Thursday, December 15, 2005

Yahukimo

pernah dengar Yahukimo? hingga pekan lalu, saya yakin mayoritas kita takkan tahu dimana letaknya. malah saat dengar nama Yahukimo, saya sempat mengira itu nama daerah di Jepang atau Afrika sana. ternyata tidak jauh. Papua. nama gabungan dari yali, hubla, kumyal, dan momuna


saya membaca berita tentang Yahukimo pekan lalu. tak utuh memang. hanya sekilas. namun sekilas itu membuat saya terhenyak. enam puluh tahun sudah Indonesia merdeka. dan masih ada yang meninggal karena kelaparan? seketika saya jawab sendiri: toh masih ada orang yang tak sanggup mengubur anaknya yang meninggal, dan mayat gadis kecilnya dibawa kemana-mana dalam gerobak sampah. toh masih ada yang gantung diri karena tak sanggup bayar SPP yang hanya Rp 3500,-


setelah membaca beberapa artikel, ternyata ancaman kelaparan ini bukan ancaman baru. ini ancaman tahunan. rutin. dan kenapa selama ini tak terekspos?


pemerintah telah mengambil langkah dengan mengirim bantuan makanan dan obat-obatan. OK, itu tindakan standar. jika tak dilakukan, saya akan makin bertanya-tanya, ke mana larinya nurani pemerintah ini?


konon warga Yahukimo tak terbiasa makan nasi. dan pemerintah mengirim entah berapa ton beras. entah akan berguna atau tidak. konon, warga Yahukimo terbiasa makan umbi-umbian dan pisang. kenapa tak kirim saja gaplek? warga Gunungkidul kekurangan beras. tukar gaplek mereka dengan beras, dan kirim gaplek itu ke Yahukimo. kalau perlu sekalian transfer ilmu pembuatan gaplek.


ah apa pun itu, semoga musibah memalukan ini tak terjadi lagi.


dan yang miris, beberapa hari sebelum berita kelaparan itu pecah, ada berita pemecahan rekor MURI dari Gorontalo. makan 10.500 mangkok binte biluhuta. entah apa itu. bagaimana jika separo jumlah itu dikirim saja ke Yahukimo?


mungkin, berita kematian akibat tsunami, gunung meletus, gempa, banjir, perampokan, mutilasi, penaniayaan, sudah tak lagi mengejutkan kita. sudah biasa. jadi kini, mari terkejut dengan metode baru (tapi lama) untuk mati. kelaparan.

No comments: