Wednesday, November 22, 2006

meniru

sore-sore. baru kelar garap satu laporan. baca republika. lalu berita ini.

bisa dibilang aku nyaris ga pernah nonton Lativi. kalo pun nonton, selalu pagi hari. film kartun Franklin ^_^ *OK, u may laugh now*

tentang program acaranya, aku dan Ayah sepakat: ga ada yang bagus. pas masih suasana lebaran, yang ditayangin film Mandarin macam Bo Bo Ho, vampir, dll. lagian tampilannya ga pernah bagus. mungkin masalah sinyal.

tapi berita di atas membuat sore hari ini makin suram. seorang anak meninggal karena dianiaya teman sepermainannya. alasannya: meniru Smackdown.

kalo ga salah, acara gulat itu memang ditayangkan tiap hari. prime time pula. pernah aku terbangun tengah malam, TV masih menyala. dan saat gonta ganti channel, masih aja acara banting-bantingan itu. entah berapa jam sehari bantingan itu ditayangkan. mungkin Lativi memang ga punya cukup duit buat beli ato bikin acara yang bermutu.

yang bikin aku marah adalah kutipan ini:

Manajer Humas Lativi, Raldy Doy, belum mendengar rencana pemanggilan KPI. Namun, ia mengaku sudah mendengar kabar tewasnya bocah di Bandung yang diduga tewas terkait dengan tayangan SmackDown itu. Menurut dia, Lativi pun berencana mengecek kebenaran kabar tersebut. ''Kita akan melakukan investigasi bersama juga.''

Sementara itu berdasarkan keterangan tertulis melalui surat elektronik yang dikirimkan Raldy kepada Republika, tayangan SmackDown merupakan murni program hiburan. Selanjutnya lagi, layaknya film atau telenovela, SmackDown ini dilakukan sesuai skrip. Semua omongan dan gerakan, kata dia juga, berdasarkan skrip yang mesti dihafal. ''Sedangkan gerakan-gerakan 'kasar' yang diperlihatkan dilaksanakan terlebih dahulu oleh para profesional yang sudah berlatih lama.''

Kemudian juga, Raldy mengatakan, sebagai tindakan preventif agar adegan di SmackDown tidak diikuti maka host selalu menyampaikan agar jangan menirukan semua adegan di rumah. ''Begitu juga kami menampilkan running text serta logo 'Bimbingan Orang tua (BO)' agar orang tua selalu mendampingi anak-anaknya saat menonton tayangan ini,'' ujarnya.


sesuai skrip? dilaksanakan oleh profesional? hellooo.....pemirsa ga peduli apakah itu berdasarkan skrip ato ga. kamu pikir kenapa ada orang yang mengira bahwa tayangan sinetron itu nyata? aku pernah melihat banting-bantingan itu. dan aku menganggap itu nyata. darah yang mengalir itu nyata. tulang yang patah itu nyata. itu bagiku, yang mungkin menurut Anda, tuan humas yang terhormat, sudah cukup umur untuk membedakan mana bohongan dan mana kenyataan.

apalagi bagi anak-anak. televisi tempat kamu bekerja menayangkan acara itu terlalu dini. ah kalau menurutku, seharusnya memang tak ditayangkan. kalau suatu hari, tiba-tiba anak atau ponakan lelaki-mu meninju dan menelikungmu dengan alasan meniru Smackdown, mungkin saat itu lah kamu sadar. bahwa apa yang bagi orang dewasa hanya main-main, bagi anak-anak adalah sebaliknya.

running text? bimbingan orangtua? tolong lakukan survey, berapa banyak orangtua yang benar-benar mematuhi peringatan itu. berapa banyak orangtua yang menjelaskan pada sang anak tentang tayangan yang mereka tonton? kamu pikir dengan logo dan running text kecil kaya gitu bisa meyakinkan pemirsa? itu sama aja dengan peringatan bahaya merokok yang ukurannya ga sebanding dengan logo merk rokoknya.

mungkin Reza memang meninggal karena dijadikan bulan-bulanan oleh teman-temannya. tapi bagiku, Reza meninggal karena ketidakpedulian stasiun TV mu akan mutu tayangan. dan mungkin, karena ketidakpedulian kita semua akan apa saja yang disuntikkan kotak ajaib itu dalam kepala anak-anak kita.

for me, we're the murderer....................

3 comments:

retma-haripahargio said...

Emang ngeri ya Am. Makanya Am, nanti kalo kamu punya anak, tuh... ada beban yg harus dipikirkan juga. Nyeleksi tipi. Hehehehe :p

Kalo aku sih, dah "eneg" liat tipi2 itu, akhirnya langganan tipi kabel ajah. hehehe :) Kan ada parental lock-nya gituh loh.

Am, jadi kapan kamu merit?? **gue kok gak diundang yah?** Heheheh :p

intanariestya said...

iya mbak.. aku juga post tentang itu lho... sedih banget, apalagi setelah baca thread ini.. kita datengin aja yok, mau ga?

*tapi entar ya, abis merit..* hehehhe,,

nYam said...

@Mbak Retma: dateng ajah...ajakin Nikki ya. masa ditinggal lagi ^_^

@Intan: hayyah...nunggu kamu merit mah masih sebulan lagi. dasar