Monday, January 30, 2012

Pamrih

Beberapa bulan lalu, aku terima friend request via Facebook. Ga kenal namanya sih, cuma waktu lihat mutual friends kok banyak bener yang aku kenal ya? Berhubung aku emang gampang lupa nama, ya kupikir dia itu long lost friend lah. Eh beberapa hari lalu, dia kirim message yang intinya salam perkenalan dan tawaran peluang bisnis oleh ibu rumah tangga.

Jdieeerrr....jadi selama ini blionya sendiri ga kenal saya toh? Stupid me.....

Aku punya temen yang berawal dari pertemanan di internet. Tapi dari awal, emang niatnya berteman, bukan karena dia cari prospek downline.

Aku punya temen dunia nyata yang emang berbisnis serupa, tapi mereka juga ga sembarangan nawarin gitu loh. Kami tetap berteman baik. Sesederhana itu kok.

Aku nggak ada masalah dengan bisnis itu. Serius. Aku cuma merasa that's not for me. Apa yang cocok untuk satu orang, belum tentu pas untuk orang lain kan? Udah titik itu aja. Dan aku nggak suka kalo dideketin orang (apalagi orang tak dikenal) cuma karena dia melihat aku sebagai calon downline baru. Belum kenal aja kok udah ada pamrihnya ya, gimana kalo dah kenal?

Enaknya YBS dihapus dari friendlist ga yah?

ps: Mel, sumpah ini bukan kamu...suer....gutlak ama bisnisnya yaaa....:*


Thursday, January 19, 2012

Nrimo

Aku dan Fath pengen banget tahun ini udah bisa punya rumah sendiri plus mobil, meski misalnya untuk itu harus melepas aset yang kami miliki. Harga rumah sekarang gila ya :D

Tapi kok ya, niat baik emang adaaaa aja halangannya. Ternyata ada masalah yang bikin kami harus kuras kocek yang nggak sedikit. Moga-moga semua urusan lancar. Seperti kata Fath, pasti ada jalannya, pasti indah pada waktunya *halah*

Yang bikin ngenes, ya tiap kali aku lihat Ankaa. Udah ga terhitung kali acara jalan-jalan wiken sekeluarga tertunda karena hujan. Lha alat transportasinya motor  je. Meski cuma jalan-jalan keliling kompleks setelah pulang belanja sayur, itu acara mingguan yang selalu ditunggu Ankaa. Fath berangkat jam lima pagi, pulang malam (jadi sapa bilang PNS itu males yah..PNS departemen mana dulu...grrr). Jadi waktu ketemu Ankaa juga cuma malam hari, dengan catatan Fath ga pulang telat.

Beberapa hari lalu, iseng aku tanya ke bocah cilik ini soal rumah.

Ummi (U): "Ankaa seneng ngga di rumah sekarang?"
Ankaa (U): "Seneng kok. Kan ada Abi-Ummi" (meleleh)
U: "Pengen punya rumah sendiri nggak?"
A: "Kan ini rumah kita"
U: "Bukan Sayang, ini rumah Bu Nik, kita pinjem. Kalau ntar punya rumah sendiri, kan Ankaa jadi bisa punya kamar sendiri"
A: "Nanti kalau kamar sendiri, aku bobo sendiri dong?"
U: "Ya kan udah gede"
A: "Ummi temenin"
U: "Lah masa Abi tidur sendiri?"
A: "Ya Abi ikut di kamarku" (yee...sama aja boong)

Nah selang agak lama, gantian nanya soal mobil.
U: "Ankaa pengen ga punya mobil?"
A: "Nggak. Kan ada motor"
U: "Kalau motor kan kalau hujan kita basah. Jadi ga jalan-jalan kaya kemarin"
A: "Kan tinggal kasih atap" (yes my dear, what a smart reply)
U: "Kan masih tempias, kanan kirinya juga kena"
A: "Atapnya pake kayu aja biar kuat. Depan juga dikasih"
U: "Kalau ditutup, ntar Abi ga bisa lihat jalan dong?"
A: "Kan dikasih jendela"
U : *speechless*

Ini bocah yang kalau diajak ke toko mainan nggak pernah rewel minta dibeliin ini itu. Sekali-kalinya dia memasang wajah pengen saat ke Toys City ya waktu lihat Lego. Dan wajah kepingin itu lebih banyak ditunjukkan kalau lagi ke Gramedia hue he he he ...

Ini bocah yang dengan telaten menabung dan dengan jelas menyatakan uang celengannya mau dipakai beli kamera. Alasannya biar bisa motret boneka-bonekanya. (Pake kamera Ummi? No Wayyyy!!!!)

Ini bocah yang pernah ngambek karena diajak pulang naik taksi, bukannya angkot. She's an angkot-lover.

Ini bocah yang sangat-sangat menikmati naik angkutan umum, even itu KRD yang isinya campur aduk macam pasar berjalan. 

Ini bocah yang membeli celengan dan jam tangan dengan uangnya sendiri (katanya mau belajar membaca jam, makanya beli yang analog), pakai uang angpao Idul Fitri. Sisa angpao dengan jelas dia minta untuk dimasukkan tabungan di bank.

Justru karena kami punya anak yang sangat nrimo seperti ini, kami jadi makin ga tega. Sikapnya bikin kami makin terpacu untuk memberi semua yang harusnya bisa dia nikmati.

Wish us luck yaaa......

Thursday, January 12, 2012

The Hair Talk

Setiap kali ada orang datang dan melihat Ankaa pertama kali, biasanya komentarnya serupa
"Rambutnya tipis ya, ga coba kasih (merang-lidah buaya-minyak kemiri-dll-dll-dll)"

Sampe cape jawabnya. Emang sih rambut Ankaa nggak selebat teman-temannya. Kadang suka gemes lihat rambut Dorothy atau Aqila (waktu masih belom pindah) yang lebat lurus hitam macam bocah di iklan sampo Lifebuoy ituh. Tapi ya masa nggak nerima kondisi rambut anak sendiri? Alhamdulillah pas dikasih minyak zaitun, rambutnya mulai rada tebel.


Lagian dulu aku juga nggak punya rambut. Punya sih, tapi tipiiiiis banget. Jadi rambut Ankaa di usianya yang keempat itu jauh lebih tebel dibanding rambutku dulu di usia yang sama. Ga percaya? Nih...(mempermalukan diri sendiri).


Me


Her

Kata ayah-ummi, dulu aku pernah demam tinggi sampe rambut rontok semua. Udah segala dicoba, tetep aja akar rambutnya ga ada. Ya akhirnya ada lagi seh, setelah entah berapa tahun. Saking tipisnya ni rambut, di buku rapot SD tertulis jenis kelamin laki-laki. I was a handsome girl back then hua ha ha ha.....

Jadi yah sekarang kalo ada yang komentar perkara rambut Ankaa, jawabanku gampang aja:
"ini turunan dari saya kok, ntar juga numbuh"

Meski sambil rada ngedumel juga seh hihihi




Friday, January 06, 2012

Celoteh Ankaa (lagi)

Sekolah baru

Dulu (banget, jaman belum nikah) ada temen bilang kalau masa-masa pendaftaran sekolah anak itu masa-masa capek dan sport jantung. Katanya mulai dari bandingin antarsekolah, ngecek fasilitas, nanya kanan kiri, sampai kaget pas tahu berapa uang pangkalnya.

Setelah mengalami sendiri, ya ga sampai jantungan sih, cuma agak sesak nafas karena UP TK Ankaa cukup buat bayar kontrak rumah (moga-moga tahun ini terakhir ngontrak...Amiin). Singkat cerita, setelah studi banding sana sini, pertimbangan ini itu, Insyaallah kami sudah mendaftarkan Ankaa ke sekolah yang terbaik yang bisa kami jangkau.

Nah akhir Desember lalu, aku ajak Ankaa daftar ulang ke sekolah barunya. Heran ya jaman sekarang, sekolahnya Juli, daftarnya Desember. Nah di sekolah itu jelas mainannya lebih banyak dong, kumplit ama mural dan tanamannya. Si bocah asyik dah manjat-manjat trus perosotan segala macam. Berhubung udah mulai panas (sampe ditegur Bu Guru karena panas-panas malah asyik main) dan aku rencana ke salon (yeah!!!), aku ajak lah si nduk pulang. Eh ni bocah jawabnya gini cobaaa:

Ummi ngomong apa sih, anaknya lagi asyik main kok diajak pulang

Jleb.

Alien?

Sore-sore lagi leyeh-leyeh sama Ankaa, mumpung Abi lagi DL ke Surabaya. Tahu-tahu Ankaa nanya:
Mi, rumah Uti itu di planet bumi bukan sih?

Halah, dikiranya keturunan alien kali yaaa...atau diam-diam dia baca headshot blog ini? Eh doi belom bisa baca ding :D