Posts

Showing posts with the label rambling ga jelas

Pasar Bebas?

Image
Semacam sambungan dari posting yang ini . Ada toko kelontong kecil sebelum sekolah Ankaa. Tokonya juga belum lama berdiri. Lumayan lengkap dan (ini penting) murah. Pekan lalu, space kosong di sebelah toko itu mulai diberesin. Saya pikir buat kantor marketing cluster apa gitu, habis sebelumnya ada spanduk penjualan rumah. Ternyata jadi minimarket. Saya bingung, yang ngasih izin pendirian minimarket ngecek lokasi ga yah? Dalam radius 200 meter dari lokasi aja ada entah berapa minimarket dan satu supermarket. Ditambah lagi si minimarket baru didirikan persis sebelahan sama toko kecil. Pasar bebas sih pasar bebas, tapi mbok ya yang sehat dan adil. Ini mah semacam Daud vs Jalut, tapi Daud-nya ga punya senjata dan kurang gizi.

Seratus Rupiah

Image
Beberapa pekan lalu, saya beli kaoskaki buat Ankaa. Harga yang tertera Rp 16.900,- Saya bayar dan kembaliannya kurang seratus rupiah. Lagi. Alasannya ga ada receh. Masih mending si mbak kasir kasih alasan. Sebelum itu, saya beli kaoskaki juga di toko lain dan kembaliannya (lagi-lagi) kurang seratus rupiah. Si mbak kasir boro-boro kasih alasan. Cuek aja gitu sambil terus ngobrol sama temennya. Kayanya sepele, receh, nominal kecil banget ya seratus rupiah itu. Tapi nggak bakal ada duit lima miliar kalo kurang seratus rupiah. Dan meski wacana denominasi rupiah makin kuat gaungnya, saya yakin kok Bank Indonesia masih punya stok duit seratus rupiah. Toko-toko itu sebenernya punya dua pilihan. Pertama, mereka sudah tahu banyak item barang (sepatu, kaoskaki, dll) yang harganya diakhiri nominal Rp 900,-. Kenapa ga sekalian saja dibuletin ke atas? Apa karena secara psikologis orang merasa Rp 16.900,- lebih murah ketimbang Rp 17.000,-? Tapi kalo ujung-ujungnya bayar Rp 17.000,- ya sama ...

Demo

Fath pernah cerita, suatu hari saat naik KRL, dia berdiri dekat beberapa penumpang. Dari penampilannya, mereka (maaf) tampaknya pekerja biasa dengan pendapatan pas UMP saja. Tapi obrolannya dong, tentang ganti BB, Android dll dll. Saya nyengir denger cerita itu karena saya tahu handphone Fath udah jadul, beli seken pulak :D Saya suka ngenes kalo buruh lagi pada demo menuntut kenaikan upah lah, hapus outsourcing lah, atau minta tunjangan kesehatannya dibayarin. Udah bikin macet, malah ngerepotin banyak orang yang notabene juga buruh, dan menuai kejengkelan pulak dari masyarakat. Mbok ya dipikir, misalnya nih demonya bikin macet. Trus orang yang terimbas macet pada marah-marah dan doain yang jelek-jelek dan doanya terkabul. Ya jangan kaget kalo tuntutannya ga terwujud. Saya sangat setuju bahwa pengusaha punya kewajiban membayar upah pegawainya dengan layak. Jangan mau untung gede tapi buruhnya ditindas. Tapi buruh juga punya kewajiban bekerja dengan sungguh-sungguh. Lha kalo dikit-...

Tentang Tuntutan

Sekedar berandai-andai. Misalnya ya, harga BBM jadi dinaikkan. Biasanya harga kebutuhan pokok pun ikut naik. Anggap ini kenaikan pertama. Lantas dalam beberapa bulan, datanglah bulan Ramadhan dan Idul Fitri, yang mana biasanya ada kenaikan harga juga. Anggap ini kenaikan kedua. Jadi dalam pandangan saya sebagai ibu rumahtangga nan dhoif ini, saya akan mengalami dua kali kenaikan harga. Nah kenyataannya, sekarang harga BBM tidak jadi naik dan rencananya kenaikan akan dibahas lagi enam bulan dari sekarang. Masalahnya, gonjang ganjing isu kenaikan BBM (termasuk sederet demo anarkis yang menyertainya) sudah membuat harga barang naik.kalo ga percaya, boleh tanya tukang sayur yah Kenaikan pertama: check. Trus ntar datang Ramadhan dan Lebaran. Kenaikan kedua: check. Setelah itu, masa enam bulan tiba pas usai Idul Fitri. Sangat mungkin ada kenaikan harga lagi. Kenaikan ketiga: check. Namanya kenaikan biaya hidup itu nggak bisa dihindari. Sebagai ibu ...

Tujuan dan Manfaat

Just wondering, apa sih manfaat aksi bakar diri Sondang ? Mungkin (sekali lagi: mungkin) aku bisa menangkap tujuannya, tapi nggak ngerti juga apa ada manfaat aksi bakar diri itu. Bagi dirinya sendiri, yah dia mati karena luka bakar. Dan aku yakin itu sakit sekali. Lha kapan itu tanganku kena cipratan minyak panas aja suakit minta ampun, apalagi ini langsung kena api. Bagi keluarganya, ga ada keluarga yang mau ditinggal anggotanya seperti itu. Belum lagi lulus kuliah, belum lagi bisa membalas jasa orangtua, eh meninggal. BTW, yang nanggung biaya pengobatan siapa ya? Hayo itu yang koar-koar menyatakan Sondang adalah pahlawan, tolong ya bayarin biaya RS. Bapak Sondang sopir taksi , dan tau sendiri berapa sih penghasilan sopir taksi. Bagi teman-temannya? No comment deh kalo itu.  Bagi bangsa ini, hmmm kayanya nggak deh kalo mendadak semua masalah bangsa bisa dipecahkan dengan satu aksi bakar diri. Indonesia bukan cuma Jakarta. Kalau pandangan cuma diarahkan ke carut marut J...

