Wednesday, December 07, 2005

meja kantorku

setelah review tentang "kecelakaan" yang sering menimpa kursiku, sekarang aku mau tulis tentang pelanggaran yang sering dilakukan rekan kantor atas mejaku.

sesuai dengan layout yang pernah kuceritakan sebelumnya, mejaku berada di tempat lalu lalang manusia-manusia berotak mesin di kantor. jadi kadang-kadang mejaku jadi tempat transit benda-benda tak jelas. misalnya saja mendadak kemarin ada printer. lalu kadang ada gelas, dan biasanya setelah itu sang pemilik kebingungan mencari di mana gelas tersayangnya berada. atau handphone. tapi biasanya yang suka taro handphone tuh mas alfha. dan dia kan mejanya dekat. jadi anggap saja itu milik tetangga.

nah kejadian terbaru adalah saat seorang developer, sebut saja Mr. Hurry, meletakkan gunting-tak-sempurna di mejaku. kenapa tak-sempurna? karena hanya ada separo. :D

mungkin Mr. Hurry terburu-buru hendak pergi ke klien. tapi bukan berarti dia bisa seenaknya lewat di samping mejaku dan meletakkan gunting-tak-sempurna itu begitu saja seolah membuang sampah. aku yakin mejaku belum berubah jadi tong sampah.

dialog yang terjadi adalah:

aku: "ini (gunting) tempatnya di mana?"
Mr. Hurry: "di laci"
aku: "ini laci bukan?"
Mr. Hurry: "bukan"
aku: "taruh di tempatnya dong"

OK, mungkin aku sedikit rude dengan mengatakan hal itu tanpa ekspresi. dingin bin judes alias jutek. tapi ada kan alternatifnya:

  1. langsung letakkan gunting-tak-sempurna di tempatnya semula, jadi Mr. Hurry bisa menghemat waktu semenit yang terbuang karena perdebatan denganku
  2. letakkan gunting-tak-sempurna di mejaku dengan baik dan mengatakan "maaf saya terburu-buru. bisa tolong kembalikan ini ke laci semula?"

lebih baik begitu bukan??? dan alih-alih Mr. Hurry melakukan itu, dia hanya lewat dan meletakkan gunting-tak-sempurna begitu saja.

ufh, mungkin makhluk-makhluk berotak mesin yang selama ini bekerja menghadapi kode-kode pemrograman itu harus belajar bahwa rekan kerja mereka bukanlah mesin.

No comments: