Thursday, November 01, 2012

Xtrans oh Xtrans

Selasa lalu, saya nganter mertua ke bandara Soekarno-Hatta. Mereka mau balik ke Malang. Rencananya, begitu mertua masuk ruang tunggu, saya dan Ankaa balik ke Bintaro naik XTrans. Mertua naik pesawat dari Terminal 1C j.

Jam sepuluh pagi, saya ke counter XTrans di Terminal 1C, nanya jadwal XTrans yang sekitar jam 11-an. Kata petugasnya, ada yang jam 11.45. OK, kami reserve satu seat. Saya nanya tuh, bayarnya harus saat itu juga atau pas mau berangkat. Kata si petugas, ntar aja pas mau berangkat.

Jam 11.30, saya ke counter XTrans. Daaan....si mas dengan entengnya bilang kalo mobilnya udah berangkat. Saya komplain dong, lha tadi infonya jam 11.45. Dalih si petugas, si sopirnya dateng kecepetan, jadi berangkat lebih awal. Dan ngejawabnya dengan ogah-ogahan gitu, dengan nada seolah mengatakan "lo telat, so what?" dan matanya teruuus aja ke handphone. Aseli pengen saya rebut trus lempar tu hape. Nyepelein banget.

Kalo gitu, kenapa ga bilang jadwalnya kuranglebih jam 11.45?


Setelah itu, Fath nanyain jam keberangkatan berikutnya. Si petugas nggak jawab malah asik main handphone dengan senyam senyum. Kami kesal dan akhirnya saya dan Ankaa pulang naik taksi.

Coba ya, kalo penumpang telat, ditinggal. Giliran si sopir kecepetan, tetep ditinggal juga.

Yang paling bikin kesel tuh bukan karena ditinggalnya. Tapi sikap si petugas XTrans. Dia menyepelekan, nggak informatif. Bahkan saat memberitahu kalau kami ketinggalan mobil pun, dia nggak melihat ke arah kami. Matanya terus aja ke hape sambil asik ngetik sesuatu.

Ga lama setelah saya naik taksi, Fath telepon. Rupanya ada mobil Xtrans jurusan Bintaro baru masuk. Kata keneknya, mobil mereka untuk keberangkatan jam 12.15.

Misalnya, si petugas Xtrans tadi kasih tahu dengan baik kalau ada mobil lain jam 12.15, saya mau loh nungguin. Tapi karena sudah terlanjur kesel sama attitude-nya, ya saya tinggal saja. Pelayanan pelanggan itu ada harganya, jendral.

Terkepung

Disclaimer: eksperimen ini sama sekali tidak bersifat ilmiah. Dilakukan semata-mata karena campuran rasa penasaran, ingin tahu, iseng, dan sedikit keprihatinan. Waktu diukur dengan fitur stopwatch di handphone Samsung GTC-3150. Waktu tempuh tidak memperhitungkan proses menyeberang jalan semata-mata karena lalu lintas pagi hari kerja itu kejam, Jendral. Yang jelas, tiap sampai di depan (atau di seberang) satu minimarket, tombol lap ditekan.

Waktu pertama kali tinggal di daerah Ceger sini, swalayan yang ada itu baru Harmony, Ahadmart, Alfamart PJMI, dan Indomaret STAN. Dan akhir pekan ini, di bekas warung padang samping Ahadmart, berdirilah Alfamart baru. Somehow, saya langsung menghitung jumlah minimarket yang tersebar dari dekat Perum Jurangmangu Indah (PJMI) sampai Pondok Safari (PSI). Total ada tiga Indomaret, dua Alfamart, satu Alfamidi, satu swalayan Harmony, dan satu Ahadmart.


Pagi ini, saya melakukan eksperimen sederhana. Saya berjalan kaki dari Indomaret PJMI sampai Indomaret PSI. Saya menghitung waktu tempuh dari Indomaret PJMI-Indomaret PSI plus waktu tempuh antar-minimarket. Saya hanya menyeberang sekali ke arah PJMI dan dari situ saya mulai menghitung waktu. Saya nggak menyeberang jalan kalau minimarket berada di seberang jalan. Lalulintas pagi cukup mengerikan, sodara. Saya pengen tahu, bukan pengen celaka.

Kenapa Indomaret? Karena dua-duanya ada di PJMI dan PSI :D Semacam mengapit gitu. Kan daerah melipirnya saya ya situ-situ aja.

Indomaret PJMI dan Alfamart PJMI lokasinya berseberangan, jadi saya hitung satu kali. Demikian juga dengan Alfamart baru yang memosisikan diri persis di sebelah Ahadmart. Berdasarkan peta di Google Map, jarak antara Indomaret PJMI-Indomaret PSI sekitar 850 meter.

Dan inilah hasilnya.

Indomaret (dan Alfamart) PJMI-Swalayan Harmony: 2 menit
Swalayan Harmony-Indomaret STAN: 4 menit 47 detik
Indomaret STAN-Alfamidi: 30 detik (nyaris berhadapan)
Alfamidi-Ahadmart (dan Alfamart): 1 menit
Alfamart-Indomaret PSI: 1 menit 50 detik

Total waktu tempuh saya sekitar  10 menit 7 detik. Melewati delapan tempat perbelanjaan.

Itu dengan jalan kaki. Waktu tempuh akan jauh lebih cepat kalau naik kendaraan.Sebagian minimarket (dan swalayan) dilengkapi dengan fasilitas ATM dan buka 24 jam. Sebagian buka dari jam 7 atau 6 pagi.

Pertanyaan besar saya, kok bisa izinnya keluar? Kok bisa ada enam minimarket, satu swalayan, dan satu midimarket ada dalam radius ga sampai satu km? Gimana dengan nasib toko-toko kecil yang nggak punya modal kuat?
Indomaret PJMI
Alfamart seberang PJMI

Harmony Swalayan



Indomaret seberang kampus STAN

Alfamidi

Ahadmart

Alfamart di sebelah Ahad

Indomaret di sebelah PSI
Jadi yuk sebisa mungkin mulai belanja lagi di toko kelontong dekat rumah masing-masing. Mungkin harga barangnya selisih sedikit, tapi kan hemat bensin :D Plus mendukung usaha kecil dan moga-moga tetangga kita ga kehilangan mata pencaharian.