Monday, May 01, 2006

alternatif bepergian di jakarta

bulan april 2003, untuk pertama kalinya aku ke jakarta sendirian. dijemput sama ibu cantik satu ini di gambir, trus nginep di tempat beliau selama aku wawancara.


dan setelah tiga tahun di kota-macet-bising-berdebu-tapi-kadang-menyenangkan ini, aku belajar beberapa cara untuk bepergian yang udah perna aku coba.


  • angkot
kaya angkot di kampung halaman, warnanya macem-macem. tapi yang paling umum warna biru muda, merah jreng, dan putih. rutenya kebanyakan di daerah perumahan, bcoz sejauh ini aku ga perna nemu angkot seliweran di thamrin ato sudirman. ongkos rata-rata Rp 1500-Rp 2500 sekali jalan. kapasitas maksimal rata-rata lima belas penumpang (termasuk yang gelandutan di pintu)

angkot favorit: S11 jurusan lebakbulus-pasar minggu.
bcoz jarang ngetem (berdasarkan pengalaman) dan ga berlambat-lambat

angkot dengan rute paling nggelibet: S14 jurusan lebakbulus-petukangan (kalo g salah, nomernya 14)
ampun-ampunan rutenya. lewat jalan-jalan tikus ga jelas. gara-gara lagi pengen nyasar, akhirnya aku nyasar beneran. lewat segala perumahan. mungkin saking akrabnya, sopir dan penumpang saling kenal gitu. konyolnya, sekali-kalinya naik, ada bapak-bapak yang saking keburu-burunya kali ya, retsleting clananya lom ditutup. hua ha ha ha

  • metromini
bus ukuran sedang. karatan di mana-mana sehingga para penumpang sangat dianjurkan divaksin tetanus sebelumnya. warna merah-oranye. meski penuh dibilang kosong. salah satu jenis angkutan umum yang paling tidak manusiawi. kalo ujan bocor. lagi kosong, ya bisa kosong banget. lagi penuh, ya selamat jadi ikan asin. rawan copet.
sebagian besar sopirnya rupanya berambisi menunjukkan pada dunia bahwa kemampuan mereka mengemudi ga kalah dengan Schumi, Eddie Irvine, atau Mika Hakkinen. rute ke segala penjuru jakarta. ongkos flat Rp 2000 sekali jalan. kapasitas maksimal tidak diketahui. lha wong uyel-uyelan aja dibilang kosong.

metromini favorit: ga ada
metromini paling gila: 74 (blok m-rempoa) dan 75 (blok m-pasar minggu)

kalo metromini 74, aku pengalaman nyaris dipalak. be careful
khusus buat metromini 75, aku dah perna ngalamin diserempet (tulang ekorku sakiiit banget...pantatku kan ga segitu gedenya!!!!) plus saksi mata tabrak lari
  • kopaja
bentuk sama seperti metromini. warna ijo-muda-luntur dan putih. sama karatannya dengan metromini. sama ga manusiawinya dengan metromini. rute ke segala arah. bahkan ada yang bisa dibilang antarpropinsi (kopaja 63 jurusan blokm [jakarta]-depok[jawabarat]). ongkos sama dengan metromini. kelakuan sopir hanya sedikit di bawah metromini.

kopaja favorit: 612 (kampung melayu-ragunan)
soale selalu dapet kopaja yang enak bener duduknya
kopaja paling nyebelin: 68 (kampung melayu-pasar minggu?)
kopaja yang paling hobi ngoper-ngoper. megelno tenan. wiken kmaren, aku dan fath dioper di depan pasar tebet pas ujan super deres, ga sempat buka payung, dan lagi nggembol kado gede buwat temen. siaaall!!!!!!!!!!
kopaja paling rawan: 19 (ragunan-tanah abang)
ibu satu ini perna cerita ampir dipalak
foto diambil tanpa izin dari sini:
  • bus patas
warna berkisar antara ijo muda sampe putih. dulu ada biru jelek, tapi udah diganti. sebagian bus patas ada yang model bus jepang. maksudnya ada tulisan-tulisan jepangnya gitu. kecian banget deh kita, terima bus bekas. tarif Rp 2000 sekali jalan. kalo dah lagi penuh, selamat deh ya. desek-desekan. bcoz ukuran yang lebih panjang dari kopaja ato metromini, penumpang yang lagi kegencet di tengah bakal menempuh perjalanan berbahaya menuju pintu keluar menembus kerumunan manusia bau penguk dan tangan jahil para pencopet. rute ke segala penjuru, tapi umumnya di jalan besar, ga sampe masuk jalan tikus kaya metromini/kopaja/angkot. kapasitas mulai dari 0 penumpang sampai 100 kali ya...sampe gelandotan ga jelas gitu.

bis patas favorit: 45 dunx (kampung rambutan-blok m)
bus model jepang. meski penuh ga sampe desek-desekan. smooth banget jalannya. copet ga seganas bus 46

bus patas paling sesek: P41 (kampung rambutan-kota)
serasa ga bisa bernafas. penuuuuhhhh bangeeeeetttttt

bus patas paling nyebelin: P11 (kampung rambutan-kota)
gara-gara sebagian besar penumpang turun di kuningan, biasanya dia ngoper penumpang di imam bonjol, deket hotel mandarin oriental. plis deee.....udah daerah sepi, jarang ada bus, jauh dari halte busway. dari empat kali diturunin di imam bonjol, dua kali aku terpaksa naek taksi. boros tenan. foto diambil dari liputan6.com
  • bus patas AC
lebih "mewah dikit" dibanding bus patas biasa. pake AC, meski kadang terlalu kenceng semburan anginnya. rutenya lebih sedikit. biasanya yang naek orang-orang yang ogah gencet-gencetan ala bus patas. tarif jelas lebih mahal. paling ngga, Rp 5000 sekali jalan. tapi enaknya, sopirnya (rata-rata) ga ugal-ugalan.

bus patas AC favorit: 79 (kampung rambutan-kota)
tiap kali naek dari monas, pasti kuzuung. sopirnya ga bakal masuk tol asal kita bilang: turun pancoran. he he he

bus patas AC paling nyebelin: ga tau. lom perna ngalamin yang nyebelin tuu
  • ojek
berupa kendaraan motor roda dua dengan berbagai merk dan kondisi. tingkat ke-ugal-ugalan dan kemahiran mengemudi berbanding lurus dengan pengalaman dan kenekatan pengemudi. alternatif angkutan bagi mereka yang tergesa-gesa dan enggan bertemu copet. tidak dianjurkan bagi mereka yang sangat taat aturan (sebel kalo ada motor naik trotoar) atau takut mepet-mepet kendaraan lain di jalur lambat. tidak dianjurkan juga untuk digunakan saat hujan. tarif tergantung kelihaian menawar. rute terserah penumpang, asal bukan jalan tol. kapasitas maksimal dua penumpang (kalo nekat). foto dari sini nih
  • bajaj
berupa kendaraan roda tiga. super bising. kapasitas maksimal empat orang. rute terserah penumpang. tingkat kemahiran mengemudi dan kenekatan sang sopir melebihi sopir metromini 75. tarif tergantung kelihaian menawar, tapi selama ini, aku ga pernah berhasil nawar kurang dari Rp 5000. sebelum naik, disarankan berdoa lebih khusyuk dan lebih panjang. karena ke mana bajaj berbelok, hanya Tuhan dan sang sopir yang tahu. sangat tidak disarankan menerima telepon dalam bajaj yang sedang melaju karena dijamin, sekeras apa pun lawan bicara berteriak, suara bajaj tetap tak tertandingi.
  • bus perumahan
bus nyaman. biasanya bagian fasilitas dari pengembang perumahan. tapi tetep aja bayar. rute dari perumahan yang bersangkutan sampai jalan utama, biasanya sudirman-thamrin-gatot subroto. ato pasang plang: feeder busway. nyaman, ber-AC, kadang dilengkapi TV. dijamin lewat tol, jadi lebih cepet. tarif jelas lebih mahal, tapi daripada macet.

bus perumahan yang pernah kucoba: transbintaro
mahal jek, Rp 10.000 boooo
bus yang susah banget ditunggunya: trans kotawisata
sekali-sekali pengen pulang dari KW naik bus, bukannya ngojek melulu
  • KRL
alias kereta listrik. kalo lagi jam sibuk, serasa kereta yang dulu dipake ngangkut pribumi sampe mati. uyel-uyelan. udah gitu, banyak orang jualan. alternatif anti-macet tapi rawan anjlok. murah meriah (jakarta-bogor cuma Rp 2000, bener ga mbak?). jangan sekali-sekali naek di atap yah. alternatif yang hanya akan kugunakan di saat terpaksa. emangnya aku dendeng apa?
  • busway
ide sutiyoso yang kontroversial. mengakibatkan penebangan pohon sepanjang jalur busway, kemacetan di jalur alternatif, berkurangnya pendapatan sopir bus umum, penyempitan jalur kendaraan lain. tapi tak pelak, kini menjadi sarana angkutan andalan. cukup nyaman, ber-AC, tapi pintu keluarnya kurang banyak. kapasitas maksimal 85 penumpang. tarif flat, Rp 3500 sejak jam 7 pagi dan Rp 2000 per jam 5-7 pagi. tapi jika ada demo, busway pun terhenti.
  • taksi
berbagai varietas eh jenis. tapi yang jelas, selalu sedan. berbagai merk. beragam tarif, mulai blue bird yang taat aturan tarif baru hingga taksi yang tarifnya tergantung penawaran. rute terserah penumpang. kapasitas maksimal sejauh ini tujuh orang (rekor kami, bcoz orangnya imut-imut). hanya dinaiki jika: (1) butuh cepet tanpa peduli kondisi dompet; (2) rame-rame jadi bayar bisa patungan; (3) dibayari kantor

taksi favorit: Gamya dan Ekspress
dah males cegat blue bird, bcoz terlalu banyak copycat
taksi paling nyebelin: prestasi.
udah taksinya juelek, sopirnya kasar. daku dimaki-maki cuma gara-gara bayar sesuai argo. padahal dah dilebihin loh
  • mobil omprengan
pernah lewat belakang plaza semanggi pas maghrib-maghrib gitu? nah kan suka ada calo teriak-teriak: bekasi. biasanya ini mobil pribadi yang dikaryakan. lumayan lah, itung-itung tambahan beli bensin. tapi kadang dia ga ngetem, becoz aku pernah naek dari UKI menuju kota wisata naek omprengan ini. dia menyabot rute mobil Elf. tarif ga jelas
  • lain-lain (bemo-koantas-kowanbisata)
warnanya kuning ato biru donker. aku pernah naek yang nomer 102 (lebak bulus-tanah abang). ga yakin namanya apa seh. tapi tarifnya sama dengan metromini. karatannya juga sama. seremnya juga sama. kalo bemo, hmm...mirip bajaj dengan sistem ala angkot


bonus: buwat yang menjadikan bus/kopaja/metromini sebagai sarana angkutan, kadang ada penyanyi berkualitas lumayan. tapi kalo lagi sial, ya copet de

pengalaman pribadi, ada pengamen nyanyi careless whisper-nya Wham. keren booooo

7 comments:

~dhia~ said...

satu lagi mbak..ketinggalan...Alternatif laennya : NEBENG AMA TEMEN..Wakakakakak...murah meriah, bisa gratis, dan kalo beruntung bs ditraktir makan2 juga ;)

woro said...

karcis KRL jakarta-bogor itu 2500, jeng. hehehe. tapi klo mo langsung and cepet trus agak nyaman, naek kereta ekspress aja. ada ekspres Pakuan (bgr-jkr kota) ongkos 20rb kalee, ekspres depok-gbr-kota (pas hari kerja, 10rb), ato ekspres bojonggede-gbr-jkr kota (jam kerja doang). ato yang mau jalan2 ada tuh ekspres ampe juanda langsung dianter ke Ancol (hari libur doang). nggak enaknya, ya ada jadwal keberangkatan. klo ketinggalan ya wes. naek kereta dendeng aja..huahahaha....

WeenDee said...

Pengen naek kereta pakuan hehe...

Secara daku blm pernah naek kereta ekspres di jakarta hihihihihi

alf said...

Antipati ma metromini & kopaja..
ukuran bangku pelecehan fisik!!! :p

Dulu punya pengalaman naik Patas P-6 (sekitar tahun 1998/1999), ada penyanyi.. eh pengamen 2 perempuan, yang selalu membawakan lagu-lagu Siti Nurhaliza, wiiii.. suaranya bagus BOW!
Kangen pingin ketemu lagi... ^_^

"Yaaa... rapat belakang... rapat belakang..." [khas kernet]

"kedepan 3000 Neng" [khas supir bajaj]

"Awas pak, disamping kanan copet.." [khas pencopet.. nah lho??]

^_^

keling said...

Anda layak menggantikan Hatta Rajasa sebagai Menteri Perhubungan :))

CacingKepanasan said...

Wah Nyam buat the ultimate guide tentang kendaraan umun di jakarta ya? buat juga dunk bukunya he..he.. : P

nYam said...

@dhia: tiap hari juga nebeng kooo..^_^

@ m woro: inget ga petugas tiket yang liat-liatan ma gw? dia terpesona kali ya? ato mikir, ko ada calon penumpang geblek kaya gini

@m alf: usulin aja ada bus khusus

@keling: hayo, calonin aku dooong

@cacing: mau sponsorin yah? makasih bangeeett