Monday, May 22, 2006

Downfall


Sinopsis:
Seiring kian dekatnya pasukan Rusia ke Berlin, Adolf Hitler dan sisa-sisa prajurit dan staf bersembunyi dalam bunker. Film ini mengisahkan hari-hari terakhir Hitler, optimismenya akan kebangkitan Jerman, kekalutan para jenderal tentang kondisi perang, dan kisah para pengikut Hitler. Film ini dibuat berdasarkan buku karya Traudl Junge, sekretaris Hitler.

Pemain:
Bruno Ganz, Alexandra Maria Lara, Corinna Harfouch, Christian Berkel, Juliane Köhler, Andre Hennicke

Sutradara:
Oliver Hirschbiegel

Dan film ini menurutku....

AMAZING!!!!

pertama, aku berencana nonton film ini tahun lalu, saat Jiffest. tapi sialnya, aku kehabisan tiket. begitu nemu DVD-nya, eh rusak. dan kmaren, setelah beli untuk yang kedua kalinya, aku bela-belain nonton sampe hampir tengah malam. 2,5 jam loh.

kedua, aku pernah membaca bahwa film ini dikritik karena "membuat Hitler tampak manusiawi." Dan memang benar. Hitler digambarkan sebagai sosok diktator di ujung kekuasaannya, kalut, cemas, pemarah, tapi juga tetap yakin bahwa Nazi akan menang. Dia juga digambarkan lembut pada anak-anak Magda Goebbels, yang kemudian dibunuh oleh ibu mereka sendiri usai sang Fuhrer bunuh diri. Dia memanggil Traudl, sekretarisnya, dengan panggilan "my child". dan di detik-detik akhir sebelum ia menelan pil racun dan menembak diri dan Eva Braun, ia menikahi Eva.

saat kekuasaannya kian surut, ia tetap yakin bahwa ia telah melakukan hal yang baik: melenyapkan yahudi dari eropa. saat para jenderalnya meyakinkan bahwa kekuatan militer Jerman akan kalah, dia tetap percaya bahwa kekuatan ras Arya jauh melebihi kekuatan mana pun.

meski ia akhirnya mengatakan mundur, tetaplah dia Fuhrer bagi mereka semua. dan bisa ditebak, para jenderal itu malah saling bertikai mengenai: haruskan Jerman menyerah pada Sekutu?

ketiga, aku tercengang melihat kesetiaan membabi buta para pengikutnya. kesetiaan yang menurutku di luar akal sehat. keluarga Goebbels yang memilih mati daripada menyerah. para jenderal yang memilih menempatkan satu peluru di batok kepala daripada mengibarkan bendera putih. dan itu semata karena Hitler mengatakan: aku takkan menyerah.

keempat: perang itu sia-sia. Hitler yang mengatakan bahwa menjaga kemurnian ras Arya, juga mengorbankan rakyatnya sendiri. dia bahkan mengatakan bahwa kematian rakyat Jerman akibat mereka kurang gigih mempertahankan diri. wait wait wait, gimana bisa bertahan? ga ada makanan, air, obat, listrik sementara peluru bisa setiap saat melubangi kepala?

kelima, kalo ga tahan darah, jangan nonton film ini. namanya juga masa perang, ga ada obat-obatan. dua dokter harus mengoperasi puluhan pasien yang luka-luka. malah ditunjukin bagaimana mereka mengamputasi para prajurit yang kena tembakan: tangan atau kakinya digergaji!!!

tapi bener deh, aku hampir nangis pas nonton. trenyuh gitu melihat Eva Braun yang baru nikah, udah "harus" ikut bunuh diri. salut melihat Traudl Junge yang tetap bisa tersenyum sambil mengetik surat wasiat Hitler dan Joseph Goebbels. dan ngeri melihat Magda Goebbels meracuni anak-anaknya sendiri dengan alasan: tanpa National Socialism, anak-anakku tidak punya masa depan. dan hampir mengasihani Hitler yang tangan kirinya selalu gemetar, mungkin karena hati kecilnya tahu, dia tak lagi punya harapan.

gambar diambil begitu saja dari sini

4 comments:

Di said...

setahuku yang meracuni anak-anak Dr Goebbles itu bukan ibunya tapi ayahnya sendiri, Dr Goebbles

Setelah itu dia ikutan mati dengan cara bakar diri

tapi kalau ngeliaht dari sisi kesetiaan salut dah sama keluarga Goebbles yang sampe segitunya, dari pada si Herman Goerring itu

CacingKepanasan said...

Cacing jadi pengen nonton, pinjem dunk :P

Nurul said...

jadi pengen nonton juga...
tapi yang berbau nazi rada ga pengen nonton sih..
jadi gimana dunk?

nYam said...

@all: nonton ajah. seru loh. kalo d filmnya, yang meracuni ibunya. trus magda ditembak sama suaminya, trus si suami tembak diri sendiri. baru deh mreka dibakar ma anak buah. gitu