Friday, December 16, 2005

Spring, Summer, Fall, Winter...and Spring Again



Sinopsis:

Film dengan lima segmen juga seperti 5x2, tapi yang ini bukan flashback. tentang perjalanan hidup seorang biksu muda. penggambaran dimulai dari biksu kecil hingga dewasa.

Spring:

biksu kecil yang belajar dari sang guru dengan segala sifat khas anak-anaknya. dia belajar bahwa setiap tindakannya, akan berdampak bagi makhluk lain, manusia atau bukan.


Summer:

sang biksu remaja. di tengah gejolak masa muda. dan kesunyian di kediamannya terpecahkan dengan kedatangan seorang gadis muda yang akan berobat. sang biksu tak sanggup menahan gejolak, melanggar batas, dan meninggalkan gurunya demi sang gadis.


Fall:

sang (mantan calon) biksu kembali lagi. dengan membawa tuduhan pembunuhan karena istrinya berselingkuh. sang guru menerimanya, namun juga kembali menyerahkannya pada polisi yang mengejar. kembali, pelajaran tanggungjawab diberikan. dan di segmen ini pula, sang guru wafat.


Winter:

sang biksu yang bebas kembali lagi. ia ingin kembali menata hidupnya. sendiri ia berlatih. dan tiba-tiba seorang perempuan datang membawa bayi. malang, saat sang perempuan pergi meninggalkan bayinya, ia terperosok dalam lubang di tengah danau beku. meninggal.

Spring again:

sang biksu merawat anak yang ditinggalkan perempuan itu.


Pemain:

Oh Yeong-su, Kim Ki-duk, Kim Young-min

Asal:

Korea Selatan

Pendapatku:

film ini minim dialog. tapi bukan berarti tak berkesan. kelima segmen kehidupan sang biksu tergambar dengan baik dan menyentuh. ditambah lagi lokasi pengambilan gambar yang luar biasa bagus. lokasi hanya di situ-situ saja. di danau tempat "rumah terapung" berada. rumah terapung itu mengingatkanku pada rumah terapung di film Hero (yang main Jet Li)


bahkan dalam segmen winter dan spring again, tak sepatah kata pun terucap. semua hanya dari isyarat. oia, itu perempuan yang ninggalin bayinya, wajahnya ditutup, jadi tidak diketahui siapa dia.

dan lagi, dalam film ini, tidak ada nama yang tertera. semua hanya menggunakan kata "Guru" atau "Engkau". dialog minimalis tapi berkesan.


di bagian Spring, aku suka saat sang biksu kecil menangis karena menyesal telah mencelakai binatang. jadi dia iseng mengikat ikan, katak, dan ular dengan tali dan membebani tiga hewan malang itu dengan batu. sang guru membalasnya dengan mengikatkan batu saat sang biksu kecil tidur. dan sebagai hukuman, sang biksu kecil harus mencari semua binatang yang telah dia siksa dengan membawa batunya ke mana-mana. sebuah pelajaran tentang tanggungjawab.


dan di bagian Summer, aku agak terkejut karena ada adegan seks di situ. eksplisit juga, meski jarak jauh. well, they're naked. yah biksu juga manusia kan??? itulah mengapa Islam menganjurkan pernikahan ^_^


saat sang guru meninggal, aku suka dengan adegan cara dia memilih mati. dia naik perahu, penyumbat di dasar perahu dicabut, dia nyalain api. jadi dia akan amti entah karena terbakar atau tenggelam.


hidup manusia memang seperti itu ya. belajar, melakukan kesalahan, introspeksi, jatuh cinta, patah hati. dan semua tergambar dengan indah.


ah iya, tentang tanggungjawab, meski sang guru menyerahkan biksu pada polisi, dia harus menyelesaikan pengukiran prajnamitra sutra dulu sebelum pergi. dan sikap sang guru pula yang membuat para polisi melunak.


kita memang harus lebih banyak belajar.


kesimpulannya: film puitis-minim-dialog-yang-menakjubkan (dan membuatku makin ingin ke Korea)

1 comment:

Hendra S Galus said...

Keren kayaknya yaa... jadi pengen nyari.