Friday, April 21, 2006

once upon a time

kamu pernah ga nonton film-film dongeng? seingatku, ada film-film (biasanya film Barat), yang bertutur tentang putri salju, cinderella, kacang ajaib, de el el. film selalu diawali dengan kalimat: once upon a time dan diakhiri dengan: and they live happily ever after.


yang mengucapkan kalimat itu cuma muncul di awal dan akhir film. dia gak muncul di tengah-tengah saat cinderella menangis karena gak punya baju. dia hilang saat putri salju menelan apel beracun.


hanya muncul di awal dan akhir, mengucapkan dua kalimat itu saja. emang enak gitu?

iya, ini buat kamu. ga usah noleh kanan kiri. yang kumaksud tuh kamu.

kamu pikir cukup ya dengan mengarang dongeng indah demi memuaskan penonton sementara para pemain jungkir balik putar otak supaya dongeng mulukmu itu terlaksana? kamu pikir hebat ya bisa menyampaikan dua kalimat itu pada para penonton sementara para pemain terpaksa ga tidur berhari-hari?


para pemain kamu tuh dah kecapean. kamu sadar ga sih kalo tindakan dan ucapan kamu menyiksa mereka? di awal dongeng, kamu muncul dengan kalimat indah. kamu meyakinkan para pemain bahwa para penonton berhak mendapat yang terbaik, suatu hal yang kami semua udah tahu. tapi paling ga, hargai kami donx. pendapat kami tuh tolong didengerin. jangan lantas menuduh kami emosian dan ga berpikir panjang.


di mana kamu saat para pemainmu kelabakan karena permintaan penonton yang aneh-aneh hingga mengubah jalan cerita? di mana kamu kala kami dilempari telur busuk dan dihujani makian? di mana kamu kala kami mengeluhkan tempat latihan yang tak nyaman? di mana kamu saat para pemain begadang bermalam-malam memutar otak agar kamu ebsok bisa muncul di hadapan penonton dengan percaya diri, berbekal contekan dari kami? oke, kamu sempat mendengar dan menerima keluhan kami. tapi mana tindak lanjutnya? antara mengetahui masalah dengan mengatasi masalah itu dua hal yang jauh berbeda.


di mana kamu saat para pemainmu berguguran satu persatu? saat mereka memilih kembali ke dongeng milik mereka sendiri ketimbang menyelesaikan dongeng mustahilmu ini?


dan sekarang, tahu-tahu kamu muncul dan bersikap seolah tak terjadi apa-apa. malah meminta para pemain mengumpulkan semua perlengkapan manggung tanpa tahu apa gunanya. gitu aja? oh plis deh.....we deserve more than that!!!


penonton menyukaimu karena kamu bisa menampilkan dongeng indah sesuai keinginan mereka. tapi maaf yah, sepertinya para pemain sudah kehilangan respek sama kamu.

9 comments:

za said...

wah... kok aku dimarahin...????

za said...

wah...?? kok aku dimarahin???

Nurul said...

say..aku kagak ngarti.. :/

WeenDee said...

Ga ngerti...

windx said...

udah deh nyam, pendongeng itu dibunuh rame2 aja ama pemain...
kerjaannya merusak melulu sih.

kan bossnya pendongeng itu nanti bisa
lihat kalo kerjaanya sang pendongeng ini
cuman bikin cerita ngalor ngidul gak karuan....

tenang aja.
harinya pasti tiba ^_^

alf said...

Heh... tugasnya narator kan emang ngomong gitu aja, bukan tugas dia yg ngarang cerita??? Dia dipilih karena suaranya paling bagus.. lebih bagus daripada para pemain dongeng...

Kalo para pemain kecapean, dan cerita harus selesai, waah ini tugasnya sutradara!!!

woyyy... iya kamu yang duduk-duduk, sini kamu!! Kamu sebagai sutradara bagaimana sihh??? cuma teriak-teriak tapi ga tau kondisi pemainmu, kamu tuh juga harus punya kemampuan melindungi para pemain, agar nantinya dongeng dapat berjalan terus.. Kalo ditengah2 kaya begini pemain udah pada mau bubar?? Ini dongeng bisa jadi tanpa ending tau!!! Loe bisa ga sih jadi sutradara???

#PLAK #PLAK #PLOK

*gampar bolak-balik* ^_^

nYam said...

@za, nurul, n windy: tenang tenang...pemain sedang bersiap meninggalkan panggung


@windx: ada usul cara membunuh yang baik dan benar?

@m alf: saluut....gampar aja mas....daripada jadi never ending player yah

CacingKepanasan said...

Jadi maksod loh... :P piss :P

nYam said...

@cacing: piss...jadi maksud gw bikin dongeng baru ajah