Friday, January 27, 2006

SUTET

Sambungan Udara Tegangan Ekstra Tinggi alias SUTET


belakangan ramai terdengar berita para korban SUTET yang menjahit mulut mereka sendiri sebagai aksi protes atas sikap pemerintah yang memaksakan pembangunan SUTET melewati rumah-rumah mereka.


aku sempat mencari informasi tentang dampak SUTET ini, salah satunya menyatakan SUTET berpotensi meningkatkan resiko Leukimia pada anak. penyakit yang tak murah bukan?


mereka menjahit mulut karena telah lelah berteriak. lelah mengadu pada entah siapa. jahitan itu adalah upaya terakhir mengetuk nurani pihak-pihak yang mereka harapkan bisa menolong. bagi mereka, jahitan itu bukan siksaan karena mereka sudah disiksa sedemikian rupa oleh pemerintah yang semestinya bertindak sebagai pelindung. jahitan itu tak menyakitkan, karena batas ketahanan mereka atas sakit sudah melebihi kita. jahitan itu bukan untuk keren-kerenan seperti remaja masa kini yang hobi piercing. bukan pula untuk cari mati.


alangkah menyedihkan jika upaya nekat mereka meminta perlindungan dianggap sebagai dosa karena menyakiti diri sendiri. dianggap sebagai upaya bunuh diri yang dimurkai Tuhan. dan lebih menyedihkan lagi karena anggapan itu dilontarkan oleh pihak yang mungkin selamanya takkan pernah menjadi korban SUTET.


kita tinggal di negara mafia yang miskin empati. hati dan emosi kita lebih mudah tergerak melihat perseteruan selebritis kacangan di infotainment daripada orang-orang yang berupaya meminta hak dengan jahitan mulut.
mereka menjahit mulut sebagai protes karena kita tak mendengar keluhan dan derita mereka. mungkin karena kita sudah menjahit rapat-rapat telinga, mata, dan nurani.

No comments: