Saturday, June 17, 2006

ekspor ekspor

lolosnya timnas sepakbola sebuah negara ke ajang bergengsi seperti Piala Dunia jelas membanggakan. sayangnya, hingga sekarang belum satu kali pun nama Indonesia terpajang dalam daftar negara peserta.

tapi sebenarnya masih ada hal-hal lain yang bisa diloloskan ke ajang Piala Dunia atau ajang olahraga lainnya. berhubung lagi musim bola, kita bahas Piala Dunia aja yah.

pertama, wasit. pernah denger negara Benin? ga pernah? sama dong. tapi semalam, nama Benin aku dengar saat komentator pertandingan Ekuador-Kosta Rika menyebutkan nama pengadil lapangan yang bertugas. atau ga usah jauh-jauh. singapura aja, yang notabene sama-sama gak lolos, tetap bisa terwakili lewat wasit Shamsul Maidin? dari zona Asia, ada tiga wasit yang masuk dalam daftar FIFA untuk PD. dua lainnya dari Jepang dan Australia, negara-negara yang memang lolos ke putaran final. dengan melihat dunia per-wasit-an kita, kalau kualitas wasit kita tetap tidak meningkat, sepertinya sampai 50 tahun lagi pun takkan ada wasit asal Indonesia di PD. bahkan wasit asal Italia, negara yang lagi heboh dengan skandal pengaturan skor, tetap ada. lah kita???

kedua, asisten wasit. idem ditto sama yang di atas. ada nama Celestin Ntagungira, asisten wasit asal Rwanda. dia juga bertugas dalam pertandingan Ekuador lawan Kostarika. Rwanda oi..Rwanda. negara afrika yang kecil dengan jumlah penduduk cuma delapan juta jiwa, setara penduduk Jakarta, atau malah kurang dari itu. negara yang masih terus dilanda perang dan kelaparan.

ketiga, pelatih. kalau yang ini, lupakan saja. pelatih asal Indonesia masih harus bersaing dengan pelatih-pelatih selevel Dick Advocaat, Zico, atau Otto Pfister. kayanya nih, sehebat-hebatnya Benny Dolo menangani Arema, sepertinya agak ngimpi kalo membayangkan dia melatih Togo menggantikan Otto.

keempat, itu tuh, bocah-bocah yang digandeng para pemain pas masuk lapangan. tapi kayanya kejauhan yah. kalo boleh sedikit berharap, pengen deh aku jadi salah satu bocah itu dan digandeng ama Peter Crouch atau Edwin Van Der Sar atau Jan Koller. aku pengen mengajukan pertanyaan ini: gimana keadaan cuaca di atas? hihihi.....

last but not least, tentunya barang-barang produksi Indonesia. . sialnya, yang nonton ga peduli bahwa sepatu, bola, atau apa pun itu diproduksi di Indonesia. yang mereka tahu adalah pemegang merk adalah negara X. meski yang berkeringat memproduksinya adalah negara lain. mereka ga peduli bahwa gendang yang ditabuh suporter bikinan Bali. yang mereka tahu, penabuhnya adalah suporter negara yang lolos piala dunia. moga-moga kita tidak berhenti pada pikiran: yang penting Ballack tendang bola bikinan Indonesia. kalo kaya gitu, selamanya kita tertendang dari Piala Dunia.

2 comments:

Nurul said...

say, jangan salah. Indonesia pernah ikut piala dunia th. 1938, waktu itu kita masih jajahan belanda, jadi nama negaranya Dutch East Indies, ngelawan hungaria, skornya? ya..kalah..hehe.. 0-6 gitu loh

nYam said...

huh...atas nama belanda kan? sama aja. teteup syebel