Thursday, December 27, 2007

Mulutmu Harimaumu

Sambil antri di bank, aku menonton liputan longsor Karanganyar di SCTV. Kebetulan ibu bupati sedang tampak di layar, memberi penjelasan tentang musibah itu.

Si ibu bupati menjelaskan bahwa beliau sudah berkali-kali mengingatkan warganya untuk tidak menanam sayur di lereng bukit, tapi
namanya juga masyarakat, tetap saja melanggar. Ya ini bisa jadi pelajaran bagi mereka. Jadi lain kali, tolong apa yang saya instruksikan ditaati

Kurang lebih gitu deh komentarnya. Yang jelas, ada kata PELAJARAN di sana. OMG.

Ibu bupati, dengan segala hormat, Anda sedang berada di lokasi bencana. Sangat mungkin masih ada warga Anda yang berada di kubangan longsor, kemungkinan besar dalam kondisi tak bernyawa. Mereka yang mati belum lagi terkubur, sudah pula disalahkan. Betapa tidak bijaknya komentar Anda yang menyalahkan mereka karena tidak menaati instruksi Anda. Bisa-bisanya Anda seperti "bersyukur" bahwa ada longsor yang menjadi "pelajaran" bagi mereka yang tak taat.

Kalau pun mereka salah, ada tempat dan waktunya sendiri untuk berkomentar seperti itu. Yang jelas bukan saat mayat sedang diangkat. Di saat seperti ini, tugas Anda sebagai pimpinan adalah memastikan evakuasi berjalan sebaik mungkin dan semua korban tertangani dengan baik.

Lagipula, kalau Anda sudah memberi instruksi tapi tak ditaati, tidak didengarkan, bisa jadi memang instruksi Anda yang tidak jelas kan? Jangan menyalahkan masyarakat melulu. Bisa jadi mereka bercermin pada pimpinannya, yang notabene ya Anda itu.

ps: aku pengen nyumpahin tapi ga jadi. inget Ankaa

pps: saat denger berita itu, refleks aku "mengeluarkan suara seperti kucing marah a la Ginny Weasley". Penyiar SCTV juga nanya, kok kesannya bupati menyalahkan warga. selebihnya, aku ga denger lagi karena dah giliranku transaksi.

1 comment:

Anang said...

judulnya kaya iklan ya.. hehe..