Wednesday, March 22, 2006

antara idealismeku dan mentalmu

note: kata "kalian" di sini hanya berlaku untuk sekitar 15 orang menyebalkan yang harus kuhadapi hari ini


kalau di suatu hari yang apes, tiba-tiba mobil/motormu ditilang, biasanya pikiran pertama adalah berapa puluh ribu yang akan kaukeluarkan demi menghindari sidang?


kalau di suatu hari yang menyebalkan, tiba-tiba kau harus menghadapi orang yang terbiasa menerima "amplop" untuk datang-duduk-diam, maka pikiran pertama adalah bagaimana cara supaya kau terhindar dari tugas itu?


sayangnya, itu tugas yang tak bisa kuhindari. aku tetap harus menghadapi orang-orang seperti itu. iya, orang-orang seperti kalian itu lah. maka yang bisa kulakukan adalah, menolak permintaan kalian sehalus mungkin. dan aku melakukannya dengan cara: pura-pura tidak mendengar sindiran kalian.


jadi sekali ini, separo diriku ingin menyelamati diri sendiri yang telah mampu bertahan tetap tersenyum sementara kalimat "amplop", "duit", dan "BBS" berseliweran keluar masuk gendang telinga.


dan separo diriku ingin mengutuk diri sendiri, yang tak bisa mendadak tuli-bisu-buta dari dunia "amplop"


aku tak pernah "menyuap". dan aku juga sudah menegaskan, aku tak mau "menyuap" siapa pun atau menerima "suap". meski hari ini aku menerima sindiran agar di usai acara ada "amplop" yang dibagikan, tetap aku bertahan.


boleh kalian semprot aku dengan tudingan "sok idealis". atau apa pun istilah yang kalian gunakan. atau boleh juga setelah ini aku tak dilibatkan dalam hal-hal "entertaining". itu malah menguntungkan bagiku.


ini sikapku. pilihanku. idealismeku. dan aku tahu resikonya. aku bahagia dengan pilihan ini.


sedangkan kalian, itu sikap kalian. itu pilihan kalian. itu mental kalian. semoga kalian bahagia dengan itu, meski aku tak yakin. kalian sudah diberi kesempatan memperoleh penghasilan sah dan halal dan berkecukupan. kalau masih kurang, itu masalah mental kalian saja.


*buat kalian: u r my clients. not more. i will never ever give u even a dime*

1 comment:

alf said...

Yah begitulah...

kalian..
tidak berlebihan
segerombolan orang yg diatasnamakan
mewarisi untuk mencoba memikirkan
nasib orang setelah adanya imbalan..

kalian..
tak peduli ilmu yang pantas didapatkan,
yang bisa meringankan beban
dari kerja sehari-hari kalian
untuk kalian juga dapat maju kedepan..

kalian..
tak sadarkah diri akan kerapuhan
ditempat lain yang tak pandang hubungan
kalian mudah saja tergantikan
semudah sampah untuk dibersihkan..

Yah.. namanya juga kalian..
masih dipusingkan dengan kerentanan
masih berputar dikeraguan & kebimbangan
posisi yang tak terjangkau keikhlasan
akhirnya semuanya masih memerlukan pergulatan


**
Kita (kita?) tidak idealis, hanya saja ingin hidup berjalan apa adanya.. sebaik mungkin.. menjadi lebih baik.. bisa kah??

*Wallahualam Bissawab*