Thursday, January 26, 2006

satu lagi miskomunikasi


communication (n) The activity of communicating; the activity of conveying information; Something that is communicated by or to or between people or groups; A connection allowing access between persons or places

communicate (v) Be in verbal contact; interchange information or ideas; Transmit information




kalau mau jujur, komunikasi memang ga gampang. tapi juga sebenernya ga sulit ko. tergantung kemauan.


pekan ini saya mengalami dua kejadian yang terkait dengan miskomunikasi. kejadian pertama antara saya dengan fath, dan kejadian kedua adalah urusan kantor. saya tidak akan menceritakan apa yang terjadi antara saya dengan fath. itu rahasia dapur ya.....jadi biarkan saya bercerita tentang kejadian di kantor.


selama enam pekan terakhir, saya ditempatkan di kantor klien sebagai helpdesk. pemberitahuan penempatan itu secara lisan dan cukup mendadak. hingga kini, saya sendiri masih bertanya-tanya, kenapa saya yang ditempatkan di sana? helpdesk bertugas membantu klien dalam pengoperasian sistem yang kami buat. dan tentunya dia harus ramah, suatu sifat yang, konon, bukan sifat dasar saya. kesan pertama orang tentang saya biasanya adalah freak, berisik, judes, galak. bukan kombinasi yang bagus.


sebenarnya ada untungnya juga saya berada di klien. dekat dengan tempat kos, makan siang gratis, dan bisa latihan aikido lagi secara rutin dua kali dalam sepekan. meski untuk itu harus sedikit makan hati karena sikap klien yang tidak sepenuhnya menyenangkan. saya benar-benar harus belajar sabar di sana. itu tantangan tersendiri, bagaimana cara supaya tetap bisa tersenyum dan mengeluarkan kata-kata yang baik meski sedang gusar.


setelah enam pekan berjalan, tiba-tiba saya mendapat tawaran untuk kembali ke kantor. sebabnya, ada satu karyawan mengundurkan diri sementara proyek yang sedang kami garap sedang memasuki tahap kritis. baiklah, saya kembali.


sialnya, saya mendapat pemberitahuan itu bukan dari supervisor saya secara langsung, tapi dari calon supervisor saya yang baru [catat: dengan ini saya sudah berganti supervisor empat kali dalam 5 bulan]. jelas supervisor lama saya agak berang. dan entah mengapa, dia tidak mau menberitahu siapa yang akan menggantikan saya sebagai helpdesk. padahal jelas sekali klien kami masih memerlukan helpdesk.


saat kembali ke kantor lama, esok harinya, saya dan [calon] helpdesk baru masih kebingungan. saya tidak bisa menjelaskan apa saja tugas selama di klien karena belum mendapat konfirmasi siapa PIC-nya. saya juga langsung mendapat tugas dari supervisor baru. sementara supervisor lama, entah bagaimana menginginkan saya tetap mengunjungi klien dalam kapasitas sebagai helpdesk, setidaknya sehari dalam sepekan.


pagi ini, saya mendapat konfirmasi itu dan perintah untuk delivery tugas. bukan dari supervisor lama, melainkan dari supervisor saya yang sebelumnya lagi. yang sama sekali tidak terkait dalam masalah helpdesk ini.


bagi saya, itu menyebalkan. karyawan di sini dilengkapi dengan telepon, fax, email, yahoo messenger, dan bahkan ada ruang rapat. dan saya hakkul yakin tak seorang pun di antara kami yang bisu atau gagu.


saya tahu dan sadar bahwa saya adalah bawahan. namun wajar kan kalau saya mengharapkan ada konfirmasi dan penjelasan atas tugas yang hendak diambil atau dialihkan pada saya? toh nantinya saya yang akan menjalankan tugas itu.


saya sangat tidak suka ada orang yang membuat keputusan mengenai saya tanpa mengajak saya diskusi terlebih dahulu. setidaknya ada early confirmation lah. benar mereka atasan saya. namun dengan cara seperti ini, saya merasa mereka tidak menghargai saya.



ugh..................................

No comments: