Monday, December 12, 2005

tentang cemburu

saya menyadari bahwa saat mengikat hubungan khusus dengan seseorang, perasaan cemburu adalah bagian dalam paket hubungan itu. sebuah perasaan tak nyaman, tak suka, dan kesal, yang adakalanya tanpa sebab logis dan masuk akal, yang muncul terutama saat pasangan sedang bersama orang lain, dalam hal ini lawan jenis. yah kadang cemburu juga muncul kalau dia sedang bersama teman-temannya. kok kayanya jadi nomor dua ya? tapi itu bukan pokok pikiran saya saat ini.


kemarin, handphone saya hilang. cerita lengkapnya baca di sini.


orang pertama yang saya hubungi adalah dia. lewat sms via handphone teman. dia membalas dengan baik dan meminta saya bersabar.


setelah itu, saya menelepon dia untuk meminta pertimbangan atas rencana saya membeli handphone baru dengan meminjam kartu kredit teman. saya punya uang tunai dalam tabungan. tapi saya enggan mengusik tabungan. setelah itu, dia bertanya di mana saya berada. saya jawab apa adanya, karena pikiran saya masih agak kalut, bahwa saya berada di TIM untuk menonton salah satu film Jiffest. dia bertanya siapa yang sedang bersama saya, dan saya dengan lugas menyebut nama seseorang. cowok. dan yah bisa ditebak, ada sedikit nada kecemburuan yang meletup. terlebih karena sehari sebelumnya ada kesalahpahaman tentang cowok yang sama.
saya seketika menjelaskan, dengan nada sedikit minta maaf karena tak ingin memperpanjang masalah.


namun sungguh, saya kesal. kenapa dia tak sedikit berempati pada saya? mungkin aneh, setelah handphone hilang kok saya masih nekat nonton? sebenarnya kemarin, teman saya mengajak pulang begitu kehilangan itu terjadi. tapi saya menolak. saya pikir, saya sedang kalut. kalau pun pulang, apakah handphone saya akan kembali? apakah pikiran saya akan tenang? dan lagi, saya sudah beli tiket. saya ingin menenangkan diri, menghibur hati dengan menonton sesuatu.


yang menemani saya kemarin adalah teman. tak lebih. dan saya bersyukur kemarin saya tak sendiri. jika saya sendirian, entah akan bagaimana paniknya saya. saya bersyukur kemarin ditemani seseorang yang tak ikut panik saat entah ke mana akal sehat saya pergi.


kemarin, handphone saya hilang, saya kehujanan, lapar, dan menerima kecemburuan dari seseorang yang saya harapkan bisa menahan diri untuk tak menampakkan kekesalannya sebentar saja. baiklah, saya bisa terima kecemburuan itu. tapi bisakah ditahan barang sejenak?


apakah memang harus menambah kekesalan saya dengan mengatakan "NGEDATE???"


oh oh oh.....saya benar-benar kesal. kalau dia tak suka, kenapa tak dia telepon saja teman saya itu untuk memastikan bahwa kami memang benar-benar teman?


saya mengharapkan kata-kata bijak dan dukungan untuk membantu saya mengikhlaskan hilangnya salah satu benda berharga saya. bukan kecemburuan di tengah hujan.



*buat kamu: apakah akan lebih baik jika saya tak berterusterang?*

No comments: