Thursday, March 31, 2011

Kue Kotakan

Kadang saat rapat atau pelatihan apa gitu di kantor Fath, pesertanya dikasih kue kotakan. Wajar lah, kantor mana yang nggak.

Fath selalu membawa kue-kue itu utuh sampai rumah. Dia bahkan nggak nowel sedikit pun sekedar untuk icip-icip. Katanya, kuenya buat Ankaa dan aku. Dan selalu Ankaa yang bertugas mengambil kotak itu dari tas kerja Fath. And she enjoyed it, the moment she opened her father's bag and found the delicious food inside.

Hal kecil yang sepele memang. Tapi bikin kami makin sayang sama bapak keluarga :)

We love you Abi....

Tuesday, March 29, 2011

Three Cookies and A Bag

Sebagai pengalih perhatian dari koneksi internet yang oh-so-lambretta, oven dan mesin jahit dikeluarin lagi. Nyoba bikin cookies nih ceritanya. FYI, aku ga pernah bikin cookies sebelum ini. That's just not my thing. Lagian takut gagal duluan, secara banyak cerita gagal bikin cookies. Yang keras lah, terlalu crunchy lah. Pokoknya ngeper aja.

Ternyata eng ing eng....sukses juga. Pertamanya bikin semprit coklat (resep dari buklet Saji). Sukses sih....asal aku ga salah baca suhu pengovenan. Jadi mustinya 140 derajat, 20 menit. Eh aku oven 175 derajat, 20 menit! Dari tiga loyang, cuma satu yang ga gosong. Bentuknya juga aneh-aneh, selain karena baru pertama bikin, Ankaa juga dikit-dikit rekues bentuk ini bentuk itu. Kata Fath, yang ga gosong udah enak kok. Tinggal bikin aja lagi :D

Eksperimen kedua, bikin cookies mocachino-pisang, dari buklet Saji juga. Ternyata Fath kurang suka, padahal dia kan penggemar pisang DAN kopi. Aneh. Yang ada, aku ngabisin sendirian tu cookies.

Eksperimen ketiga, bikin cookies dicetak bentuk kelinci. Trus dikasi coklat leleh. Kata Fath dan Ankaa, enak. Tapi itu hiasan coklatnya yaa....memalukan sekaleeee......So far udah nyoba bikin yang dibentuk dengan sendok, spuit, dan dilindes pake botol dan dicetak. Tinggal nyoba bikin nastar belum kesampaian, padahal dah bikin selai nanas dari kapan tau.

Kelar cookies, aku bikin tas baru buat Ankaa. Tas yang aku bikin sebelumnya ternyata kekecilan. Kalo dimasukin botol minum dan kotak bekal, susah banget ditutup. Kebetulan punya kain lurik sisa (beli waktu Inacraft tahun lalu) dan perca dari kain sprei. Pola dasarnya ambil dari sini, tapi aku ubah jadi pake retsleting. Hasilnya lumayan. Lain kali mau bikin lagi aah....