Wednesday, April 02, 2008

Selalu Yang Terbaik

Masih lanjutan yang ini.

Obrolan lengkap dengan ibu-ibu itu adalah sebagai berikut:

Ibu-ibu: "Wah bayinya lucu. Cewe atau cowo?"
nYam: "Cewe bu"
Ibu-ibu: "Berapa bulan?"
nYam: "Lima setengah"
Ibu-ibu: "Ini anak saya delapan bulan. Cakep ya. Duh diem aja, lagi ngantuk ya?"
nYam: "Iya lagi ngantuk. Biasanya waktu pulang udah bobo. Oia, namanya siapa?"
Ibu-ibu: "Widi. Namanya siapa?"
nYam: "Ankaa"
Ibu-ibu: "Duh ini bangun tidur aja cakep. Ga kaya anak saya nih. Widi cemong-cemong mukanya. Jelek bener. Tuh kan jelek"
nYam: *mulai ga enak*"Eh nggak lah....tu cakep Widinya"
Ibu-ibu: "Ih ni anak mah jelek bener. Apalagi bangun tidur gini"
nYam: *buru-buru permisi* "Oh....Duluan ya Bu...ditunggu suami"
Pertama, gw pengen kasih cermin ke tu ibu. Itu juga kalo rela dibilang impolite.

Kedua, mau jelek mau cakep, itu ANAKMU!!! Bayangin dong perasaan anak, yang meski baru umur delapan bulan, dikatain jelek di depan orang lain? Dibilang jelek oleh ibunya sendiri. Gimana PD-nya ga jatuh coba???

Jadi inget Little Prince

"You are beautiful, but you are empty," he went on. "One could not die for you. To be sure, an ordinary passerby would think that my rose looked just like you-- the rose that belongs to me. But in herself alone she is more important than all the hundreds of you other roses: because it is she that I have watered; because it is she that I have put under the glass globe; because it is she that I have sheltered behind the screen; because it is for her that I have killed the caterpillars (except the two or three that we saved to become butterflies); because it is she that I have listened to, when she grumbled, or boasted, or ever sometimes when she said nothing. Because she is my rose.

Kaya apapun anakmu, dia lah yang udah kamu kandung selama sembilan bulan. Dia lah yang kamu lahirkan dengan pertaruhan nyawa. Dia lah yang kamu susui tiap kali lapar. Mungkin buat orang lain, Ankaa hanya satu dari sekian banyak bayi di dunia. Tapi buat aku, Ankaa adalah bayi terhebat.

1 comment:

chandra wright said...

Sambil terus istifar baca ulasan kamu ttg bunda-nya Widi..tega nian ya!
Mungkin lain waktu saat dikau ketemu dengan ibu nyebelin itu, lansung taruh cermin aja dimukanya.
Buat aku, anak adalah pelangi dan permata buat ibundanya. Sejak Naila dalam kandungan aku selalu nyebut Naila sebagai anak tercantik yang akan menjadi perhiasan terindah buat kami, orang tuanya (walo saat itu belum tahu bagaimana rupa dia saat lahir nantinya).
insya allah, anak2 kita akan terus menjadi pelangi buat orang tuanya.
masih kerasa sebel deh denger ada seorang bunda mengucap kata2 seperti itu..