Monday, December 05, 2005

harmoni........

jum'at malam kemaren gw diajak temen ikutan acara diskusi (plus makan-makan gratis) di daerah kebayoran baru. kami janjian di tempat beli tiket di blok m. jadilah sore itu gw meluncur naik busway. berhubung halte busway harmoni masih dalam proses perombakan yang entah kapan selesainya, gw naik angkot dulu ke halte Sawah Besar, baru naik busway.


mustinya lancar kan? karena busway punya jalur sendiri. tapi ternyata tidak. karena perombakan hamte harmoni, busway musti masuk jalur untuk kendaraan "normal", bergabung dengan segala mobil, motor, truk, dan lain-lain. lambretta skaleee............


gw dah nyaris merutuki macetnya jakarta dan semua pemilik mobil (apalagi karena gw dah telat berangkat) saat tiba-tiba mata gw ngeliat "kamar" para pekerja perombakan halte harmoni.


ga pantes banget disebut kamar. gw juga ga yakin mereka tinggal di situ. tapi gw ngeliat ada ransel, handuk, baju dan celana digantung (semua barang tadi di dalam kamar yang kebetulan pintunya terbuka). jadi wajar dunx gw berkesimpulan kalo itu adalah "kamar" mereka.


hanya ruang tripleks kecil tanpa jendela. seadanya. yang mungkin (dan sepertinya memang) ditinggali oleh banyak orang sekaligus.


dan gw harus bersyukur bahwa gw punya pekerjaan yang membuat gw sanggup bayar kamar kos yang cukup layak.


dan saat melihat mereka bekerja menjelang maghrib, tanpa perlindungan memadai, tanpa helm proyek, tanpa sepatu, gw bersyukur bahwa gw ga harus berpanas-panas mengecat halte. dan betapa bodohnya gw yang mengeluhkan dinginnya AC kantor sementara hanya sekitar 100 meter dari kantor gw, ada orang-orang yang berpanas-panas tanpa bisa mengatur suhu sengatan matahari.


setiap kali lewat proyek perombakan halte itu, sering gw en temen-temen mengomentari macet yang ditimbulkan. tapi saat melihat bapak-bapak itu bekerja, apa artinya macet dibanding keringat mereka? orang-orang yang rela dibayar murah demi tetap mengebulnya dapur. orang-orang yang bekerja keras membangun sebuah infrastruktur transportasi yang mungkin takkan pernah mereka nikmati. orang-orang yang ada di piramida terbawah sebuah rencana jangka panjang bernama tatakota (meski tak jelas bagaimana rencana itu dibuat dan akan dilaksanakan)


*Tuhan, maaf jika kami, manusia, terlalu banyak mengeluh......dan maaf jika kami kurang bersyukur, karena syukur kami pada-Mu masih memerluka syukur lagi*


ps: katanya sih, nama resmi busway adalah transjakarta. tapi siapa yang mau melafalkan kata begitu panjang (empat suku kata) dan ribet??? busway kan lebih mudah dilafalkan meski salah kaprah...............

No comments: