Posts

Showing posts from March, 2010

Suamiku

Suamiku pegawai pajak, bagian Penelaah Keberatan. Golongan III A. Pulang pergi dengan motor bebek biru kesayangan yang sudah menemaninya entah sejak kapan. Masuk jam 07.30 pagi, pulang kantor jam 17.00. Kalau load-nya lagi tinggi, lembur di rumah. Heran deh, kok matanya nggak siwer ya liat kertas segitu banyak?

Setiap pagi, sebelum berangkat, aku selalu bilang hati-hati. Maksudnya hati-hati di jalan. Sesampai di kantor, Fath pasti nelpon ngabarin kalo dah nyampe. Dan saat itulah aku bilang Hati-hati lagi. Maksudnya hati-hati dengan pekerjaan, jangan keluar jalur. Jangan menerima apa pun yang bukan hak-nya, meski itu hanya satu rupiah. Mungkin atasan nggak tahu, tapi Yang Di Atas kan Mahatahu.

Alhamdulillah penghasilan Fath mencukupi kebutuhan kami, meski sekarang aku memilih untuk tidak bekerja lagi. Karena aku yang pegang semua rekening, aku tahu persis berapa saldo di rekening kami. Berapa yang masuk, berapa yang keluar.

Sejak sebelum nikah, ada aja yang bilang enak jadi istri orang p…

2 Things I Hate About Bintaro

1. Tidak ramah pejalan kaki
Trotoarnya sempit, banyak yang rusak, dan kebanyakan dipake buat parkir lah, ato usaha. Contoh paling nyata, coba deh ke depan sekolah Pembangunan Jaya. Bener-bener ga ada. Yang ada malah semak pohon apa lah itu. Kapan itu aku jalan kaki dari Bank Muamalat ke Bintaro Plaza. Sepanjang depan sekolah PJ, doaku cuma satu: ga ada kendaraan yang mepet karena mau ga mau aku harus jalan di aspal!!! Bahkan di jalan yang baru dibangun, i.e sekitar Giant CBD Bintaro, trotoarnya minim. Mungkin pengembang atau siapa pun lah yang bertanggungjawab urusan pertrotoaran itu mikirnya gini: orang Bintaro ke mana-mana bakal naik mobil, jadi buat apa bikin trotoar? Katanya Bintaro Go Green, Ecommunity, blah blah blah, tapi ga memfasilitasi orang yang mau jalan kaki.

Aku nggak ngarepin trotoar yang luebar macam di Sudirman-Thamrin. Tapi setidaknya buatlah trotoar di mana dua orang pejalan kaki bisa berpapasan tanpa salah satu harus ngalah. Sebel.

Itu baru trotoarnya. Coba tengok pen…

Bedtime Stories (2)

Matematika dasar
Aku: "Dongeng tentang anjing...mm...besar atau kecil?"
Ankaa: "Ncil" *baca: kecil*
Aku: "Anjing kecil yang namanya..."
Ankaa : "Guk guk"
Aku: "Si guk guk warna bulunya..."
Ankaa: "Utih otat" *baca: putih coklat*
Aku: "Kakinya guk guk ada...."
Ankaa: "Dua"
Aku: "Kok anjing kakinya dua?"
Ankaa: "Dua epan, dua akang, jadi etat" *baca: dua depan, dua belakang, jadi empat*

Matematika dasar a la Ankaa.

Sate kelinci
Ankaa: "Mi, onen inci" *baca: Mi, dongeng kelinci*
Aku: "OK, ini dongeng kelinci kecil yang masuk ke ladang pak tani. Bla bla bla ......." *Peter Rabbit, anyone?*
Aku: "Nah si kelinci berlari secepat mungkin menghindari kejaran Pak Tani...sampai tidak melihat jebakan di depannya. Si kelinci pun terjebak dalam perangkap"
Fath: "Wah enak tuh, tinggal ditangkep trus disate"
Ankaa: *seketika menangis ga rela kelincinya disate*

Grrr.....coba yaaa..…