Thursday, November 23, 2006

tenggelam

kemarin malam aku pulang dengan perasaan masih kacau balau akibat berita Smackdown itu. Fath kirim sms, intinya minta aku beristirahat jadi pagi ini bangun dengan perasaan lebih baik.

tidak.

pagi ini aku bangun dan mendapati berita meledaknya pipa gas Pertamina akibat tak mampu menahan tekanan lumpur panas.

Innalillahi wa inna ilaihi rojiun
semoga amal ibadah para korban diterima Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan


dan semoga kejadian ini membuka mata hati pihak-pihak yang seharusnya bertanggungjawab

bukan para korban yang seharusnya mati di sana. ada orang-orang lain yang lebih layak ditenggelamkan dalam lumpur itu.

4 comments:

windx said...

can we ease the pain
of those who lost?
can we know the cause
of all these sorrow?
can we catch the tears
of a broken world?

That pouring down upon the earth.
Just pouring down.


*star of tears - Xenogears theme*

ibunyaima said...

Mata hatinya (orang2 yang harusnya bertanggung jawab itu) udah ketutup lumpur, kali! Udah gak bisa baca koran lagi ;)

nYam said...

@Windx: ga perna denger lagunya. tapi liriknya bagus

@Mbak Maya: kalo kata Ayahku, penggal aja kepala koruptor2 itu, trus dipake nyumpel lubang semburan lumpur. kayanya cukup deh.

Bunda Raihan said...

judulnya udah ganti jadi bernapas dalam lumpur
kasian yg jadi korban

eniwei, masih minggu depan? *tring-tring..