Menjaga Pelanggan

Minggu lalu, aku beli wortel di tukang sayur langganan, Mas Yoyok. Sampe rumah, entah karena nggak langsung dicuci dan masuk kulkas ato kenapa, yang jelas ada dua wortel yang kurang bagus. Terpaksa deh dibuang. Nah hari Kamisnya, pas belanja di Mas Yoyok lagi, sambil lalu aku sebut deh perkara wortel yang busuk itu. Tanpa ba bi bu, Mas Yoyok langsung masukin tiga wortel baru dalam belanjaanku. Gratis, buat mengganti yang rusak. Sebelum ini, pernah juga kejadian nggak sengaja salah satu kresek belanjaan ketinggalan di lapak Mas Yoyok. Padahal isinya belanjaan dari lapak tukang sayur lain. Karena ketidaktahuan, isi kresek itu dijual lagi oleh Mas Yoyok. Alasannya sih sederhana, daripada keburu rusak. Sementara di rumah, aku bingung, lha pisang tanduk dkk yang tadi dibeli kok lenyap padahal yakin deh nggak ketinggalan di becak. Usut punya usut, ternyata bener di Mas Yoyok itu. Langsung deh besoknya, ada kantong plastik digantung di pagar rumah yang isinya sama persis plek keteplek sama be...

Bilang Atau Nggak?

Ada anak tetangga, sebut saja M. Umurnya paling baru dua tahunan. Sukanya main di depan rumah, lebih tepatnya di jalanan. Karena jalan depan rumah cukup sepi, ya mungkin aman-aman saja ya. Yang bikin ga aman adalah, si M main sendirian tanpa ada yang menjaga. Ortu si M, sebut saja I, dua-duanya kerja. ART mereka-lah yang menjaga M sehari-hari. Menurutku, si ART ini tidak melakukan tugas menjaga dengan baik. Lha kapan itu waktu aku mau berangkat sore-sore, si M lagi main di tumpukan pasir (tetangga depan lagi renov rumah). Sama si empunya rumah, si M ini udah disuruh pulang, tapi tetep ga mau. Sementara si ART tak nampak batang hidungnya. Nah pas aku mau anter si M pulang, baru deh si ART muncul dan marah-marah ke M karena main pasir sampe badannya kotor semua. Lha yang membiarkan ni bocah main pasir sapa coba? Kejadian lagi, kemarin siang pas lagi terik-teriknya. Aku lihat M lagi main sampah di tempat sampah depan rumah. Bosen ama tempat sampahku, pindah ke tempat sampah tetangga lain....

Sesulit Itukah?

Untuk jujur? Waktu pertama baca berita tentang aksi contek massal (gugling sendiri beritanya ya, buanyak...di TV juga ada), aseli kaget. Lebih kaget lagi pas tahu contekan itu udah dilatih. Rasanya sedih, nyesek, marah, kecewa. Mungkin bakal ada yang bilang, kan toleran, kasihan temen-temennya kalo pada ga lulus. But still, mencontek itu salah. Apa gunanya lulus tapi dengan cara curang? Di satu blog yang sedkit banyak memaklumi aksi pencontekan, si penulis mengatakan pendidikan anak SD lebih rumit dari anak SMA. Ya memang benar, karena di masa SD anak belajar nilai-nilai dasar kehidupan. Kalau waktu SD dia belajar bahwa "mencontek itu boleh yang penting tujuan tercapai", karakter macam apa yang terbentuk saat SMA nanti? Tolong dibedakan, toleransi dan tolong menolong itu beda dengan kecurangan. Memang tidak bisa menilai manusia hanya dari angka di selembar ijazah. Tapi kita bisa menilai mereka dari kejujurannya. Kita menuai apa yang kita semai. Kalau yang disemai adalah kecur...

Adiknya Ankaa? Belum!!!

It's a very annoying and tiring question : kapan Ankaa dikasih adik? Bo, bukan saya kali yang kasih adik. Ya Gusti Allah dong yang kasih. Emak bapaknya Ankaa kan kebagian proses bikinnya *halah* Tapi bener deh, sejak hari pertama (bahkan sejak daftar) Ankaa di PG, pertanyaan itu selalu muncul, even dari orang yang sama. Udah dicoba segala variasi jawaban, mulai dari belum siap sampai nanti dulu, tetep wae ditanya. Terakhir kali yang nanya tuh lagi hamil anak kelima (!). Jujur saja, sampe sekarang saya juga nggak tau kapan Ankaa bakal punya adik. Pertama, Ankaa dengan jelas menyatakan dia belum mau punya adik. Yes, she's a bit possessive. Boro-boro punya adik ya, kapan itu saya gendong newborn -nya tetangga, dia langsung manyun, meluk, dan mengeluarkan kalimat andalan: Ini Ummi-nya Ankaa, bukan Ummi adik bayi Nah lo. Pernah ya saya kasih jawaban Ankaa-belum-mau-punya-adik ke ibu-ibu yang nanya gitu. Eh dianya malah nyuruh saya cepet-cepet hamil aja. Katanya dijamin ntar Ankaa s...