Monday, December 17, 2007

Air Tenang Menghanyutkan

Diam-diam, atletik dan angkat berat menambang emas. Organisasinya adem ayem, atletnya adem ayem. Tapi ada hasilnya. Emas diraih, rekor terpecahkan. Air tenang memang menghanyutkan.

Idem dengan bulutangkis yang berhasil sapu bersih tujuh emas.

Bagaimana dengan sepakbola? Ah itu sih gelombang tsunami. Tampak riuh, besar, kuat, tapi bawa bencana. Sea Games gagal. Kompetisi lokal ga jelas. Liga Champions Asia dijamin ga lolos karena jadwal amburadul. Ketua umumnya dipenjara. Wasit ga berani kasih kartu merah atas pelanggaran yang jelas-jelas di depan mata. Suporter masih banyak yang kampungan. Dan bisa-bisanya itu bonek demo supaya klub masih bisa menggerogoti APBD.

Beberapa hari lalu, Fath mendongeng untuk Ankaa. Tentang Piala Dunia entah tahun berapa yang diselenggarakan di Indonesia. Kami bertiga menonton langsung partai final yang mempertemukan tuan rumah Indonesia melawan Brasil. Juaranya? Indonesia.

Entah kapan dongeng itu bakal terwujud. Sepertinya tidak dalam waktu dekat.

Makasih buat semua atlet yang udah berjuang keras di arena Sea Games ke-24. Jangan kapok membela Indonesia ya.

1 comment:

Anang said...

semoga di laos mendatang tim indonesia mampu membangkitkan lagi dan merebut supremasi kebanggaan asia tenggara ini.. harus juara umum dong.. malu negara segede ini kalah sama negara seupil kaya singapura.. hehehee.... *asian idol aja kita kalah.....