Friday, May 21, 2010

Celoteh Ankaa

Ankaa: "Mi, Jojo minta pup"
Aku: "Minta pup? Cepetan bawa ke kamar mandi"
Ankaa: "Amang adi ana?" (baca: kamar mandi di mana?)
Aku: "Di depan kamar mandi kita"
Ankaa: "Nggak aha. Pitu tutup" (baca: pintunya ketutup)
Aku: "Ya udah di samping kulkas sana"
Ankaa: "Nggak ica, ada adus" (baca: nggak bisa, ada kardus)
Aku: "Kalo gitu di dekat rak sepatu"
Ankaa: "Nggak au, ati atu Aka acah" (baca: nggak mau, nanti sepatu Ankaa basah)
Aku: "Di deket kursi depan TV deh"
Ankaa: "Ati ipi Aka acah dong" (baca: nanti TV Ankaa basah dong)
Aku: (menyerah) "Ya udah di mana aja, terserah kamu lah"

Kelar urusan pup si Jojo boneka jerapah, Ankaa naik ke kasur. Masalahnya, di rumah sementara ini kasurnya pake ranjang, ga dihampar kaya di rumah kami. Udah gitu, ranjangnya juga lumayan tinggi. Jadi kebayang dong seremnya aku pas liat Ankaa tau-tau naik dan berdiri di tepi kasur, trus jalan ke arahku.

Aku: "Ankaa, kalau jatuh gimana?"

Ankaa seketika mewek. Walah, terlalu keras nih suara paniknya. Buru-buru deh meluk dan minta maaf. Pas udah kelar nangisnya, dia minta HP ku, pura-pura mau nelpon entah siapa. Gini nih dialognya:

Ankaa: "Aka abis angis"
Entah Sapa: "........"
Ankaa: "Iya, Ummi akut Aka atuh ai acun" (baca: Iya, Ummi takut Ankaa jatuh dari kasur)
Entah Sapa: "........."
Ankaa: "Aka adi au acih obat uat Ummi" (baca: Ankaa tadi mau kasih obat buat Ummi)
Entah Sapa: "......."
Ankaa: "Aka udah atuh kok. Dah buh" (baca: Ankaa udah jatuh kok. Udah sembuh)
Entah Sapa: "......"
Ankaa: "Iya, atuh epan umah Aka. Atit. Dah acih ubat. Kuka" (baca: Iya, jatuh depan rumah Ankaa. Sakit. Sudah dikasih obat. Luka)
Entah Sapa: "........."
Ankaa: "Aka ga au iat. Akut" (baca: Ankaa ga mau lihat. Takut)*

Setelah itu telepon ditutup. Dan saat itulah aku berharap punya recorder yang nyala 24 jam :D

*: soal takut luka ini ntar ada posting sendiri deh:D

No comments: