Posts

Showing posts with the label daily life

Here We Go Again

 Bismillahirrahmanirrahim Apa kabar blog? Rasanya sudah satu milenia berlalu sejak blog ini terakhir diperbarui. So what's new? Pertama, saya menulis ini saat suasana pandemi di Indonesia hampir mencapai peringatan pertama. Kami tetap di rumah, anak-anak melakukan pembelajaran jarak jauh, dan hampir semua aspek hidup kami beradaptasi dengan kondisi baru.  Hampir? ya. Sebagai orang yang lebih suka ndekem di rumah, anjuran untuk tetap di rumah bisa saya jalani dengan cukup baik, IMO. Semua kebutuhan saya dapatkan secara online lewat pesan WA atau marketplace. Di titik ini saya merasa sangat bersyukur. Anak-anak juga bisa diminta tetap di rumah atau mau pakai masker jika harus ke luar rumah.  Karena masih LDM dengan Paksu, kami sempat tidak bertemu hampir empat bulan lamanya. Sekarang sudah mending bisa lah sebulan sekali dengan tetap pakai masker dan rapid test ulang sesampainya di sini. Kedua, kayanya terakhir ngisi blog ini tentang review Wonder. Dulu baru ada Ankaa, seka...

Ramadhan 1434 H

Sejauh ini, Ramadhan tahun ini adalah Ramadhan tercapek tapi juga yang paling berkesan. Hari Ahad, tiga hari sebelum Ramadhan, Fath ambruk. Awalnya saya kira karena belakangan kecapean. Keluhannya perut sakit, demam, dll. Tapi ya kok pas hari Ahad itu saya ada keperluan penting, ngedampingin temen yang mau syahadat. Harusnya sih bareng sama Fath, tapi karena dia ambruk, ya wes saya pergi sendiri. Baru nyampe rumah jam 11 malam -_- Hari Senin malam, Alhamdulillah dr. Nahwa mau datang cek kondisi Fath. Diagnosa sementara, tipus :( Tapi karena demam belum tiga hari, belum bisa cek darah. Ya wes Fath izin sakit dari Senin sampe Rabu. FYI, di kantor Fath, kalau pun izin sakit komplit dengan surat keterangan sakit, tunjangan dipotong loh :( Jadi emang harus sehat wal afiat selalu. Ndilalah hari Selasa, Ankaa ikutan demam langsung 39,5 C. Sampe hari ketiga masih di kisaran 38,7 jadi saya putuskan cek urine. Hasil cek urine Ankaa bagus, ga ada bakteri atau yang lain jadi bukan ISK. Sedan...

32

Pagi ini, dibangunkan oleh pelukan dan ucapan selamat ulangtahun dari Fath. Disusul tangisan Ankaa. Selidik punya selidik, ternyata ini alasan dia menangis: Kok Abi nggak bilang hari ini Ummi ulangtahun? Aku kan jadi belum nyiapin kado. Kalo aku bikin kadonya hari ini, kan nanti ketahuan Ummi. So sweet.... Walhasil, hari ini Ankaa menghabiskan hari pertama liburannya dengan menggambar berlembar-lembar sebagai kado ulangtahun. Salahsatunya bertuliskan: Selamat ulangtahun Ummi. Semoga makin disayang Allah I am so blessed . Alhamdulillah

A Long Way Home :D

Seperti dalam posting pendek ini , Alhamdulillah bulan April lalu kami sudah tandatangan akad KPR. Setelah (hampir) tujuh tahun jadi kontraktor dengan segala suka dukanya, akhirnya Insyaallah tiga bulan lagi status itu tanggal. Saya dan Fath udah dari kapan tau pengen banget punya rumah sendiri. Ankaa makin besar, pasti akan butuh kamar sendiri. Sementara kontrakan kami adalah rumah BTN jadul, tipe 36 dengan dua kamar, di mana satu kamar dijadikan semi-gudang. Sempat kami ditawari tanah yang cukup luas. Lokasinya enak, deket masjid meski cukup jauh dari rute angkutan umum. Tapi ya emang belum rejeki, ternyata si tanah ga dijual. Kami juga sempat mengincar rumah kontrakan yang sekarang kami tempati. Owner-nya juga pernah ngasih sinyal tanda mau menjual. Tapi entah kenapa sampai sekarang ga ada kelanjutannya.  Januari lalu, tiba-tiba Ankaa merengek minta kolam ikan. Ya jelas ga bisa dibikinin, iya kalo rumah ini jadi rejeki kami. Lha kalo ga? Kan sayang duitnya gitu he he he ...

Ankaa Mendongeng

Tadi malam, tumben-tumbenan Ankaa ga mau didongengin. Katanya gantian dia yang mau mendongeng. Ini summary sebagian dongengnya. Anak kelinci yang ikut belanja ayam dan batuk-batuk Anak kelinci diajak ibunya ke pasar untuk beli ayam. Di pasar, anak kelinci ikut memilih ayam. Waktu pulang, anak kelinci batuk-batuk dan bersin. Lalu demam. Ibu kelinci memberi obat demam. Keesokan harinya, demamnya belum turun. Besoknya lagi, mulai turun. Besoknya lagi, demamnya sembuh. Ibu kelinci lalu memasak ayam. Anak kelinci makan ayam. Lalu batuk-batuk lagi. Ibu kelinci lalu membawa anak kelinci ke dokter kelinci. Setelah diperiksa, kata dokter kelinci, anak kelinci tidak boleh makan ayam lagi karena alergi. Dan seterusnya. Total Ankaa mendongeng selama sekitar 45 menit dengan alur yang lumayan runtut untuk ukuran bocah 5,5 tahun. Dalam dongengnya, dia sudah memasukkan unsur RUD , tatalaksana demam , dan alergi . Meski dia lupa bahwa kelinci itu herbivora yang jelas nggak bakal makan ayam :D

Monopoli

Kemarin, karena satu dan lain hal, pas pulang jalan kaki saya mampir ke warnet 24 jam. Warnetnya merangkap tempat game online. Pas masuk, ada tiga cowok lagi main game, yang mana bikin saya heran. Lha arloji saya menunjukkan jam 8.15. Dari jam berapa mereka di situ kok mainnya heboh bener? Yang heboh cuma dua cowok sih, satu cowok di sebelah saya cool gitu. Diem aja maksudnya. Sekilas saya lihat kayanya main game FPS gitu deh. Nah karena dua cowok lain superheboh, lama-lama saya penasaran dong game apa sih yang mereka mainkan? Saya noleh ke belakang dan tampaklah game superseru yang membuat mereka heboh sampai teriak-teriak. Itu adalah.... MONOPOLI Gimana kalo mereka main scrabble ya?

No-Rice Breakfast Deal

Nggak tahu gimana ceritanya, Ankaa ga mau sarapan atau bekal nasi. Jadilah sejak masuk TK, sarapannya ga jauh-jauh dari roti (entah dioles coklat atau jadi sandwich dengan beragam isi), pancake, spaghetti, mi, atau skotel. Untungnya Fath udah lama ga sarapan nasi, atas nama diet gitu. Jadi kalo pagi, Fath cuma makan oatmeal atau roti gandum. Plus kopi tentu. Nah buat bekal Ankaa ya ga jauh-jauh dari variasi sarapan. Kadang bikin pastel tutup kilat, cuma ngukus kentang, dialusin, campur sayur, blue band, dan keju, trus dioven. Berhubung Ankaa makan dua kali di sekolah, buat snack time biasanya saya bawain buah. Pilihannya kalo ga apel, jeruk, anggur, atau mangga. Kadang juga bawa waluh kukus yang dikasih keju. Saya juga nyetok bikin bola-bola sayur . Udah dipanir, taro di freezer atau chiller. Ntar kalo butuh tinggal nggoreng. Atau beli fillet ayam dan ikan, trus dipanir juga. Alternatif lain, beli daging giling (entah ayam atau sapi, boleh juga nggiling sendiri), trus dijadiin saus...

Back To Normal

Image
After days of laziness, I get back to my routines. Nggak tahu kenapa, habis kena cacar air, bawaannya malas mulu. Itu virusnya punya efek samping kali ya? Masak menu yang gampil-gampil. Nyentuh mesin jahit juga malesnya ampun dah. Jalan pagi juga sempet stop karena malesiwati. Untung inget ada yang minta tolong bikin backpack plus messenger bag . Jadi sedikit banya kedorong lah buat melakukan sesuatu. Sekarang sih udah balik ke kehidupan sedia kala :D Udah jalan pagi lagi, udah mulai susun menu lagi, dan sudah belanja kain lagi dong...horeee..... Ini beberapa yang dihasilkan setelah kehidupan kembali seperti sediakala. celemek Ankaa. dibikin karena celemek lama udah kekecilan celemek yang sama. i love reversibles :D baju kain kiloan. nemu katun jepang kiloan. not bad for 12.000 rupiahs, eh? beberapa grocery bag buat bazar dapat kiriman kain dari Mbak Oni dan jadi rok buat Ankaa. she loves it! messenger bag dan backpak pesenannya Arum backp...

Seratus Rupiah

Image
Beberapa pekan lalu, saya beli kaoskaki buat Ankaa. Harga yang tertera Rp 16.900,- Saya bayar dan kembaliannya kurang seratus rupiah. Lagi. Alasannya ga ada receh. Masih mending si mbak kasir kasih alasan. Sebelum itu, saya beli kaoskaki juga di toko lain dan kembaliannya (lagi-lagi) kurang seratus rupiah. Si mbak kasir boro-boro kasih alasan. Cuek aja gitu sambil terus ngobrol sama temennya. Kayanya sepele, receh, nominal kecil banget ya seratus rupiah itu. Tapi nggak bakal ada duit lima miliar kalo kurang seratus rupiah. Dan meski wacana denominasi rupiah makin kuat gaungnya, saya yakin kok Bank Indonesia masih punya stok duit seratus rupiah. Toko-toko itu sebenernya punya dua pilihan. Pertama, mereka sudah tahu banyak item barang (sepatu, kaoskaki, dll) yang harganya diakhiri nominal Rp 900,-. Kenapa ga sekalian saja dibuletin ke atas? Apa karena secara psikologis orang merasa Rp 16.900,- lebih murah ketimbang Rp 17.000,-? Tapi kalo ujung-ujungnya bayar Rp 17.000,- ya sama ...

Terkepung

Image
Disclaimer: eksperimen ini sama sekali tidak bersifat ilmiah. Dilakukan semata-mata karena campuran rasa penasaran, ingin tahu, iseng, dan sedikit keprihatinan. Waktu diukur dengan fitur stopwatch di handphone Samsung GTC-3150. Waktu tempuh tidak memperhitungkan proses menyeberang jalan semata-mata karena lalu lintas pagi hari kerja itu kejam, Jendral. Yang jelas, tiap sampai di depan (atau di seberang) satu minimarket, tombol lap ditekan. Waktu pertama kali tinggal di daerah Ceger sini, swalayan yang ada itu baru Harmony, Ahadmart, Alfamart PJMI, dan Indomaret STAN. Dan akhir pekan ini, di bekas warung padang samping Ahadmart, berdirilah Alfamart baru. Somehow , saya langsung menghitung jumlah minimarket yang tersebar dari dekat Perum Jurangmangu Indah (PJMI) sampai Pondok Safari (PSI). Total ada tiga Indomaret, dua Alfamart, satu Alfamidi, satu swalayan Harmony, dan satu Ahadmart. Pagi ini, saya melakukan eksperimen sederhana. Saya berjalan kaki dari Indomaret PJMI sampai Indoma...

Akhir Perjalanan

Image
Waktu hamil Ankaa, Fath membelikan saya sneakers sebagai hadiah ulangtahun. Dulu sih dibeli karena kaki saya cenut-cenut saban naik KRL dengan sepatu ngantor. Setelah melahirkan, sepatu itu agak terlupakan. Dulu pernah terpakai waktu ke Gintung . Pernah saya pakai waktu ikut aerobik yang cuma bertahan tiga bulanan, setelah itu nganggur. Kadang-kadang terpakai kalau kami olahraga bareng. Begitu saya mulai rutin jalan pagi, si sepatu pun rutin dipakai lima hari seminggu, satu jam sehari. Dan setelah sebulan, sepatu lama pun menyerah. Sol-nya pecah dan mengganggu kenyamanan selama berjalan. Sempat saya paksakan selama seminggu, akhirnya saya yang menyerah. Kata Fath, namanya juga sepatu udah lebih tua dari Ankaa. Lagian sepatu itu memang sepatu casual, bukan sepatu khusus untuk jalan atau lari. Jadi ya nggak salah sepatunya juga. Dan hari ini, perjalanan si sepatu lama pun berakhir. Makasih sepatu. Maaf ya selama ini sudah di-abuse dengan semena-mena. Dan makasih suami, yang sudah ...

Minggu Ketiga

Sudah masuk pekan ketiga saya rutin berjalan kaki. Rutenya nggak jauh-jauh, masih di sekitar Ceger. Kadang kalo lagi semangat, dari PJMI, alih-alih belok kanan ke arah kampus STAN, saya justru belok kiri sampe Bintaro Plaza. Dari situ baru puter balik ke arah kampus STAN. Biasanya sih sampai rumah, kaki cenut-cenut. Saat itu saya bersyukur banget bisa jalan tanpa beban. Sepanjang jalan, saya selalu ketemu tukang sayur, tukang bubur, atau tukang ketoprak. Belum lagi tukang barang bekas dan pemulung. Mereka jalan kaki karena memang harus jalan kaki. Kalo nggak, mereka nggak dapat penghasilan. Sedangkan saya berjalan kaki karena suka, karena ingin. Dan saya nggak perlu mendorong gerobak segede gaban. Waktu jalan kaki pula, saya jadi suka ngebayangin saya dan Fath dua puluh tahun lagi. Habis sering banget saya papasan dengan pasangan bapak-ibu yang sudah sepuh tapi masih mesra. Perasaan sih, kalo saya jalan sama Fath, banyakan debatnya deh. Saya juga jadi hafal di mana saya bisa nebe...

Bantal Jerapah

Image
Saya tidak pede menggambar. Terutama sejak guru seni rupa kelas 3 SD mengatakan bahwa gambar saya jelek dan saya tidak berbakat seni. Sejak itu saya selalu meragukan kemampuan saya berkreasi. Hingga dewasa. Waktu SMP, ada tugas melukis dan guru saya tertawa terbahak-bahak melihat hasil karya saya. Dan saya pun makin nggak pede dengan yang namanya menggambar. Dan seorang guru lain saat SMP mengatakan saya tidak akan pernah sukses karena saya nggak bisa bekerjasama dengan teman. Ceritanya waktu itu dia memberi tugas tim untuk menyusun puzzle dan saya memberi saran tentang cara menyusun. Too bad, my friends ignored me. I was a freak back then. I still am. Jadi ya saya diam saja menyaksikan teman sekelompok saya bingung menyusun puzzle yang saya sudah tahu persis cara penyelesaiannya. Dan saat itu guru saya mengatakan hal itu. I believed that, too. So teachers out there, be careful of whatever comes out your mouth. Waktu mendaftarkan Ankaa ke TK, ada isian di formulir pendaftaran tent...

Hari Bolos

Image
Pagi tadi, Ankaa mogok sekolah. Alasannya buanya banget. Mulai dari mau main aja di rumah sama Ummi, capek, sampe sedih karena tanamannya layu. Ya wes lah, ngapain juga dipaksa sekolah. Nggak ada yang mewajibkan bocah umur (hampir) lima tahun wajib datang sekolah tiap hari. Jadi hari ini kami bersenang-senang. Usai mandi, Ankaa membantu saya mengganti tanah di pot tanamannya. Habis itu sarapan, main dakon tiga ronde (Ankaa menang dua), main tali, dan bikin chocochip cookies. Bikin kue ini nggak direncanakan. Tahu-tahu nyadar kalo sudah lama banget saya nggak melibatkan Ankaa dalam bikin kue. Dan inilah hasilnya. Harusnya pake kismis, tapi saya nggak punya kismis dan Ankaa juga nggak suka. Kismisnya ganti chocochip (ga kreatif banget yah?). Loyangnya kurang jadi saya pake loyang pizza :D Kata Ankaa, kukisnya enak banget. Buktinya dia langsung ngabisin separo hasil karyanya sendiri (dan satu bikinan saya). Dan itu rekor karena dia bukan penggemar makanan manis :D Ambil adon...

Mulai Melangkah

Dua tahun lalu, saya ikut aerobik. Habis badan kok rasanya berat banget karena ga pernah olahraga. Eh ternyata si tempat aerobik tutup dan instrukturnya pindah ke tempat lain. Lumayan jauh pulak dari rumah. Setelah itu, saya ga rutin olahraga. Satu-satunya olahraga yang saya lakukan ya beres-beres rumah. Capek? Iya. Tapi saya kehilangan otot-otot yang dulu udah sempat terbentuk. Apalagi sebelum menikah, tiap pagi sebelum ke kantor, saya habiskan waktu satu jam untuk olahraga. Ada teman yang menyarankan bersepeda. Honestly, bersepeda bukan olahraga yang cocok untuk saya. Pertama, lutut kiri saya pernah cedera. Beberapa tahun lalu, saya pernah nabrak orang pake motor. Lutut kiri saya tertimpa motor dan membentur aspal. Kalo saya salah gerak, rasanya ada yang lepas dari tempurung lutut gitu. Kedua, karena hal pertama tadi, Fath agak keberatan kalo saya bersepeda. Apalagi bawa motor. Katanya membahayakan keselamatan pengguna jalan yang lain. Ketiga, saya ga punya sepeda. Baca-bac...

Les, Buku Baru, dan Tas Baru

Image
Pekan lalu, di hari terakhir Ankaa sekolah sebelum libur, saya keliling ke beberapa tempat kursus Bahasa Inggris. Niatnya mau cari tahu apakah mereka punya program kursus Bahasa Inggris untuk dewasa yang waktunya pas sama jam sekolah Ankaa. Hasilnya nol besar. Semua bilang waktu kursus untuk dewasa dimulai sore hari. Eugh. Saya tuh pengen kursus Bahasa Inggris. Seumur-umur saya belum pernah kursus Bahasa Inggris. Makanya grammar saya suka berantakan ga jelas gitu he he he. Pulang hunting tempat kursus, dalam suasana puasa tapi hati rada mendongkol, saya masuk ke Lotte buat beli kontainer titipan Ankaa. Pas mau ke kasir, lihat buku lucu dan ambil deh. Saya bilang ke Fath, kompensasi ga dapet tempat kursus adalah belajar bikin kartu ucapan :D Buku kompensasi. Yang buku jepang oleh-oleh Iva Oia, akhirnya tas Ankaa jadi juga. Saya dapat tutorialnya dari sini . Dan setelah sekian hari tertunda (gunting bahan mulai Juli :D), akhirnyaa akhirnyaa.... Ini dia hasilnya :) I love the...

Nggak Mudik

Yes, Lebaran tahun ini kami nggak mudik (lagi). Nggak mudik pertama tuh waktu Ankaa umur setahun. Abis itu waktu tahun 2010, coz mudik duluan menjelang puasa pas nikahan Nia (adeknya Fath) dan mudik lagi pas Idul Adha karena gantian Haikal (my bro) merit. Belajar dari pengalaman, pas Lebaran itu masalah terbesar adalah sayuran. Tukang sayur pada mudik semua, sodara!!! Pas kapan itu pernah ya, saya keabisan empon-empon a.k.a bumbu dapur. Akhirnya harus ikhlas beli jahe dan teman-temannya di SPM, total jenderal abis hampir 40 rebu, secara udah dikemas paketan per item gitu. Padahal kan kalo di tukang sayur cuma serebu udah dapat semua. Jadi saya mulai nyiapin bumbu dapur dan harus kumplit. Berhubung sayur kan ga bisa disimpen lama-lama, jadi sungguh saya berharap itu pasar modern Bintaro tetep buka selama Lebaran. Atau ya kalaupun libur, jangan lama-lama. Karena kalo nggak, bisa jebol anggaran beli sayur karena harus beli ke SPM. Masalah kedua adalah air galon. Entah kenapa kayanya...

Tentang Tuntutan

Sekedar berandai-andai. Misalnya ya, harga BBM jadi dinaikkan. Biasanya harga kebutuhan pokok pun ikut naik. Anggap ini kenaikan pertama. Lantas dalam beberapa bulan, datanglah bulan Ramadhan dan Idul Fitri, yang mana biasanya ada kenaikan harga juga. Anggap ini kenaikan kedua. Jadi dalam pandangan saya sebagai ibu rumahtangga nan dhoif ini, saya akan mengalami dua kali kenaikan harga. Nah kenyataannya, sekarang harga BBM tidak jadi naik dan rencananya kenaikan akan dibahas lagi enam bulan dari sekarang. Masalahnya, gonjang ganjing isu kenaikan BBM (termasuk sederet demo anarkis yang menyertainya) sudah membuat harga barang naik.kalo ga percaya, boleh tanya tukang sayur yah Kenaikan pertama: check. Trus ntar datang Ramadhan dan Lebaran. Kenaikan kedua: check. Setelah itu, masa enam bulan tiba pas usai Idul Fitri. Sangat mungkin ada kenaikan harga lagi. Kenaikan ketiga: check. Namanya kenaikan biaya hidup itu nggak bisa dihindari. Sebagai ibu ...

Cook's Habit Silicon Cups

Image
Ceritanya, kapan itu aku lihat Izza pasang foto silicon cup di FB-nya. Ahuhuhu...lutu. Jadi pengen beli. Akhirnya tiap kali jalan ke mana gitu, suka pasang mata kali-kali ada silicon cup. Di ACE ada sih tapi masih bisa bertahan ga beli.Sayang isi dompet :D Akhirnya pertahanan jebol juga waktu ke Jojo. Niat semula beli DCC, eh kok ada silicon cup lucu merk Cooks Habit. Warnanya cerah banget. Love it!! Kata pegawai Jojo, ada yang tahan panas, tapi harus beli satu pak. Akhirnya beli deh yang bentuk bintang (Ankaa yang pilih). Berhubung diklaim tahan panas, aku coba pake buat bikin muffin. Sukses meski ga bentuk bintang banget. Lha sudut silicon cups nya tajam gitu. Tapi karena bentuk bintang, sudut-sudutnya sulit dibersihkan:( Aku coba membalik si cuppie, tetep susah. Percobaan berikutnya aku pake buat bikin puding. Sukses juga dan si puding ga susah dikeluarin. Tapi waktu dipake bikin Nutrijell mangga, kok ya bau mangga-nya nempel :( Cup bulat dan bintang Selang beberapa bula...

Stolen Innocence

Image
Tanggal 18 Maret lalu, aku beli buku Stolen Innocence di Gramedia. Kompensasi tahun ini ga bisa ke Islamic Book Fair huhuhu.... Pas dibaca, eh halaman 117-120 cetakannya ancur. Ketimpa apa gitu ga jelas. Nah di dalamnya ada kertas layanan pengembalian buku rusak. Aku telpon dulu ke hotline Zahra karena (1) bon pembelian udah ga ada, dan (2) bukunya terlanjur distempel pake label perpustakaan keluarga *ciyeeh* Alhamdulillah mbak yang nerima telponnya baik. Aku disuruh kirim aja buku yang rusak ke kantor Zahra. Akhirnya tanggal 20, aku kirim paket buku rusak itu via kantor pos. Kirain bakal lama responnya, ternyata tanggal 23 siang ada paket buku dari Zahra. Isinya ya buku Stolen Innocence itu, surat permintaan maaf, plus pengganti ongkos kirim tujuh ribu rupiah. Paket buku pengganti Surat pengantar :D Belajar dari pengalaman sebelumnya, aku langsung cek halaman-halaman buku. Alhamdulillah ga ada yang rusak. Makasih Zahra atas respon cepatnya. Sekarang cari waktu buat ...