 1-1"

Heee....perasaan semalam skor 1-0 buat Spanyol deh. Kapan Jerman bikin gol? Mau ngakak itu ko ga sopan, tapi ga ngakak itu gimana. Abis tu bapak-bapak udah salah, pede, suaranya kenceng pula.

*sedih Jerman kalah tapi rada terhibur karena yang bikin gol pemain Liverpool kesayanganku...Torres ^_^.....keknya abis ini dituduh ga setia deh ama Mbak Maya.....*

Aku pasti bakal kangen adegan nguping-ga-sengaja seperti tadi.

Bakal kangen apa lagi ya?
  1. Jalan kaki dari dan ke stasiun sambil mikirin segala persoalan dunia dan kenapa itu Pak Dirman digambarkan memakai mantel panjang nan tebal? Jakarta kan panas dan berpolusi. Tu patung apa ga sesak napas ya? Pak Dirman kan punya penyakit pernafasan bukan?
  2. Pemandangan macet sambil bersyukur: untung gw naik kereta ha ha ha
  3. Puding coklat yang jarang ada di Stasiun Sudirman.
  4. Deliverynya Bu Tuti, meski rasa nasi gorengnya rada gimanaaaa gitu.
  5. Keburu-buru siap-siap demi nguber jam kereta pagi.
  6. Melihat Indofood Tower dari samping.
  7. Mompa ASI di toilet sambil baca koran ato novel ato nelpon rumah
  8. Chatting sama bunda bawel en mama shopper all the time all the way....gonna miss u gals!!!
  9. Ngobrol ngalor ngidul sama mommy na Alya-Asha
  10. Ngeblog ngeblog ngeblog
  11. Browsing hal-hal ga penting
  12. Wikipedia
  13. Rujak Pak Dul
  14. Pempek stasiun Sudirman yang free flow ebi en kuah *lapaaarrr*
  15. Satpam baik di lobby
  16. Mas-mas es kelapa muda en warung padang tempat aku beli es batu cadangan
  17. Kampanye ASI di kereta
  18. Mengutuki kereta yang ketahan silang
  19. Merutuki kereta yang tumben-tumbennya dateng on time sampe aku ketinggalan
  20. Ketemu temen lama di kereta
  21. Dapat kenalan baru di kereta
  22. Dijemput Fath malam-malam dan boncengan berdua aih romantisnya....
  23. Blog walking
  24. Email-email ga penting dari Iwan
  25. Milis
  26. Newspaper boy a.k.a loper koran yang apal banget kalo Senin aku kadang beli Nakita, hari lain kadang beli Tempo, dan yang jelas jangan tawarkan Warta Kota apalagi Lampu Merah.
  27. VW Golf item yang lucu di parkiran Stasiun Pondok Ranji
  28. VW kodok orens ngejreng di parkiran Stasiun Pondok Ranji
  29. Renungan ga penting sepanjang perjalanan
  30. Laptop tempat aku ngetik postingan ini
  31. Temen-temen kantorku......tapi tidak termasuk asap rokok mereka. Yang satu itu jelas ga bakal dikangenin.

Daftarnya masih akan sangat panjang jika diteruskan. Jadi sebaiknya dihentikan saja.

Per 1 Juli 2008 besok, secara efektif aku udah ga bekerja lagi di kantor ini.Mau alih profesi jadi perawat, nanny, guru, teman, story teller 24 jam untuk Ankaa.

Makasih buat temen-temen yang selama ini udah menemani aku meski baru di dunia maya. Blog ini masih akan terus dijaga ko meski mungkin apdetnya ga sesering sebelumnya. Warnet terdekat hanya 10 menit jalan kaki dan lumayan kenceng aksesnya. Mas yang jaga warnet juga lumayan cakep. Fath udah janji begitu gaji pulih, maka hal pertama yang dia sediakan untukku adalah akses internet 24 jam. Katanya:
Aku tahu kok kalo buat kamu internet itu kebutuhan primer
Ai lap u bebeh....mmmwaaahhh.....Tau aja kalo aku lebih milih no TV ketimbang no internet ^_^

Karir baruku menanti di rumah. Doain berhasil yaa....Pemasukan jelas bakal berkurang. Tapi insyaallah ada jalan. Kami ga kaya, tapi juga ga kere-kere amat.

Aaah....akhirnya mulai besok bisa tidur siang sama tuan putri nan lasak

Btw, Kung Fu Panda masih bakal diputer di 21 BP sampe minggu ini ga yah? Kalo nonton malam kasihan Eka. *mulai cek*

Habibah (2)

Ini beberapa hal yang baru aku ingat lagi setelah aku mulai tenang usai kejadian kemarin.

- Waktu membalikkan Habibah, aku sempat mengatakan: Sayang, balik badan yuk biar bobonya lebih enak.

Aku ga tau kalau saat itu dia sudah berpulang. Aku masih sempat memeriksa nafas baik dari hidung maupun mulut, detak jantung, dan denyut nadi sebelum panik memanggil Asih.

- Status anak di sana ada dua: titipan atau serahan. Kalau dititipkan, berarti keluarga si anak masih berhak menengok. Anak masih bisa diambil lagi setelah keadaan membaik, entah masalah ekonomi atau kasus kekerasan rumahtangga atau perceraian.

Kalau diserahkan, seperti dalam kasus Habibah, berarti hubungan orangtua dengan anak putus. Orangtua tidak berhak lagi menengok si anak. Itu satu hal yang bikin aku makin ngenes, karena ingat bahwa tak satu pun yang akan ziarah ke makam Habibah. Orangtuanya juga ga bakal tau kalo anak mereka sudah tiada.

- Nama panti asuhannya:
Panti Asuhan Tunas Bangsa
Jalan Bina Marga No 79 Cipayung Jakarta Timur
Telp: 021 8445651

Iva memberiku alamat panti asuhan khusus bayi&balita lainnya. Kalo mau, japri aja ya.

Saturday, June 28, 2008

Habibah

Tadi pagi, kami sekeluarga ikut Iva n fam ke panti asuhan khusus bayi&balita di daerah Cipayung. Niatnya dalam rangka syukuran ulang tahun Qiqi, putri mereka.

Setelah bertemu dengan pengurus panti, ngobrol sedikit, kami menuju ruang bayi. Hanya boleh dua tamu yang masuk bersamaan, jadi aku dan Iva masuk duluan. Kami ngobrol sedikit dengan petugas di kamar bayi (Kristi dan Asih). Kami boleh membantu memegang botol susu dan menyendawakan, tapi tidak boleh menyusui.

Tak lama, aku pengen ajak Fath masuk ke dalam. Kebetulan Iva mau keluar juga. Saat menuju pintu, aku agak heran melihat seorang bayi yang tidur di boks paling ujung. Posisinya tampak tak nyaman di mataku. Sepertinya dia sulit bernafas.

Setelah membukakan pintu untuk Fath dan Ankaa, aku meminta izin untuk mengubah posisi tidur bayi itu supaya lebih nyaman.

Saat itulah aku merasa kondisi bayi itu aneh. Hidungnya sudah makin pesek tertekan guling yang cukup keras. Tangannya dingin. Buku-buku jarinya putih pucat dan di beberapa titik membiru. Badannya kaku. Aku kaget. Refleks aku bertanya pada Asih.

Bergegas mereka memeriksa bayi itu. Badannya dibalikkan. Punggungnya ditepuk-tepuk. Aku coba memberi pernapasan buatan dan menyadari bibirnya dingin sekali. Kristi mencoba menampar pipi bayi itu beberapa kali. Tak ada reaksi.

Mereka membawanya ke rumah sakit. Tapi jelas sia-sia. Melihat kekakuan badannya, mungkin bayi itu sudah meninggal satu jam sebelum aku balikkan badannya.

Aku menangis. Asih menangis. Fath bergegas keluar menyerahkan Ankaa pada Eka supaya dia tidak melihat betapa Umminya shock.

Bayi itu baru diserahkan ibunya ke panti dua hari lalu. Belum dikasih nama dari panti. Baru dikasih nama saat akan dimakamkan. Namanya Habibah.

Dia ke rumah sakit hanya untuk mendapat surat keterangan kematian.

Karena statusnya diserahkan, ibunya tak punya hak lagi untuk menengok.

Bayi itu baru belajar tengkurap, tapi belum cukup kuat untuk membalikkan badan. Saat tidur, dia tengkurap tapi gagal membalikkan badan saat hidung dan mulutnya tertutup guling.

Pagi tadi, pertama kalinya aku memegang orang mati. Dalam wujud bayi tiga bulan. Dengan suami dan anakku ada di belakangku.

Ingin sekali aku menyalahkan seseorang. Tapi tidak bisa. Asih dan Kristi berbagi shift pagi dan malam. Hanya ada satu petugas menjaga tujuh bayi dengan rentang usia 0-4 bulan. Aku tidak bisa menyalahkan mereka karena teledor. Mengurus satu bayi saja sudah cukup repot, apalagi tujuh. Apalagi satu di antaranya jelas mengalami masalah kesehatan dan rewel sepanjang waktu.

Aku ingin menyalahkan ibu Habibah. Tapi mungkin dia menyerahkan bayinya karena berharap Habibah mendapat kehidupan yang lebih baik. Tahu apa aku tentang kehidupan ibu Habibah?

Aku ingin menyalahkan orang-orang yang cuma mau enaknya bikin bayi tapi ga mau mengasuh. Tapi tudinganku hanya akan membentur tembok.

Namanya Habibah. Artinya kesayangan. Allah sayang sekali padanya hingga memanggilnya lebih cepat. Sepertinya, tadi aku ditakdirkan merasakan keanehan posisi Habibah supaya bayi mungil itu lebih cepat diurus.

Innalillahi wa inna ilaihi roojiuun. Habibah sudah mendapat tempat lebih baik di atas sana.

Friday, June 27, 2008

Final

Tuh kan udah dibilang.....

Final Euro Jerman vs Spanyol!!!


Awas kalo ada yang nanya voor berapa yah. Ga terima pertanyaan gituan.

Yang menang? Jerman dooong *melambai-lambaikan poster Ballack ke Mbak Maya*

Thursday, June 26, 2008

Lolos

Setelah jantung turun ke usus 12 jari karena gol pertama Turki.

Setelah jantung naik lagi ke tempatnya usai gol anak cucu peternak babi.

Setelah ngomel-ngomel sampe ketiduran karena RCTI-TPI-GlobalTV gagal dapet gambar tayangan langsung.

Setelah jantung turun lagi gara-gara Turki menyamakan kedudukan.

Setelah gol pamungkas Philipp Lahm di menit-menit akhir yang menekuk sang raja menit akhir.

Akhirnya.

Jerman lolos ke final.

Turki, kalah dengan kepala tegak. Salut untuk tim yang hanya punya 13 pemain fit tapi bisa merepotkan tim dengan 23 pemain fit. Tim dengan posisi acak adul tambal sulam. Tim spesialisasi menit akhir. Hail Terim ^_^

Setidaknya, separo tebakanku udah bener. Iyay.

Bukan Jalan Buntu

Posting ini dibuat lantaran aku tergelitik sama uneg-uneg Mbak Woro. Aku ga pinter bikin MPASI homemade. Sering nge-blank, ngaco, ujung-ujungnya nowel-nowel minta contekan dari emaknya Aya. Jadi terimalah sedikit tips dari manusia paling bodoh di dapur ini (baca: aku). Dan postingan ini bisa sangat panjang. Jadi sabar yah bacanya he he he

1. Kukus mengukus
Ga harus sedia dandang khusus. Aku jarang pake dandang buat kukus kentang, labu siam, ato wortel buat Ankaa. Seringnya aku tumpangin waktu masak nasi. Biar ga overcooked, aku tumpangin menjelang nasi matang. So far so good. Nasi matang, MPASI beres. Kalo ga ada sarangan (ada yang tau bahasa Indonesianya? Yang bolong-bolong itu loh) buat numpangin, pake aja mangkok alumunium. Kalo ga ada, ya taro gitu aja. Kan bentuknya bongkahan, gampang diambil waktu nasi matang. OK, jadi ga ada dandang, MPASI homemade tetep bisa jalan.

2. Tepung
Ini satu hal yang baru aku sadari waktu pekan lalu tepung beras Ankaa abis. Ternyata, beras lebih mudah dihancurkan kalau sudah disangrai. Jadi cuci bersih dulu, jemur sampe kering, sangrai. Kmaren aku iseng pukul-pukul sembari menyangrai. Ternyata pecah. Tapi ya males deh kalo harus pukul-pukulan. Akhirnya aku hancurin juga pake dry mill bawaan blender. Tapi kalo pun ga ada dry mill, pake aja cobek dan ulekan. Enaknya kalo dari batu. Tiru nenek moyang kita aja lah yang dulu pake lesung he he he. Lagian berdasarkan pengalaman pribadi, enakan bikin rada kasar. Ankaa cepet bosen kalo buburnya terlalu alus. Ga menantang kali ya?

3. Blender memblender
Jujur, aku jarang pake blender buat MPASI Ankaa. Blender untuk MPASI lebih banyak aku gunakan waktu giling tepung dan daging. Kalo Ankaa makan buah, cara mengolahnya ada tiga:
- Dikeruk, kalau buahnya gampang dikeruk macam pisang atau alpukat
- Dibejeg-bejeg pake sendok ato alu kayu foodmaker. Berlaku untuk buah semacam semangka, melon, blewah, pepaya, mangga.
- Diparut, kalo buahnya susah dibejeg-bejeg. Berlaku buat buah semacam jambu air, jambu biji, blewah juga, melon juga, apel, pir.

Buat ngalusin jagung, pake cobek aja. Pastikan cobek bersih dan bebas sisa cabe dll. Kalo bebi masih lom bisa ngunyah, saring dulu abis diulek.

Jadi, ga ada blender, MPASI homemade tetep bisa jalan kan?

4. Cincang mencincang
Aku baru nemu cara ampuh buat ngalusin bayam. Ankaa kan udah mulai pinter ngunyah, meski suka keselek kalo yang dikunyah kegedean. Nah sayur macam bayam, kangkung, sawi dll aku iris super tipis memanjang. Setelah itu diiris lagi melebar. Ngerti ga? Jadi hasilnya kaya lembaran bujur sangkar super imut. Nah kalo bentuknya kaya gitu gampang deh buat ditelen.

Gimana dengan daging? Ibuku dulu sering bikin abon daging. Dagingnya ga dicincang pake blender tapi pake pisau biasa. Emang perlu kesabaran ekstra. Tapi kalo ibuku aja bisa, tentunya mommies yang pinter-pinter bisa juga dong. Biar ga cincang daging tiap hari, bikin aja buat seminggu. Simpen dalam plastik (aku pake plastik klip) dengan ukuran porsi sekali makan. Taro di freezer, ambil kalo butuh.

Kalo waktu mepet buat melumerkan daging beku, cemplungin daging (masih dalam plastik tentunya) ke dalam air dingin. Kata Pak Wolke, dan sudah kupraktekkan, air dingin mencairkan makanan beku lebih cepat ketimbang udara. Lebih cepet lagi kalo taro di wajan dari besi tempa. Keknya yang orang fisika lebih paham soal ini.

OK, jadi urusan cincang mencincang, dianggap solved.

5. Parut memarut
Ga punya foodmaker? Ga masyalah. Parut aja pake parutan keju yang murah meriah itu. Hasilnya kurang lebih sama kok. Solved.

6. Kaldu
Bikin seminggu sekali. Bisa contek kaldu bikinan Omanya Aya. Aku bikin kaldu tawar, ga pake bumbu soale ntar pas masak bakal dibumbuin lagi. Simpen di ice cube, masukin plastik untuk porsi sekali masak. Ga punya ice cube? Aku pake botol bekas UC1000, sisa memulung jaman hamil dulu. Pas isi 120 ml untuk sekali masak. Kalo mau dipake, malamnya aku turunin dari freezer ke kulkas bawah. Solved.

7. Feeding set
Ga ada feeding set? Pake aja piring biasa. Kenapa sih ada feeding set? IMHO karena bebi kalo makan tangannya suka berkelana. Daripada pyar pecah he he he. Kalo ga ada, ya udah pake aja koleksi emak bapaknya. Pastikan bersih.

Ga ada tools bukan jalan buntu bikin MPASI untuk si buah hati. Justru kita harus pinter cari celah mengakali keadaan. Itulah kenapa para ibu adalah makhluk terpintar di dunia. Hayoo semangat MPASI Homemade!!!

Wednesday, June 25, 2008

Demo Kemarin

....bikin aku dan Fath bertanya-tanya. Apa benar mahasiswa itu demo karena idealisme? Kok kayanya nggak yah. Apa karena menolak kenaikan harga BBM lantas mereka berhak menghancurkan pagar pembatas jalan tol? Berhak membakar mobil yang kebetulan berplat merah?

Kalo kelakuan para pendemo yang ngaku mahasiswa itu kaya gitu, jangan ngaku mahasiswa deh. Kaya preman.

Kalo polisi menindak mahasiswa, katanya pelanggaran HAM. Kalo mahasiswa demonstran menghajar polisi sampe babak belur, katanya membela diri. Mungkin polisi itu ga termasuk homo sapiens kali ya.

Kalo mobil yang dibakar kemarin itu meledak, apa ya ga tambah banyak korban jatuh? Mereka mikir ga sih? Katanya menentang kenaikan harga BBM, tapi kok malah membuang-buang BBM yang ada di tangki mobil?

Katanya aksi solidaritas untuk Maftuh Fauzi, tapi kok malah bikin korban baru?

Demonstran yang mengaku mahasiswa kemarin, mereka kuliah modal otot saja kah? Pantesan kasus kekerasan STIP dan IPDN ga banyak bereaksi, ternyata sendirinya kaya gitu.

Demonstran yang mengaku mahasiswa kemarin, sebaiknya ga daftar tes masuk PNS yah. Kan abis bakar mobil plat merah. Masa menjilat ludah sendiri?

H-5

Tuesday, June 24, 2008

Bangku Bumil (2)

Bukan sambungan postingan ini.

Kemarin sore, pulang kantor alhamdulillah dapet duduk. Ada untungnya juga punya badan kecil, bisa nyempil hihihi. Taro tas bekal dan tas ASI di rak kereta, ambil HP, sms Fath minta jemput, ambil HarPot (yes, I reread it), baca deh.

Sampe Stasiun Tanah Abang, walah penumpang banyak bener. Eh itu ada satu ibu hamil. Aku berdiri, niatnya mau kasih duduk. Eh ditahan ama ibu-ibu sebelahku. Katanya:
Ga usah bu, bangku buat ibu hamil kan di sana
Tapi ga lama ada bapak-bapak kasih duduk buat ibu hamil itu.

I've been there before. Emang nyebelin bin ngenes kalo lagi hamil dan ga ada yang kasih duduk selama di jalan. Gimana kalo mendadak kita kolaps? Jadi kalo kamu lagi hamil dan kebetulan naik kereta ekspres, ini sedikit tips untuk membantu orang lain membantu kamu.

Pergilah ke bangku prioritas dan minta tempat duduk pada penumpang yang udah duduk di sana, dengan sopan tentunya. Lebih bagus lagi kalo kebetulan si penumpang adalah bapak-bapak, yang ga mungkin hamil he he he. Tapi jangan minta tempat duduk kalo si penumpang adalah manula, orang cacat, atau ibu yang sedang membawa bayi/balita. Di mana bangku prioritas itu? Biasanya ada di ujung gerbong, tempat duduknya hanya muat untuk empat orang dan dilengkapi stiker bertuliskan Bangku Prioritas Untuk Ibu Hamil, Manula, Penyandang Cacat, Ibu&Balita. Cari aja, pasti nemu kok. Pastikan sebelumnya kamu udah beli karcis ya, jadi emang berhak diprioritaskan untuk duduk di situ.

Trik lain, waktu di peron, jalan kaki agak jauh sampe ujung. Biasanya orang malas nunggu di ujung. Jadi lebih sepi. Tambahan lagi, ga usah ikut desak-desakan naik. Ntar kalo kedorong bisa berabe. Mending naik belakangan lalu cari bangku prioritas.

Sebelum tau ada bangku prioritas, aku selalu berharap ada yang sadar kalo aku hamil. Masalahnya, kehamilanku terhitung kecil. Akhirnya setelah tahu ada bangku itu, aku selalu menuju bangku prioritas. Minta duduknya dengan sopan tentu. It worked.

H-6

Monday, June 23, 2008

Oooommmmeeeee

Sabtu malam. Nonton Grey's Anatomy. Tau-tau dari kamar terdengar:

aaa...uuu......ooommmeeee......ooooommmmeeee.....oooommmeeee......

Huaa....aku dipanggil!!! Senangnyaaa. Meski baru sebatas tangisan hihihi. Cepet-cepet ke kamar *say gut bai dulu ke dr McDreamy & Preston*, buka warung, nenen deh dia. Sepuluh menit, ceritanya dah sampe mana ituu....

Fath cemburu banget tuh aku duluan yang dipanggil.

Ternyata ga pas nangis aja. Kadang pas lagi ceriwis, keluar tuh mmmeeeee......mmmeeee.....

Kalo manggil aku, uh uh. Kalo manggil Fath, ah ah. Tapi nadanya beda. Kenapa ya?

Senaang....

Friday, June 20, 2008

Demi Euro

Ankaa udah keliatan banget ngantuknya. Dikit-dikit kepalanya direbahin ke kasur, matanya merem-merem. Tapi kok ya gengsian kali nona kecil ini. Tetep ga mau bobo. Udah nenen entah berapa kali, tetep ga mau bobo.

Padahal kan aku pengen cepet tidur biar bisa nonton Jerman vs Portugal. Haduh, kudu dibilangin gimana ni anak ya?

nYam: "Sayang, bobo yuk. Ummi dah ngantuk nih"
Ankaa: "uaa ooo eeeeooo"
nYam: "Iya, Ummi kan pengen cepet tidur. Nanti malam Ummi bangun lagi mau lihat Jerman ngalahin Portugal"
Ankaa: "aaa oooo grrrmmmm....prrreeeettt" *yang terakhir itu dia sembur-sembur*
nYam: "Masa Ankaa ga pengen lihat Om Ballack bikin gol? Bobo yuk. Nanti Jerman menang deh"
Ankaa: "gggrrrrmmmm.....aaaaaa"

Abis itu nenen sebentar. Lima menit kemudian, dia pulas.

Tapi tetep aja, aku baru nonton babak kedua. Pas babak pertama, ketiduran.

Tuh kan, Jerman menang. Hayo Nak, dukung Ummi nonton Euro yah hihihi....

ps: Mbak May, mau coba cara ini buat Nara?


pps: ini komentar Fath semalam: Portugal mainnya keburu-buru terus, passingnya gampang ditahan. Ga punya mental sekelas Jerman ^_^

Thursday, June 19, 2008

27

Hari ini.

Jam 12 teng, dapet sun sayang dari suami. Tengok ke kiri, tuan putri kecil lagi pules.

What a purrfect birthday.

Update:

Selamat ya suamiku sayang, hari ini dah resmi lulus. Tinggal tunggu penempatan. Jadi makan-makan kita?

Wednesday, June 18, 2008

Boom.....

Abis booming go green, skarang mulei deh booming ASI. Bagus deh, tapi kadang sebel juga kalo mulai dijadiin bahan marketing. Padahal dulu-dulunya, si produk gencar banget promosi sebagai pengganti ASI.

Kalo emang bener-bener dukung ASI, tolong ya berhentilah mempromosikan susu formula untuk bayi. Stop telpon-telpon bujukan pada orangtua tentang kehebatan sufor dan kalimat menyebalkan: "ASI aja ga cukup lo Bu, harus ditambah sufor". Stop pajang segala iklan di tempat layanan kesehatan. Stop sebar-sebar bonus, sampel, ato unwanted flyer itu.

Beberapa hari lalu, di stasiun Tanah Abang. Ada bayi kecil tidur di lantai stasiun. Di sekitarnya orang lalu lalang begitu saja. Mungkin baru lima bulan usianya. Di sisi bayi.....botol susu formula.

Ngenes banget liatnya. Jelas orangtuanya bukan orang berpunya. Jelas ASI gratis, tapi somehow si bebi dikasihnya sufor yang harus beli. Lebih sebel lagi kalo liat bidan yang plang namanya dilabeli merk susu formula. Haduh, sebagai bidan kan harusnya dia ujung tombak kampanye ASI toh?

Gimana kalo kita mulai kampanye ASI juga?

Eh jadi inget, bentar lagi kampanye ASI di kereta udah ga bisa lagi. Lha udah ga naik kereta lagi huhuhu.

Monday, June 16, 2008

14045

McDonald's delivery service.

Kalo lagi mentok, kadang kita telpon McD. Nah ini kisah lain waktu Ankaa sakit. Abis ke IMC mitnait (yang dikasi obat aneh ama dokter siyalan itu), pulang kan lewat McD Bintaro. Laper karena lom makan. Duh kok kayanya cheeseburger enak yah? Tapi mosok ke McD sambil gendong bebi tengah malam buta?

Sampe rumah, langsung call 14045, pesen Pahe brapa tuh ya, lupa aku. Pokoke yang Double Cheeseburger dua paket. Yang satu minumannya ganti Sprite. Trus dah dikasih tau juga kalo kami bayar pake duit 100 rebu.

Biasanya paling banter setengah jam pesenan dah nyampe. Lagian itu dah mitnait, dan kami tahu kondisi jalannya kan.

Setengah jam, blom datang.

Satu jam...mana ini McD?

Akhirnya pesenan datang jam 01.00!!! Padahal kami pesen jam 23.43. Diitung-itung kan sehari yah? Udah lewat jam 00.00 gitu loh. Satu jam lima belas menit untuk mengantar pesanan dari McD Bintaro yang cuma 15 menit dari rumah. Sebeeelll. Tau gitu berenti dulu di McD, biar deh aku tetep di taksi, Fath yang turun.

Sebelnya masih nambah nih, selaen pesenan yang telat itu.

1. Mas-mas yang nganter dah lewat ya depan rumah. Fath juga dah keluar dan udah MANGGIL si mas: McD ya? Eh dicuekin, malah si mas ngeloyor nyari rumah yang lain. Iyaaa kontrakan kami ga sementereng rumah tetangga. Tapi bukan berarti kami ga bisa bayar delivery McD gitu!!! FYI, ini bukan kali pertama kami order. Sampe si mas deliverynya disamperin ama satpam dan diyakinkan bahwa IYA BENAR rumah jelek itulah yang bernomor D24/4 yang pesen McD. Mosok kudu sedia satpam depan rumah buat meyakinkan si mas McD???

2. Udah dikasih tau, bakal dibayar pake duit 100 ribu. Eh si mas deliverynya ngeyel bilang kalo KATANYA pake duit 70 ribu. Hiiih....ya sut lah, harusnya bayar 69 ribu, jadi kena 70 ribu. Sebel. Bukan masalah duit seribunya itu. Tapi ke-nggak-klop-an antara mas delivery ama petugas call centrenya.

3. Aku dah tidur tuh ya, saking lamanya nunggu si McD. Dibangunin Fath, buka kantong McD. Mana ini tisunya ya? Dan mana ini sambel plus saos tomatnya? Baru sekali ini aku makan cheeseburger tanpa saos sambel dan saos tomat tambahan. Trus malah ada bumbu kentang goreng. Aku ga suka bumbu kentang goreng macam itu. Berasa makan MSG, yang mana sering bikin migren. Akhirnya aku abisin kentang kaya gitu aja. Tanpa saos tanpa sambel. Masih untung dikasih sedotan. Sebel. Pelit amat ama tisu, saos tomat en saos sambel yak???

Pelajaran yang diambil:
1. Untuk sementara, ga usah order delivery lagi.
2. Stok makanan di lemari es harus selalu cukup. Minimal roti tawar, margarin, selai.

Demi Urine

...megangin kantong plastik berjam-jam pun kami jalani.

Sebagai konsekuensi sakitnya Ankaa babak kedua, Ian wanti-wanti untuk cek urine ulang begitu pengobatan AB nya selesai, yang mana itu hari Sabtu kmaren. Nah waktu masih sakit, gampang neh nampungnya. Lha tiap 15 menit pasti pipis.

Percobaan pertama, Ankaa mamam trus mik air putih trus nenen. Sengaja ga dipakein celana, Fath megangin kantong plastik di vaginanya. Eh ditarik dong si plastik nan malang. Ya sut lah, ambil plastik lagi. Tunggu punya tunggu, kok ga pipis-pipis ni anak? Ampe kelar nenen.

Percobaan kedua, tatur. Bawa ke kamar mandi, dipangku....cuur cuuur...kok tetep ga pipis-pipis? Ampe kram tangan megangin huhuhu. Ya sut, balik ke kamar.

Percobaan ketiga, nenen lagi yuuk. Tetep ga pipis. Di saat kami udah rada stres-stres bahagia nunggu si pipis, eh tau-tau perlaknya basah. Lha itu kok ga masuk plastik??? How come??? Ternyata merembes sodara-sodara. Haduuh. Perlak langsung ditekuk trus pipis yang ada di perlak diambil pake....jarum suntik ha ha ha. Sempet nusuk kaki Fath juga tuh. Cuma dapat dikit T_T

Percobaan keempat, karena takut jumlah urinenya ga cukup, kita nungguin lagi. Gantian ama Eka. Tetep ga pipis juga. Ya sut, mari ke lab, kali-kali diterima.

Ditolak. Perjuangan dimulai lagi dari awal.

Sampe rumah, nenenin Ankaa lagi sampe aku ketiduran. Tetep ga pipis.

Bangun tidur, mendadak terbersit ide cemerlang yang entah kenapa ga kepikiran sebelumnya. Iya sodara, tak lain tak bukan....POPOK PLASTIK!!!

Kami dah beli itu popok plastik dari jaman Ankaa blom lahir dan blom dipake sama sekali. Langsung bongkar koper, ambil sebungkus, buka selembar, pasang sedemikian rupa biar ga tumpah.

Tunggu sepuluh menit, pipis deh dia. Langsung panik cari wadah tampungan. Akhirnya pake mangkok hihihi. Mangkoknya ga dipake mamam ko, tenang ajah. Dari mangkok, ditransfer ke plastik klip.

Lima belas menit kemudian dengan penuh kebanggaan, kami masuk lagi ke lab. Mbak-mbak petugasnya, yang udah apal ama tampang-tampang keren ini, senyum-senyum ajah. Berhasil berhasil berhasil!!! *Dora mode ON*

Nduk sayang, kalo suatu saat kamu dah gede, dah bisa baca, dah bisa internetan, dan pas baca tulisan ini, ingetlah betapa kami dulu nunggu kamu pipis aja sampe berjam-jam. Jadi ntar jangan pipis sembarangan ya. Dan yang lebih penting: jangan kena ISK lagi yah.

Wednesday, June 11, 2008

Oahem

Ga ding. Ga ngantuk he he he.

Ankaa dah mulai pulas lagi bobonya, setelah beberapa malam dikit-dikit nangis. Pipisnya udah ga seicrit-icrit lagi. Tapi ya gitu, langsung banyaaakk. Rada bau obat, abis antibiotiknya masih ampe Sabtu ntar. Dan begitu badannya mulai enakan, petakilannya kambuh. Ga pa pa deh, daripada lemes gitu. Ga tega liatnya.

Euro? Forget it. Niat semula nonton Jerman. Gagal. Cuma nonton gol kedua Podolski. Abis itu niat mau nonton Spanyol vs Rusia. Gagal. Huhu....my Torres huhuhu.....

Trus menu makan di rumah mulai variatif. Thanks to my cute little recipe cards. Praktis banget. Aku tinggal belanja, sodorin kartu resep ke Eka and voila...jadi deh ha ha ha.

Buat mamamnya Ankaa, kmaren aku bikinin agar-agar. Udah boleh ko buat baby 8 bulan. Agar-agar dikit aja, ga sampe sebungkus. Dimasak kaya biasa, tetep NO SUGAR yah. Trus pas udah mendidih, dinginin bentar tapi jangan sampe beku. Campur ama sari buah, aku pake jambu biji. Warnanya pink cantik banget loh. FYI, I don't even like any pink hihihi. Ankaa doyan banget termasuk doyan ngeremet-remetnya. Ntar malam mau bikin agar-agar belimbing. Susah banget dapet belimbingnya.

Oia, ini jaga-jaga suamiku tersayang baca posting ini (yang mana kemungkinan itu besar sekali). I just wanna say:

I LOVE YOU

mwuaaahh......

Monday, June 09, 2008

Ankaa Sakit (2)

Stupid mother. That's me.

Aku tahu penyebabnya. Aku tahu cara pencegahannya. Aku tahu gejalanya. Aku tahu rasa sakitnya. Aku bahkan pernah mengalami sendiri.

Tapi tetap saja, aku luput mencegah anakku sendiri kena penyakit yang sama.

Aku cuma bisa curiga curiga curiga. Dan saat benar positif, aku cuma bisa berharap belum terlambat.

Begitu Ankaa sembuh, aku agak heran karena ada perubahan di pola BAK-nya. Pipisnya jadi seicrit-icrit tapi sering. Udah gitu, kalo malam dia jadi sering ngompol, padahal sejak usia 4 bulan, Ankaa udah ga pernah ngompol malam.

Nafsu makannya juga berkurang. Tapi kupikir karena dia baru sembuh dari sakit.

Jum'at lalu, tiba-tiba Fath telpon: Ankaa demam sampai 40,4 C. Aku kaget. Langsung pulang meski jarum jam baru menunjukkan pukul 13.00. Sampai rumah, Ankaa lagi digendong a la kanguru. Demamnya sudah turun jadi 36,5 C setelah dikasih Tempra.

Tiba-tiba, malam hari sekitar jam 22.00, demamnya muncul lagi. Kali ini 39,2 C. Dikasih Tempra malah muntah. Langsung aku telpon taksi, ke RS IMC. Sebenarnya itu bukan pilihan pertama, tapi jaga-jaga kalo Ankaa perlu tindakan lain. Lagipula DSA Ankaa praktek di situ dan berdasarkan informasi dari IMC, DSA nya bisa on call.

Sampe sana, langsung dibawa ke UGD. Diukur suhu, 39,7 C. Eh sama dokternya langsung dikasih Proris stup lewat dubur. Ga pake ngomong apa-apa. Hei, anakku masih bisa nelan obat, ngapain dikasih lewat dubur? Perawatnya cuma bilang karena demam tinggi. Aku cuma bisa melotot karena kejadian itu sangat cepat. Belakangan aku cek, obat yang diberikan berisi ibuprofen yang hanya boleh diberikan pada anak di atas usia 1 tahun.

Udah gitu, aku tanya ke dokter jaga yang sedang menulis resep
nYam: "Dok, anak saya sakit apa?"
Dokter: "Oh, radang tenggorokan. Tuh merah-merah"
nYam: (mbatin: ya iyalah merah...lha anak gw barusan nangis) "Radangnya karena apa? Virus atau bakteri?"
Dokter: "Virus kayanya"
nYam: (mbatin: maksut lo kaya apa neh?) "Itu diresepin apa?"
Dokter: "Oh ini antibiotik, tapi ringan kok Bu"
nYam: "Kalau anak saya sakit karena virus, kenapa diresepkan antibiotik? Bukannya virus ga mempan sama antibiotik?"
Dokter: (diem ga bisa jawab)
nYam: "Trus itu apa lagi Dok? Kok banyak banget obat yang diresepkan?"
Dokter: "Ini puyer bu. Buat demamnya"
nYam: (mbatin: hare ghenee lo kasih puyer?? plis deh)
Keluar dari UGD, aku bilang ke Fath: obat jangan ditebus karena ga masuk akal. Masa dikasih Amoxsan dll yang sekilas aku lihat ada obat penenang juga dalam puyernya. No way. Anak gw ga butuh obat penenang. Makasih Dokter Toni, tapi kami tidak sebodoh yang Anda kira. Mungkin kami ceroboh hingga Ankaa sakit, tapi kami ga segitu begonya sampe mau aja terima puyer isinya ga jelas macam gitu. Emangnya mau bunuh anak sendiri apa?

Sepulang dari IMC, ga henti-hentinya aku menyesali Proris yang keburu masuk itu. Ya Allah, semoga ga ada efek mengerikan dari obat itu.

Besoknya, Ankaa masih demam. Aku telpon dr Astrid, disarankan kalo masih demam 72 jam, cek urin. Tapi aku ga sabar, langsung coba tampung urine Ankaa. Dapet dikit, nyaris ga cukup. Lha petugas di lab aja geleng-geleng.

Sembari menunggu hasil lab, aku telpon ke klinik YOP. Janjian dengan dr Ian. Curiga ISK juga. Begitu hasil lab keluar, aku telpon mengabarkan hasilnya. Ya, positif ISK. Langsung menuju Klinik YOP, diantar Pak Wayan.

Sampe sana, timbang BB Ankaa....OMG...turun lagi. Huiks. Dikasih resep, kali ini mau ga mau emang harus AB. Untung bentuknya sirup, jadi ga repot waktu mau kasih. Akhirnya diputuskan, penyembuhan ISK dulu baru kemudian observasi lagi masalah BB Ankaa. Kemungkinan, ini silent ISK. Itulah kenapa BB Ankaa susah banget naik. Dan mungkin muncul karena daya tahannya masih lemah usah batpil itu.

Alhamdulillah kondisi Ankaa sekarang mulai membaik. Nafsu makan mulai naik. Frekuensi pipis semakin jarang, tetap dalam ambang normal. AB nya diteruskan sampai 7 hari, setelah itu cek urine lagi.

Ini teguran untuk kami. Salahku karena kurang melatih Eka membersihkan Ankaa.

Kemarin, keputusan sudah diambil. Fokusku adalah anakku. Pada Ankaa. Usai pendarahan yang hampir membuatku "lewat", aku berjanji memanfaatkan kesempatan kedua ini sebaik-baiknya. Tapi ternyata tidak. Aku ceroboh.

Kesalahan ini tidak boleh terulang lagi. Langkah besar itu sudah aku ambil pagi ini. Belum keluar keputusan final dari pihak berwenang, tapi aku berharap bisa secepatnya. Sebelum terulang kejadian yang lebih buruk lagi. Ga mudah, tapi bukan berarti aku ga bisa. Insyaallah akan ada jalan.

Friday, June 06, 2008

MPASI Ankaa Bulan Kedua

......alias mulai Ankaa umur 7 bulan sampe menjelang 8 bulan. Di bulan ini, menu MPASI Ankaa udah mulai dicampur-campur. Kalo awal-awal cuma satu macam, sekarang mulai ditambah. Jadi apa yang udah aku kenalin sebelumnya tinggal ditambah dikit. Trus dasar emaknya Ankaa suka ilang ide, ga selalu tiga hari menu yang sama. Misalnya pas mau ngenalin tahu, hari pertama tahu+beras putih, hari kedua tahu+oatmeal, hari ketiga tahu+beras merah. Lama-lama bisa tiap hari ganti. Tergantung itu tukang sayur bawa apa ha ha ha. Persis kaya emaknya Aya.

Di bulan ini, Ankaa dikenalkan pada (di luar yang udah dikenalin bulan kemaren ya):
  1. Tahu (kukus, haluskan)
  2. Tempe (kukus, haluskan)
  3. Labu siam (kukus, haluskan)
  4. Wortel (kukus, parut)
  5. Brokoli (parut, kukus)
  6. Kacang merah (kukus, haluskan.....berhubung suka males, aku rebus pake kaldu trus dialusin di atas saringan kawat)
  7. Bayam (ga nemu cara ampuh. HELP!!!)
  8. Kacang panjang (idem)
  9. Buncis (idem)
  10. Ubi jalar (kukus, haluskan)
  11. Semangka (haluskan. langsung digigitin juga gpp)
  12. Pisang (ditolak T_T)
  13. Pir (haluskan. Ankaa ga suka kalo buahnya dikukus dulu)
  14. Jeruk (ambil airnya. Ankaa suka gigit jeruk yang dipotong menurut juringnya)
  15. Melon (idem semangka)
  16. Blewah (idem semangka)
  17. Kaldu ayam
  18. Kaldu sapi
  19. Daging ayam (setelah dikenalin dengan kaldu)
  20. Daging sapi (setelah dikenalin dengan kaldu)
  21. Butter (aku pake Orchid UNSALTED alias tanpa garam. Cari di bagian berpendingin)
  22. Jambu air
  23. Nanas (ga sengaja, tapi lha doyan je. Kata si Ratih, makanya jangan ngerujak depan bebi)
  24. Bumbu semacam bawang putih.

Frekuensi makan juga udah ditambah. Pagi makan "besar", siang makan buah sama Eka. Karena sempat sakit, Ankaa GTM. Susah banget makannya. Kudu diakal-akalin dikit.

Mulai besok, Ankaa makan bubur nasi. Nyontek emaknya Aya aja deh hihihi.

Oia, aku bikin kentang butter buat Ankaa kaya gini: kentang dikukus, trus dialusin. Panas-panas campur ama butter. Udah deh beres.

Aku bikin kaldu Ankaa seminggu sekali. Tulang sapi ato ayam direbus lama pake slow cooker sampe kaldunya mantep. Trus si kaldu didinginkan, saring, simpen di wadah (aku pake botol UC1000, tutupnya diganti tutup Zestea). Abis itu simpen di freezer. Abis mau beli wadah baru, sayang duitnya.

Buat bikin daging giling, aku beli chopper Philips. Giling daging secukupnya aja trus disimpen di plastik klip cukup untuk porsi sekali makan. Jadi daging ga rusak karena dibekuin-dicairin-dibekuin lagi. Satu plastik cukup untuk sekali makan.

Bulan depan ini juga mau ngenalin keju buat Ankaa. Kejunya pilih yang tanpa garam yah. Kmaren liat di Hero, ada keju Ricotta merk Yummy. Ada yang mascarpone, tapi mahal beneeerr. Eh btw, aku kan buta keju nih. Punya resep pake keju ga? Bagi dong.

Ah iya, sama mau nambahin bumbu. Di usia 8 bulan, makanan bayi udah bole dikasi bumbu macam bawang putih, bawang merah, bawang bombai, daun salam, dll. Yang ga bole tetep gula-garam-MSG-madu.

Tantangan terberat di MPASI bulan kedua adalah: menghaluskan bayam. Ada yang bisa bantu?

Menjelang Euro (2)

Euro tanpa Inggris itu seperti Piala Dunia tanpa Brasil dan Italia sekaligus. Fath manyun mulu kalo inget Inggris ga lolos. Kayanya dia membelot dukung Jerman deh.

Eh kalo finalnya Jerman vs Spanyol, seru kali yah. Torres ato Podolski? Sementara kita lihat, mana yang lebih perkasa di bawah mistar gawang: Pepe Reina ato Jens Lehman....ahuhuhu.....Liverpool vs Arsenal ha ha ha. Tapi Pepe bakal dipasang ga yah? Masih ada Casillas gitu.

Kayanya situs ini bakal jadi situs wajib buka tiap pagi.

Akhirnya aku bakal nonton TV lebih lama dari biasanya ha ha ha. Biasanya cuma pagi sekitar 15 menit sembari mompa. Itu juga lom tentu, seringnya sambil baca Kompas. Malam pun cuma pas malam minggu, nonton Grey's Anatomy. Jadi seminggu ga sampe lima jam.

Dan mulai besok, minimal 90 menit sehari!!! Malam pulak. Senaaangg.....

Lebih senang lagi kalo ada yang mau kasih jersey+jaket Jerman n Spanyol hihihi.....Kan aku mau ultah *ngarep*

Thursday, June 05, 2008

Menjelang Euro

.....berarti stok kopi kudu ditambah. Siap-siap begadang. Kayanya aku cuma nonton Jerman deh. Kata Fath, aku nonton Jerman demi ngeliat pantat-pantat sekseh ha ha ha.....Ga lah yaw.

Aaah.....musim bola memang menyenangkan. Luv it!!!

Tuesday, June 03, 2008

Legging Don't (2)

pagi ini
ibu-ibu separo baya berjilbab. baju gembung motif batik lengan balon. dan legging coklat yang rada sheer.

waktu dia berdiri, ternyata bajunya itu selutut, bukan sepaha seperti yang kukira.

ok. kalo sepaha, jadi kaya jilbaban tapi nanggung. kalo selutut, bikin aku inget....dasterku di rumah. duh ibu...ya mbok tolong inget panjenengan itu pake jilbab. ga usah maksa pake legging, apalagi leggingnya ga sampe semata kaki gitu. nanggung banget.

btw, keknya kita kudu makasih ke Malaysia. karena klaim mereka atas batik jadi bikin batik booming di mana-mana gini hihihi. asik asik, dagangan batikku juga laris manis di malang sana. moga-moga wiken ini bisa kulakan lagi

Monday, June 02, 2008

Dialog

Ada dialog-dialog yang hanya bisa kubayangkan. Kemungkinan terjadinya lebih kecil dari peluang Indonesia lolos ke partai puncak Piala Dunia.

Dialog yang isinya kemarahan, mungkin. Kekecewaan. Kalimat-kalimat singkat, pedas, apa adanya sebagai balasan atas kalimat beberapa bulan lampau.

Dan jika dialog itu memang terjadi, aku akan menghadapi konfrontasi dengan orang-orang yang aku sayang. Yang akan membuatku mempertanyakan kenapa waktu itu mereka tidak melindungiku.

Hanya bayangan. Karena jika pun ada kesempatan untuk mewujudkannya, belum tentu aku punya cukup keberanian untuk itu. Empat bulan lagi. Semoga kemarahan selama setahun ini tidak meledak saat itu.

Maaf, komentar untuk posting ini ditutup.

Penguat Ingatan

Dulu
Cuma perlu mengingat nama teman-teman. Tapi tambah umur, ga cuma teman SD kan yang namanya harus diingat? Itung aja sendiri, teman SD+SMP+SMA+kuliah+kerja+lain-lain.

Sekarang
Harus wajib kudu bisa mengingat si ini udah merit dan si ini belum. Ingat juga nama pasangan si anu. Si itu dah punya anak jadi diingat juga nama si anak plus umurnya. Kalo ntar anaknya dah nambah, inget-inget juga. Oia, termasuk juga nama anak sepupu-sepupu dan.........mmm.....ah sudahlah. Never ending list ini.....hihihi

Kayanya aku mulai butuh juga itu gingko biloba hihihi *kesimpulan ga penting*

Note: posting ini terinspirasi dari YM -an menjelang lunch yang berawal dari lupa-lupa ingetnya si mama Cise akan nama suami seorang teman, yang bikin aku ngeYM beberapa teman lagi karena aku juga lupa-lupa inget. Ternyata, ingatanku sejak awal bener, cuma ketuker antara suami si temen dengan satu suami temen lain.

Yang Mati dan Hidup Lagi

Wiken lalu, Fath terima sms berita duka mengabarkan teman SMU-nya dulu, Febta, meninggal di Jepang karena kanker. Wah kaget banget lah blio. Langsung nelpon sang pengirim sms, tanya-tanya ini itu (jenazahnya blom dikirim ke Indonesia), plus memforward sms itu ke temen-temen lain.

Eh ndilalah, tau-tau ada sms balasan dari salah seorang yang dikirimin. Intinya mempertanyakan, bukannya yang meninggal itu IBUNYA Febta?

Hee....binun deh si Fath. Abis itu buru-buru nelpon tetangga Febta yang juga temen sendiri. Dan ternyata bener sodara. Yang meninggal bukan Febta, tapi ibunya. Iya benar karena kanker. Febta? Masih di Jepang, blom pulang.

Aku tuh mau ketawa, kok ya ga sopan bener lagi ada yang meninggal gitu. Mau ga ketawa, kok ya lucu bener si suami tampangnya bingung menyusun sms ralat hihihi.

Akhirnya sms ralat berita meninggalnya Febta pun dikirim. Eh balasannya dong ada aja yang ngaco. Here's some:
- Jadi Febta masih hidup?
- Alhamdulillah Febta ga jadi meninggal

*ngakak diem-diem*