Monday, March 13, 2006

bersyukur dong

*posting ketiga hari ini. kerja ko ngblog..eh ga dinx....di sela-sela bikin materi latihan*


weekend
kemarin bisa kucatat sebagai salah satu weekend paling menyenangkan sepanjang sejarahku. ketemuan ama fath en Papa, jalan-jalan ke pasar kaget keesokan harinya (aku dapat akar wangi yang sudah lama kucari-cari, persediaan akar wangiku sudah hampir habis), makan tahu telor di Amoris (tapi teteup, tahu telor ummi-ku yang terenak).


dua hari yang menyenangkan, dan diselingi dengan satu telepon menyebalkan.


flashback sebentar, aku punya teman yang cukup akrab saat kuliah dulu. di saat-saat tertentu, dia menyenangkan. tapi seringkali aku makan hati dengan sikapnya. kalau ikut istilah fath, tambal butuh.


ceritanya, terakhir kali kami ketemu tuh sekitar dua tahun silam. saat aku masih kerja di kantor lama. terakhir sms dan telpon itu setahun silam, padahal saat itu dia masih di jakarta. beberapa kali ku-sms, tapi tak ada balasan. hingga handphoneku hilang akhir desember lalu dan otomatis hilang pula segala kontak dengan dia yang memang sudah tak ada.


kemarin sore, mendadak dia meneleponku. suaranya menahan tangis, dan memang akhirnya dia menangis. katanya dia ragu menghubungiku, katanya takut kehilangan sahabat, dan banyak lagi.


aku bertanya di mana dia sekarang dan bagaimana kabar kekasihnya (yang juga salah satu teman dekatku). katanya sudah putus, dan dia tak lagi percaya laki-laki.


saat dia tanyakan kabarku, kujawab saja (dengan sedikit kesal) bahwa aku sudah punya pasangan. bagaimana tidak kesal, dia nelpon, curhat sambil nangis-nangis. lha kok ya sempat-sempatnya menyombongkan posisi dia sebagai manajer, gaji dia yang berlipat ganda, kehidupan dia sekarang yang high-class, betapa dia berhasil menurunkan berat badan dan merombak penampilan, pake baju bermerk etc etc.


gondok banget ga seeehhh......



dan aku makin gondok saat dia secara halus merendahkan keputusanku untuk menunda rencana melanjutkan studi dan memilih menikah. dia tahu persis bahwa aku sempat berpikir untuk melajang saja. (ohohoho......that was before i met fath). dan ujung-ujungnya, dia cerita tentang hidupnya yang kini dikitari cowo-cowo keren_bermasadepan_cerah_tapi_ga_worthed_untuk_diladeni


aku speechless. dan kuputuskan men-skak mat dia. saat dia bertanya, kenapa semua hubungannya dengan pria gagal, apa yang salah, kenapa mereka selalu mengkhianati dia, etc etc, kujawab saja dengan tegas: jangan mengira kamu ga perna salah. ada banyak kekurangan dalam diri kamu. kamu selalu menetapkan standar tinggi bagi semua cowo yang deketin kamu, tapi pernah ga sih kamu bertanya pada diri sendiri, apakah kamu juga sudah memenuhi standar mereka?


dan tau jawaban dia??? "mereka aja yang below my standard".....OMG. nyaris kukatakan: lu pikir lu siape


ya udah. aku ga bisa berbuat apa-apa untuk mengubah pola pikir dia. kusarankan, please please please count your blessings. kuingatkan bahwa dia sangat beruntung. dan dia tetap mengasihani diri sendiri dengan mengatakan hidupnya sengsara dan dunia begitu kejam padanya.


usai telepon itu, selama 37 menit 9 detik, aku sempat meragukan keputusanku untuk menikah. dan fath membaca keraguan itu. fath hanya mengatakan: adek, banyak-banyak bersyukur ya. alhamdulillah, aku punya fath..........


kalo kata fath siy, laen kali reject aja telponnya. tapi aku terlanjur mengiyakan permintaan temenku itu untuk siap sedia mendengar keluhannya.


aku musti gimana cobaaa.....eneg banget deh. ngeluh+curhat ko masih pake acara nyombong. kalo emang dia ga puas ama hidupnya, ya mbok jangan seret-seret orang lain biar ikutan ga puas ama hidup masing-masing donx......kamu pikir kebahagiaan itu adanya di baju bermerk dan gaji tinggi apa plus sederet cowo yang patah hati gara-gara kamu? oalah nduk nduk.....ya mbok skali-skali ngeliat ke bawah gitu lo.


note: selama curhatan itu, dia maunya in english. ya wes, diladeni aja. meski heran, emang harus ya curhat in english?

*fath, ingatkan aku untuk terus bersyukur ya. luv u*

3 comments:

WeenDee said...

Wuaa ngakak abesss baca tulisan tentang 'dia' itu hehehe...kayaknya harus nonton "Desperate Single in PLG" hahahahah tau ga siyy di daerahku tuh ada 'cerita' yang percaya ga percaya beneran loh terjadi, Jadi gini, banyak wanita yang selalu merendahkan pria setempat akan jadi 'perawan tak laku' or 'perawan tua'. Ciri-cirinya yang akan begitu :
1. Cerewet
2. Sombong, merendahkan lelaki setempat dengan alasan macam-macam
3. Lupa nih, ntar telepon nyokap dulu hehe

Seingetku siy, mulai dari nenek ampe mama sering bilang, ga suka ama cowok boleh namun katakan dengan baik jangan sampe merendahkan.. ;-)

So..hati-hati yahh temennya nyam..btw kerja dimana siyy bisa langsung jadi manajer...

Mana lagi selain di........... (*nyanyi ala soundtrack MCD yahh ;-) )

fathul said...

manusia yg selalu mengganggap dirinya lebih dibanding manusia lain sebenarnya hanyalah upaya dia untuk menutupi semua kekurangan dirinya........
"Allah akan menambah nikmat yg kita terima jika kita mau mensyukurinya.Sebaliknya,jika kufur,adzab Allah sangatlah pedih"

loena said...

wahahaha...ternyata ada juga yang punya pengalaman sama temen kya loen ini... temen baru kontak klo pas butuh doang