Thursday, September 07, 2006

basah

Mas Huda kerja di mana, Mbak Ni'am?
di Pajak, Pak
wah enak tuh....terjamin deh

Nduk, pacarmu kerjo neng ngendi?
Pajak, Pakde
waaahh...wes ga usah mikir. kamu ntar ndak usah kerja lagi. wes jaminan sugih kuwi

cowo lo kerja di mana?
Pajak
ooo...pantes lo mau dilamar ma dia yah.....duitnya banyak
nggak sekali dua kali aku dengar komentar serupa. dari teman, saudara, atau temannya teman. dan jujur, aku ga suka dengan komentar seperti itu. tapi aku ga berhak mengatur komentar orang, bukan? emang siapa aku? tapi tiap kali denger komentar itu, mendadak aku pengen ambil lakban item, bungkem mulutnya pake sumpelan kaos kaki yang blom dicuci sebulan, iket pake lakban, dan lempar dia ke pembuangan sampah.

kenapa gitu kalau kerja di Pajak atau instansi pemerintah lainnya yang, konon, 'basah'? aku tahu kalau imej orang tentang Pajak dan sejenisnya adalah: gampang kaya tapi duitnya ga jelas dari mana.

waktu pertama kenal Fath dan tahu kalau dia kerja di Pajak, aku ga mikir gitu. buat aku, di mana pun kerja, ya sama aja. lakukan pekerjaanmu dengan baik. titik. perkara tempat kerja itu memungkinkan buat nyeleweng atau korupsi, itu cuma masalah pilihan kok. ga pernah ada jaminan bahwa kerja di tempat yang 'kering' lantas ga korup. dan ga jamin juga kerja di tempat 'basah' lantas korupsi terus-terusan atau nilep tanpa henti.

itu bukan uang milik pegawai. mereka cuma kebagian ngurus. itu uang rakyat. amanah dari para pembayar pajak. dan lagi, di mana letak kebahagiaan jika yang digunakan untuk hidup adalah uang haram?

boleh deh dibilang aku sok idealis, bisa teori doang karena emang ga ngerasain gimana kerja di sana. jujur, aku ga peduli kalo rekan-rekan Fath, misalnya, ada yang ga bener. itu pilihan mereka. itu hidup mereka. tugas utamaku adalah menjaga supaya dia tetap bersih. kalau bisa, ya pelan-pelan bersihkan lingkungannya juga.

aku tahu takkan mudah. sejak awal, Fath juga bilang supaya aku tak tergiur jika suatu saat ada acara kumpul-kumpul pegawai dan semua istri pegawai muncul dengan dandanan bak toko perhiasan. ah ya, aku tak tertarik ikutan klub-nyonya-sasak-tinggi-makeup-tebal itu. lagian aku gampang alergi logam. mending kaya sekarang aja.

mungkin tak mungkin menghilangkan imej 'basah' di tempat kerja Fath. tapi plis, bisa ga sih kalian ga pukul rata? bisa ga sih kalian ga menganggap bahwa semua orang di sana memang penyeleweng? bisa ga sih kalian mengakui bahwa MASIH ADA orang-orang yang teguh menjaga diri dan keluarga dari godaan seperti itu? komentar seperti itu sungguh mengganggu. sakit hati dengernya. dan bukankah ucapan itu doa? bagaimana jika ada yang berpikir: yah ngapain gw tetep jujur, toh orang juga mandangnya gw nyeleweng, skalian aja nyeleweng. secara ga langsung, kalian yang doain.

dan satu lagi, aku mau ama Fath bukan karena di mana dia kerja. tapi karena dia adalah dia.

posting luapan emosi terpendam berbulan-bulan yang akhirnya tumpah setelah baca ini.

12 comments:

.n.a.n.a.t.e.r.b.a.n.g. said...

sing penting, teguhkan hati sajah.
Biar Allah yg tau bagaimana kerja kita :)

Irma said...

Siip deh. Rejeki itu kan yang penting nilai berkahnya(termasuk kehalalan nya) bukan jumlahnya. Tapi klo jumlahnya besar dan tetep berkah boljug tuh..alhamdulillah :)

ibunyaima said...

Susah ya memang menjadi minoritas di tengah mayoritas. Apalagi kalo minoritas yg baik di tengah mayoritas yg rusak.

Yaah... semoga Mas Fath-nya tabah. Sebuah nilai lebih untuk menjadi yg tetap teguh menjaga prinsip di tengah "fleksibilitas".

*hehehe... gw suka mikir: nyonyah-nyonyah yg suka sasakan itu bangun jam brapa ya untuk menyasak rambutnya.. HAHAHAHA.. ;)*

Windy Yayan said...

Kipas kipas nyam..hihihi...

Aq yakin kok..suatu saat bakal calon keluargamu (gpp yahh tulis bakal, kan bulan desember hehehe) menjadi contoh utk keluarga 'pajak' lainnya...

Jadi contoh, masihhh buanyaakkk orang hebat nan oke bin bersih di indonesia....

Lam bersih bersih... :-D

retma-haripahargio said...

Hihihi. BIngung mo komentar apa. Abisnya, itu... gimana yak. Yah, emang aku kenal aku bbrp orang yg kek gitu! ;)
Tapi semoga, ada yg teteb jujur yak. :D

Anonymous said...

itulah masalah orang kebanyakan (apalagi di Indonesia), yang suka menggeneralisasi, tanpa mengetahui siapa kita sebenarnya. fight for what you believe, sista!!!
---iqko,, gak bisa login,,.....---

alf said...

Biarlah... orang lain menggonggong.. niat baik terlaksana..

*halah.. apa sih.. [ngantuk]

duck said...

ehemmm.. aku mo cerita dikit nih..
aku punya pengalaman yang lumayan 'bikin bt' ma orang pajak..
aku ga bermaksud apa-apa sih, cuman seperti polisi yang punya kesan agak miring di masyarakat, orang pajak jug sepertinya gitu..
nyari2 ja lobang yang bisa ngasilin duit..
contohnya gini... hari ini, aku mo ketemu orang pajak karena masalah "kesalahan pengisian SPT", tetapi tau ga?? si orang pajak itu pengennya ketemu di luar kantor sambil makan siang!!
tuh kan?? apaan tuh? moga aja ga semua orang pajak gitu ya :D amieeen..

nYam said...

@all: mohon doanya aja biar bisa tetep sok idealis macam skarang ^_^v.....en tegurannya kalo suatu saat kami terpeleset


hugs

windx said...

horee....

baca komen berikut dengan hati tenang.
aku tidak bermaksud cari gara2 dengan nyam. anggap aja becanda ;)
and please dont kill me....
======================================

sebagai salah satu orang yang pernah memberi komentar type 3 :
-----------------------------------
cowo lo kerja di mana?
Pajak
ooo...pantes lo mau dilamar ma dia yah.....duitnya banyak
-----------------------------------
aku merasa perlu memberi imbangan. ^_^

aku sudah memberi komentar itu bahkan
sebelum kalian jadian lho....

aku memberi komentar itu seketika begitu aku dengar :
a. nama fath
b. pajak.

kupikir itu reaksi yang wajar. tidak ada maksud apa2. Pegawai pajak yang JUJURpun, suatu hari nanti, kesempatannya untuk memperoleh pendapatan (baca GAJI dan TUNJANGAN) yang TINGGI sangat besar.

Jadi, ketika kami memberi komentar begitu SAMA SEKALI TIDAK BERARTI kami beranggapan bahwa fath bakal tidak jujur. kami juga TIDAK beranggapan bahwa pegawai pajak itu maling semua.

coba perhatikan kalimat2 yang nyam tulis :
--------------------------------------
Mas Huda kerja di mana, Mbak Ni'am?
di Pajak, Pak
wah enak tuh....terjamin deh
--------------------------------------
Apa salahnya? kan benar. maksudnya hidup nyam bakal terjamin karena fath punya pekerjaan yang bagus.

kurasa jawabannya gak akan terlalu jauh berbeda kalo nyam bilang fath kerja di bank, ato sebagai pengacara, ato makelar tanah. bukan berarti pegawai bank, pengacara dan makelar tanah itu orang2 curang semua kan?

jawaban itu semata nyam dapat, memang karena fath punya perkerjaan yang bagus dan jalur karir yang menjanjikan.

--------------------------------------
Nduk, pacarmu kerjo neng ngendi?
Pajak, Pakde
waaahh...wes ga usah mikir. kamu
ntar ndak usah kerja lagi. wes
jaminan sugih kuwi
--------------------------------------
Ini juga sama. dimana aku dengar ada tuduhan bahwa fath calon koruptor? TIDAK ADA!!! Yang ada harapan orang
bahwa fath punya jaminan sugih. tidakkah nyam senang didoakan?
---------------------------------------
cowo lo kerja di mana?
Pajak
ooo...pantes lo mau dilamar ma dia yah.....duitnya banyak
---------------------------------------
ini juga sama. TIDAK ADA tuduhan bahwa bahwa duit fath tidak halal. yang ada adalah ekspektasi bahwa duit fath banyak. enggak salah orang mengira begitu kan?

ok. mungkin kalo dibandingin sama sudwikatmono, sudono salim ato abu rizal bakrie, duit fath gak seberapa. tapi kalo dibandingkan dengan supir metromini, office boy atau pegawai clerk di bank *tertentu*, aku jamin duit fath masih lebih banyak. jadi?
apa salahnya komentar seperti diatas?

seperti telah kita bedah diatas. komentar2 yang nyam permasalahkan sebenarnya masih dalam batas kewajaran.

Nyam boleh ngamuk kalau kejadiannya seperti ini :
--------------------------------------
Mas Huda kerja di mana, Mbak Ni'am?
di Pajak, Pak
wah enak tuh....tilepannya banyak
--------------------------------------
Nduk, pacarmu kerjo neng ngendi?
Pajak, Pakde
waaahh...korupsinya udah berapa?
--------------------------------------
cowo lo kerja di mana?
Pajak
ooo...asik tuh, bisa bantu licinkan urusan pajak gue gak?
---------------------------------------

Maaf saja, kami TIDAK menggeneralisir bahwa fath itu maling. yang menggenaralisir justru pikiran nyam sendiri. nyam yang beranggapan bahwa pegawai pajak itu maling semua. dan oleh karena itu nyam tidak merasa bangga punya calon suami dari sana.

Sebagai defence-mechanism atas ketidaknyamanan tersebut, nyam justru
merasa tegang setiap memberikan jawaban "kerja di kantor pajak" dan dengan segala energi nagatif yang ada di alam semesta, nyam meyakinkan diri bahwa jawaban orang2 (apapun bentuknya) akan membenarkan apa yang nyam rasakan sendiri terhadap "pegawai pajak"

Padahal bisa kita lihat dari uraian diatas, kami TIDAK PERNAH menuduh apa2. Bahwa nyam MERASA kami menuduh begini-begitu hanya ada dalam kepala nyam sendiri.

so plis deh. jangan timpakan kemarahanmu pada kami karena penyakit di pikirannmu sendiri.
======================================
coba seandanya nyam ingin jawaban berbeda cobalah jawab:
"calon gue gak kerja koq" atau
"cuman pemulung"
atau "sopir bis".
======================================
lalu, buat temen2 laennya yang kira2 punya temen yang akan nikah, ada beberapa tips :

Jangan tanya apa pekerjaan pasangannya. Apapun yang kamu jawab bisa menyebabkan kamu dimusuhi (paling minimal di-blog-in)

dan kalo anda terlanjur bertanya :

skenario 1
Mas Huda kerja di mana, Mbak Ni'am?
di Pajak, Pak
....(what ever you do, DONT make any sound. bad for your health)

skenario 2
Mas Huda kerja di mana, Mbak Ni'am?
di Pajak, Pak
wah, cuaca siang ini panas sekali ya (talk about something else INSTANTLY)

skenario 3
Mas Huda kerja di mana, Mbak Ni'am?
di Pajak, Pak
wah, gawat tuh! kacau! itu kerjaan orang susah! mending cowokmu cepet2 resign aja. ditempat itu gak ada duitnya. ntar nyam idup mlarat lho.

now tell me. do you really expect such responses? what response do you expect from us anyway?

...
please dont kill me
ontoni gomennasai... m(_ _)m
======================================

nYam said...

@windx: pantesan aku disuruh nunggu komen lama banget ya. don't worry, I won't kill u, since i already asked u to remind me to kill u someday ^_^

well, kalo didengar harfiah, memang itu ga bermasalah. tapi sebagaimana yang sering kamu akui sendiri, ada bahasa tubuh. berapa kali kamu menafsirkan kalimatku dengan salah padahal kita bicara secara langsung dengan dalih: nyam tampaknya [xxx]. well, itu bukti bahwa kamu pun mengakui ada bahasa tubuh tak tersurat meski kalimat yang dilontarkan adalah kalimat netral.

dan lagi, itu cuplikan kalimat yah....aku ga nulis sisanya di sini. karena orang ybs pun setelah mengeluarkan kalimat itu, dilanjutkan dengan kalimat lain yang intinya: orang kerja di situ kaga ada yang bener.....dia cerita beberapa kasus di mana dia berurusan dengan ketidakbeneran itu dan mengatakan: cowo kamu ga kaya gitu kan?

well, dulu memang komentar seperti itu sangat sangat sangat menyebalkan...guys, u r commenting on my fiancee!!!!

tapi skarang: yah doain aja moga-moga rezekinya halal dan lancar. abaikan saja bahasa tubuh dan sindiran tersirat itu. dan mendadak telingaku mengubahnya menjadi suara robot yang tanpa emosi ^_^

eniwei, sebenernya aku dah males posting soal ini. dan kemaren tergelitik untuk posting lagi ya setelah baca post di link yang aku sertakan. rasanya gatal buat komentar. yah mungkin aku sensitif sekali dengan kata-kata, tapi itu yang aku rasain.

btw, dont use the word US please. kata kami itu mewakili dirimu dan siapa saja kah? kalow cuma dirimu seorang, ya pake kata AKU dong ah.

aku ga ngerasa komentar2 itu menuduh Fath aneh2 ya...dan alhamdulillah dia ga aneh2. tapi aku merasa itu menyamaratakan semua. tapi kamu sendiri pernah kan akhirnya menyamaratakan satu profesi dengan "ga bener"?? admit it!!! u said it a couple months ago.

yang kupermasalahkan adalah penyamarataan itu. sesuatu yang kamu sendiri pernah lakukan.

dan sebagaimana yang kutulis di posting ini juga: aku ga berhak mengatur komentar orang. I'm not God. toh aku juga dah kebal dengan komentar seperti itu. kaya komentar M Alf: kafilah berlalu

don't say: don't kill me. u know i will kill u someday....but it seems u will do it urself

Nurul said...

yah...namanya udah jadi opini publik sih, sometimes we have to deal with it. Yang penting buktiin aja, moga2 nyam en fath ga kepeleset dan tetep bersih, dan ga papa dunk kalo ntar Allah ngasih rejekinya yang banyak..amiiinnn...