Friday, June 16, 2006

quit playing games with our life

kita, orang indonesia, memang berani dan (yakin kalau) punya banyak nyawa. lihat saja di jalan raya. tiap kali mau nyeberang tanpa lewat jembatan penyeberangan, maka prinsip yang berlaku adalah: siapa yang lebih nekat, dia yang sukses. prinsip ini agaknya diterapkan juga dalam iklan m-BCA. tokohnya begitu bingung mencari ATM hingga nekat menyeberang meski ada truk segede gaban sedang melaju kencang.

lihat juga berita tentang obat nyamuk yang ditarik dari peredaran karena mengandung bahan berbahaya yang sudah dilarang oleh WHO. yah semua obat pembasmi serangga sih emang bahaya. coba aja minum jus obat pembasmi serangga, segelas aja. dijamin kencan ma malaikat maut. tapi larangan memang untuk tidak dipatuhi. masih banyak toko yang enggan menarik produk tersebut bahkan dari etalase toko mereka. alasannya: silakan tarik, tapi ganti rugi. lah kalo ntar ada yang mati gara-gara produk itu, mereka mau ganti rugi gitu? ya mbok sekali-sekali memikirkan keselamatan konsumen yang notabene adalah manusia. ga melulu profit.

lucunya, konsumen juga tetep make. alasannya: saya udah make bertahun-tahun toh ga sakit, udah gitu murah lagi. oalah, namanya penyakit, ada yang gejalanya langsung muncul seperti flu. ada juga yang telat ketuk pintu seperti kanker. buat nyawa kok coba-coba ^_^

ada lagi limbah di bekasi yang bikin ratusan warga dilarikan ke rumahsakit karena keracunan akibat menghirup udara tercemar limbah. hoi AMDAL hoi. bullshit!!!! profit mulu. produksi mulu. nyampah mulu. kalo ada yang mati, mau tanggung gitu???

dan ga ketinggalan, lumpur panas lapindo brantas. berapa hektar sawah yang ga bisa lagi pulih kondisinya akibat terendam lumpur? berapa ton produksi beras yang harus hilang akibat kelalaian itu? berapa dana yang harus keluar untuk membersihkan lumpur itu? dana yang seharusnya bisa digunakan untuk hal lain yang jauh lebih bermanfaat. dan siapa bisa jamin bahwa efek lumpur panas campur minyak itu ga mengganggu kesehatan?

nyawa kok dipake main-main yah? kalo mau sedikit guyon, aku tahu penduduk Indonesia ini banyak. dan mungkin pemerintah juga tak henti-hentinya menganjurkan keluarga berencana. tapi main-main dengan nyawa manusia jelas bukan cara yang bijak untuk menekan laju pertambahan penduduk ^_^ dengan membiarkan penduduk terpapar limbah, racun, dan sampah, bagiku itu seperti genocide era Nazi dulu. dan aku sama sekali ga yakin bahwa setelah semua kasus limbah itu selesai, pelakunya bakal diseret ke pengadilan.

Indonesia, dump country.

No comments: