Friday, November 25, 2005

kursi kantorku

ufh.....omelan lagi. maksudku, untuk yang kesekian kalinya aku mengeluarkan omelan di kantor dengan panjang lebar.

ada masalah yang sebenarnya besar, tapi kalau tidak bisa dibesar-besarkan. tentang tempat dudukku. posisi di mana seharusnya aku berada, aku duduk untuk mengerjakan pekerjaanku.


sedikit pengantar. kantorku pindah lokasi ke daerah Jakarta Kota. di lokasi baru ini, layout kantor rupanya tidak mengakomodasi kian bertambahnya pegawai. setelah beberapa kali pindah tempat duduk, akhirnya aku pindah ke lantai 4. yang sialnya, sebenarnya sudah kesesakan.


aku enggan duduk dalam satu ruangan bersama para developer. bukan apa-apa. aku bakal jadi satu-satunya wanita di antara sekitar 12 pria di sana. jadi aku duduk di satu-satunya tempat yang tersisa.


masalahnya, tempat ini bisa dibilang dekat dengan pintu ruangan para developer dan akan selalu mereka lalui. entah mengapa, kursiku selalu menjadi sasaran tendangan. aku tahu memang mereka tidak sengaja. tapi coba bayangkan jika "ketidaksengajaan" itu berulang sedikitnya sepuluh kali sehari. dan bagaimana jika akhirnya ada yang iseng menjadikan "ketidaksengajaan" itu sebagai "kesengajaan" atau "keisengan" atau "pelampiasan" setelah selama berjam-jam memandang monitor? karena memang ada yang pernah dengan sengaja melakukannya.


masalah ini kian mengganggu karena:1. beberapa hari yang lalu aku terserempet metromini dan tulang ekorku cedera2. kata "tidak sengaja" selalu terucap


uuuggghhh......aaarrrggghhhhh....kesaaaalll.....


keluarlah akhirnya semua omelanku tadi. puncak kekesalan.


maksudku, kalau sudah tahu bahwa kursiku seringkali menjadi obyek "pelanggaran lalu lintas", kenapa tidak meningkatkan kehati-hatian? logikanya, kalau sudah tahu di jalan ada lubang kecil yang sering bikin kecelakaan, seharusnya dihindari kan?


dan lagi, antara pintu keluar dengan kursiku ada ruang kosong sekitar satu meter. dan aku yakin bahwa tak seorang pun di kantor ini yang lebar tubuhnya mencapai satu meter.


OK, mungkin juga aku salah dengan memilih lokasi meja di tempat yang sering jadi lokasi "pelanggaran lalu lintas". tapi dengan melihat tata ruang sekarang, tidak ada tempat lagi untukku.


sudahlah.....omelanku sudah keluar. mungkin esok akan kupasang rambu:


KALAU KAU TABRAK KURSIKU SEKALI LAGI, KUPOTONG KAKIMU!!!



WATCH YOUR STEP!!! PIRANHA!!!

No comments: