Thursday, January 12, 2006

bahasaku

pro dan kontra akan selalu ada. aku ingat bagaimana dahulu pem-bahasaindonesia-an bahasa asing diterapkan di sekitarku dan apa saja dampaknya.

dulu aku merasa aneh melihat nama usaha diubah demi menjaga ke-indonesia-annya. tunas mobil menjadi mobil tunas. dan pikiranku adalah, mobil-mobil itu bertunas dengan daun-daun hijau kecil he he he


dan sekarang ada usulan untuk memberlakukan peng-indonesia-an itu melalui RUU. jika kelak disetujui, jelas para "Ayatullah Bahasa" (menurut istilah iwan), akan lebih punya dasar hukum untuk memaksakan bahasa Indonesia di setiap tempat setiap saat.

sebagian diriku menyetujui usulan itu, terutama karena jengah mendengar para praktisi media (apalagi penyiar/pembawa acara TV dan radio) yang sok berbahasa asing (dalam hal ini Inggris) hanya agar tampak keren. coba tonton MTV Indonesia. ugh.....pusing kepala. dan saat aku membaca artikel di media tentang masakan misalnya, aku sering protes kenapa mereka menggunakan kata vinegar alih-alih cuka dan garlic alih-alih bawang. apalagi kadang pengucapan salah. ingat kan bagaimana Sarah Azhari mengucapkan "who do you think he are" alih-alih "who does he think he is". ha ha ha......


sebagian lagi, tidak setuju. bahasa kita berakar pada begitu banyak bahasa lain, termasuk bahasa daerah. dan aku menolak peng-indonesia-an atas istilah-istilah yang memang sudah menjadi kata serapan. saat kuliah, ada satu buku yang mengganti kata efektif dengan kata mangkus dan kata efisien dengan kata sangkil. coba kautanya seratus orang di jalan secara acak. berapa banyak yang mengerti kata sangkil dan mangkus itu, meski konon katanya berasal dari bahasa daerah (entah daerah mana). saat pertama mendengar, kukira itu variasi dari kata cakil dan terkait dengan sosok Buto Ijo.


dan lagi, bukan hanya bahasa inggris yang lazim digunakan. bayangkan jika suatu saat RUU itu disahkan dan diterapkan. sepertinya akan ada hukuman jika kita memasang spanduk hari raya bertulis "Minal Aidzin wal Faidzin". itu kan bukan bahasa Indonesia.


sebenarnya sudah ada peng-indonesia-an kata asing dalam dunia komputer. seingatku, ada yang mengganti kata offline dengan luring (ada yang tahu artinya atau dari daerah mana kata itu berasal?) dan kata drive dengan kandar (ada pelawak dengan nama ini bukan? bagaimana kalau kita panggil dia Cak Drive? he he he)


ok lah, demi melindungi kekayaan bahasa, berlakukan peraturan. tapi fleksibel lah. tidak terbayang jika presiden (yang juga berasal dari bahasa inggris president) berpidato dengan didampingi polisi bahasa di sampingnya. he he he......

No comments: