Monday, September 18, 2006

ratu hamid

konon, ratu "dipaksa" turun panggung karena dianggap ga sopan di hadapan presiden+tamu-tamunya. dan konon, itu karena grogi jadi si mulan keseleo lidah.

setelah itu, aku lihat berita. Daan Dimara divonis empat tahun penjara, dan sebelumnya mengadukan Hamid Awaluddin dengan tuduhan memberi kesaksian palsu.

nyaris begitu saja, dalam pikiranku terbetik satu pertanyaan: jika ga sopan dan keseleo lidah di hadapan presiden aja bisa dipaksa turun panggung, gimana jika keseleo lidah itu dilakukan dengan kesadaran penuh di bawah sumpah di muka pengadilan?

OK lah sekarang belum terbukti apakah tuduhan Daan pada Hamid itu benar. tapi tentunya simpang siur berita selama ini sudah membuat publik bertanya-tanya: bener ga sih?

kalo ngikut gaya jadul, reaksi pertama adalah: turunkan Hamid dan suruh dia memenuhi panggilan kepolisian untuk membereskan masalah ini.

tapi sebagaimana dikatakan windx saat kami makan malam, di balik setiap menteri, ada mesin politik besar yang membuat seorang presiden bisa tetap memerintah dengan tenang. jika sang presiden dengan begitu saja mencopot menteri, bisa jadi mesin politik itu mendadak kehabisan oli hingga mogok bergerak. dan akibatnya, roda pemerintahan bisa kacau.

rumit ya? saat masyarakat meragukan kejujuranmu, kamu bisa bersembunyi di balik tameng izin presiden.

pak SBY, semoga Anda ga diam saja ya mengatasi hal ini. plis du samting, entah itu bikin tim intern yang menyelidiki diam-diam atau berhentikan dia sementara hingga kasusnya usai. apa pun cara yang Anda tempuh, tolong buat kami yakin, bahwa hukum di negeri ini memang ga pandang bulu.

sebab kalau pandang bulu, tentunya monyet akan selalu lolos dari hukum

No comments: