Wednesday, December 29, 2010

Ankaa dan Pohon Natal

Sore kemarin, kami ke dokter Iskandar, spesialis mata. Ceritanya mata Fath iritasi gara-gara kena asap rokok waktu nonton semifinal Piala AFF di Senayan. Pas kena asap rokok, cari-cari obat tetes mata (selalu bawa karena waktu itu pake softlens), eh ga nemu. Udah deh merah dan perih.

Alhamdulillah iritasi biasa. Dikasih resep, trus ke Apotek Bendi di Tanah Kusir. Tempat praktek pak dokternya ya di belakang apotek ini.

Waktu masuk apotek, ada pohon natal. Ankaa ngeliatin terus. Ini emang kali pertama dia ngelihat pohon natal. Ya sud, daripada anak penasaran, yuk kita lihat yuk.

Mulai deh banjir pertanyaan tanpa henti tentang pohon natal ini. Dan ya, saya jawab apa adanya dengan pengetahuan saya yang sangat terbatas tentang agama Kristen dan Natal dan pohon natal.

Ini sekilas tanya jawab aku dan Ankaa seputar pohon natal. Mohon maaf pada pemeluk agama Kristen kalau jawaban saya ada yang salah. Well, I'm not a Christian...so please forgive me:D

Apa ini? Ini pohon cemara.

Kok warna warni? Karena ini pohon natal.

Kenapa ada pohon natal? Jadi di dunia ada agama Kristen. Mereka punya hari raya namanya Natal, seperti Ankaa punya Idul Fitri dan Idul Adha. Nah di luar negeri, ada tradisi memasang pohon cemara dan dihias sebagus mungkin saat Natal. Lalu tradisi itu terbawa ke Indonesia.

Ini apa (sambil pegang kapas)? Ini kapas.

Kenapa dipasang kapas? Karena di luar negeri, Natal itu waktu musim dingin, banyak salju. Kayak yang tadi Ankaa lihat gambarnya di koran (headline Kompas hari itu kan salju di Amerika bukan?). Nah karena di sini nggak ada salju, ya dipake kapas. Pura-puranya ini salju.

Kok pakai lampu? Pohon natal itu dihias sebagus mungkin. Salahsatunya ya pakai lampu ini.

Ini apa (pegang bunga cemara...atau buah?)? Itu bunga cemara. Kan ini pohon cemara. Kapan-kapan kita jalan-jalan lihat pohon cemara yuk....

Ini apa (pegang kotak kado kecil yang digantung)? Ini kado.

Kok kado? Jadi biasanya, di bawah pohon natal ditaruh kado biar semua orang senang. Kaya Ankaa, kalo dapat kado, senang kan?

Itu apa (menunjuk salib di puncak pohon yang dihias lampu kelap kelip)? Itu salib.

Salib itu apa? Salib itu lambangnya agama Kristen (sumpah saya sendiri ga yakin dengan definisi ini...maaf..).

Kok bentuknya gitu? Jadi ceritanya, Yesus (di sini Ankaa menyela: Yesus itu apa?), tuhannya orang Kristen, itu dulu disalib. Di sini kepala, ini tangan diikat, ini kaki diikat di sini. Nah buat mengenang itu, dipakailah salib.

Kalau itu apa (menunjuk bintang di bawah salib)? Itu bintang.

Kok ada bintang? Jadi katanya waktu Yesus lahir, ada bintang yang terang sekali.

Ooh.....*nah setelah keluar Ooh itu tanda Ankaa udah puas*

Setelah itu kami bermain "hitung kapasnya", "hitung lampunya", "hitung bunga cemaranya" sampai resep selesai dikerjakan bu apoteker.

Aku ga ngajarin Ankaa tentang agama Kristen. Yang aku tahu, dia sedang dalam masa-masa belajar dan berpikir kritis. Apa yang dia lihat, itu yang dia tanyakan. Kebetulan aja kali ini pohon natal.

Coba kalo kemarin begitu Ankaa nanya tentang pohon natal, aku langsung bilang nggak boleh atau bilang itu agama lain atau apa lah. U know laaa....Bisa jadi rasa ingin tahunya padam atau malah menjadi-jadi. Kalau kemungkinan kedua yang timbul, dan dia mencari tahu dari sumber lain yang bisa jadi aku ga prefer, apa ga berabe? Mending emaknya yang kasih tau, dengan pengetahuan yang sangat terbatas ini. Toh dia bukannya mau convert atau apa *naudzubillahimindzaalik*. Sekedar rasa ingin tahu seorang bocah.

Suatu saat, Ankaa pasti punya teman yang beda agama, suku, bahkan kewarganegaraan. Dia harus bisa menerima perbedaan itu dengan baik dan tetap menjadi dirinya sendiri. Aku cuma berharap, obrolan kami kemarin adalah awal yang baik untuk belajar tentang perbedaan.

Tapi mungkin kemarin kami jadi pemandangan aneh. Seorang ibu berjilbab dan balita yang juga jilbaban asyik bermain di sekitar pohon natal. Untung ga ada Sinterklas :D

No comments: