Friday, December 16, 2005

Alexandria

bukan judul film baru itu.


itu salah satu kota tujuan jalan-jalan anggota DPR yang mulia ke Mesir.


mereka jalan-jalan dengan alasan studi penyusunan naskah akademik UU perjudian. entah apa pula itu maksudnya. kalau memang studi, kenapa ada acara shopping alias belanja??? apakah contoh naskah akademik UU perjudian itu juga diperjualbelikan sebagai souvenir???


hitung kasar biaya yang dikeluarkan. dua puluh empat orang, dikali $4295. total $103.080. dengan patokan kurs hari ini yaitu Rp 9750 per dolar (sumber: kompas), maka besar dana untuk membiayai pelesir itu adalah Rp 1.005.030.000,- satu miliar lima juta tiga puluh ribu rupiah.


oh mohon maaf bagi para pemilik mata atau telinga peka. sekali ini saya benar-benar ingin berteriak: KURANG AJAR!!! ga tau malu!!!


satu miliar??? hanya untuk jalan-jalan (dengan dalih studi banding tapi bawa keluarga dan sekretaris)??? oh oh oh......itu menghina rakyat.


di saat warga Yahukimo meregang nyawa akibat kelaparan, para anggota DPR yang mungkin tak pernah merasakan tak punya uang dengan tenang membuang satu miliar. saat sekolah dan bangunan di Aceh belum lagi berdiri tegak usai tersapu tsunami, mereka melongok gagahnya piramida dan sphinx. saat jakarta sedang terancam banjir, mereka mencari padang pasir.


mereka mengaku wakil rakyat. mereka bisa duduk di kursi empuk dengan segala fasilitas dan kehormatan yang menyertainya, adalah berkat suara rakyat yang memilihnya. meski mungkin sang rakyat tak mengenal siapa yang mereka pilih. rakyat menitip sekeping harapan bahwa kehidupannya akan lebih baik.


dan apa yang sudah dilakukan DPR'ers itu? adakah mereka membuka hotline yang bisa dihubungi setiap saat oleh para pemilihnya? adakah mereka menyisihkan sebagian pendapatannya untuk rakyat di daerah pemilihannya?


para DPR'ers menggunakan uang rakyat untuk pergi. menurut saya, mereka berhutang, bukan hanya uang, tapi juga amanah. dan saat mereka menyalahgunakan amanah itu, meski dengan kedok kenaikan tunjangan, bagi saya mereka tak lebih dari koruptor.


saya makin tak percaya pada orang-orang yang mengaku bekerja keras sebagai wakil rakyat. siapa yang mereka wakili? rakyat mana yang mereka suarakan deritanya?


saya tak merasa terwakili...................

3 comments:

Anonymous said...

oh my.... bikin gw panas dan gondok deh para anggota dpr "yang terhormat" ini....

Anonymous said...

please deh para anggota dpr "terhormat"..... bikin panas hatee neehh >>woro

Anonymous said...

please deh mencet Bola Tangkas aja yuk