Wednesday, January 18, 2006

orang miskin di negeri ini

oktober 2005...BBM naik. subsidi dicabut. bahkan untuk minyak tanah, yang mayoritas penggunanya adalah "wong cilik"



januari 2006...pemerintah memutuskan mengimpor beras. meski banyak pihak menyatakan beras dari dalam negeri masih mencukupi. dan tinggallah para petani yang belum panen gigit jari karena tak kebagian harga layak. dan entah bagaimana, sekali ini DPR mulai berunjukgigi. gaung penolakan impor beras bergema di senayan. apakah karena memang mereka menyadari tugas sebagai wakil rakyat, ataukah karena tak kebagian beas impor?


januari 2006...buruh di jawa timur berunjukrasa menuntut kenaikan upah minimum. dua orang ditahan dengan tuduhan penghasutan dan dikenai ancaman hukuman penjara lima tahun.


direncanakan februari 2006, tarif dasar listrik naik dengan dalih defisit di PLN. sebagai satu-satunya pemegang suplai listrik di Indonesia, entah mengapa PLN selalu defisit. inefisiensi? banyak korupsi? atau memang tarif listrik di indonesia yang terlalu murah?


orang miskin di indonesia dilarang sakit. sebab biaya dokter kini tak murah lagi. ada dokter murah, namun tak ada jaminan penyakitmu tak bertambah parah. dan hati-hati dengan malpraktik. kalau terjadi malapraktik, jangan repot-repot menuntut. sebab pengacara di indonesia sedang sibuk mengurus kasus cerai artis. dan tak perlu dikatakan lagi tentang bobroknya sistem peradilan di indonesia.


orang miskin di indonesia dilarang mati. sebab biaya pemakaman lebih mahal dari yang bisa kaukira. mungkin memang lebih murah jika si mati dibawa naik kereta api untuk dikubur di tanah tak bertuan entah di mana.


orang miskin di indonesia dilarang pintar. apalagi mendapat gelar. sebab biaya sekolah tak lagi murah. harga sampul rapor pun bisa bisa puluhan ribu. dan sekolah negeri yang sudah tak murah, ternyata tak menjamin siswanya cerdas dan berbudi. sementara sekolah alternatif mengenakan tarif yang bisa membuatmu tak tidur di malam hari.


orang miskin di indonesia dilarang punya rumah. sebab kalau pun punya, setiap saat bisa diambil dengan dalih demi pembangunan. meski pembangunan itu berarti mall dan plaza untuk mereka yang kaya. dan semua pun tahu, pembangunan berarti penggusuran dan mesin-mesin berat. bukannya pembangunan jiwa agar tak lagi kerdil.


apalagi yang bisa dilakukan di negeri indonesia ini? hidup susah, mati pun menderita.


nista....................

2 comments:

DimensiDanne said...

trus kita harus bagaimana lagi ???

alf said...

Hidup segan mati tak mau...

..death or alive not the answer..

..nasi sudah menjadi bubur, sementara tukang bubur telah menjadi kuli panggul..

bingung???

sama! ^_^

Mulai dari yang kecil didalam hidup kita, dibiasakan untuk mengubahnya menjadi lebih baik kali yaa.... :-)