Thursday, January 05, 2006

Memoirs of a Geisha


Sinopsis:

Chiyo, gadis kecil dari kampung nelayan, dijual oleh orangtuanya untuk menjadi geisha di Gion, Kyoto. di sana, ia harus menghadapi kerasnya persaingan di rumah geisha (okiya), kekejaman hatsumomo (geisha utama di okiya saat itu), dan keinginannya untuk keluar dari sana.


setelah bertemu ketua, chiyo memutuskan akan menjadi geisha dengan harapan suatu saat bisa bertemu lagi dengan penolongnya itu.



Pemain:
Zhang Ziyi, Gong Li, Michelle Yeoh, Ken Watanabe

Asal:
Amerika

Sutradara:
Rob Marshall

Pendapatku:

tahu apa masalah dengan film hasil novel? perbedaan dengan novel aslinya. dan itu membuatku sebal sepanjang film ini.


memoirs of a geisha adalah salah satu novel favoritku. sejak membeli edisi terjemahannya tahun 2003 lalu, entah sudah berapa puluh kali aku membacanya. jadi wajar jika aku mengharapkan filmnya sebagus novelnya.


dan harapanku tidak terwujud.


kekecewaan pertamaku adalah kurangnya orang jepang di film ini. tak seorang pun tokoh utamanya yang orang jepang. hanya si ken watanabe itu saja mungkin. mungkin rob marshall mengira asal sipit, pasti dikira jepang. tapi kan sipitnya jepang, korea, cina, tibet, vietnam, kan beda-beda.


tapi sudah lah, mungkin saat casting, tak satu pun aktris jepang yang lolos.


kedua, alur cerita yang (menurutku) menyimpang. aku mengharapkan adegan-adegan tertentu digambarkan seperti aslinya. aku mengharapkan adegan Chiyo untuk pertama kalinya memperhatikan Hatsumomo berdandan, sebagai bagian dari ritual. aku mengharapkan adegan meninggalnya nenek yang merupakan perjumpaan pertama Chiyo-mameha. aku mengharapkan adegan Nobu memarahi sayuri (nama geisha chiyo) karena menerima jenderal sebagai danna-nya. banyak lagi adegan lain yang kuharapkan.


dan semua tidak ada.


kecewa


ketiga, penggambaran tokoh tidak seperti seharusnya. maaf bukan bermaksud menghina, tapi Nobu kurang jelek. dalam buku, ditulis bahwa mukanya melepuh seperti "ubi yang meleleh dalam api". dan mana tangannya??? seharusnya Nobu bertangan satu. kok di film tangannya komplit???


dan dalam buku, dikatakan bahwa geisha mencuci dan menata rambut sepekan sekali. tak pernah rambut mereka terurai. dan di situ, sanggulnya saja sudah modern.


dan kenapa ada adegan okiya kebakaran??? seharusnya hatsumomo meninggalkan okiya karena dimarahi ibu usai menampar Bando Shojiro. adegan tamparan tidak ada.


dan ending film ini, bukan di amerika seperti seharusnya. tapi di taman bunga.



sudah lah, kalau kulanjutkan, makin besar kekecewaanku.


syuting film ini pun di california. jadi kurasa, ada adaptasi dengan selera amerika juga. dan sialnya, mana tahu orang-orang amerika itu tentang kehalusan khas asia???


arthur golden kecewa tidak ya dengan film ini???

No comments: