Sunday, July 01, 2012

Masjid Milik Siapa?

Kemarin pagi, saat mau beli sarapan (kalo wiken saya males masak pagi-pagi), kami terkejut melihat ada bendera kuning dan tenda di depan rumah tetangga. Meski beda jalan, tapi masih dalam lingkungan satu RT. Heran aja, biasanya kalau ada yang meninggal, pasti ada pengumumannya via masjid biar semua penghuni tahu.

Sepulang beli sarapan, saya bergegas ke rumah tetangga depan. Ternyata beliau juga belum mendengar kabarnya. Langsung deh kami takziah ke rumah duka. Dari situ kami tahu kenapa masjid (atau lebih tepatnya beberapa oknum pengurus) tidak mengumumkan perihal meninggalnya almarhum. Dan sungguh, alasannya membuat saya sangat kecewa.

Almarhum memang membuat beberapa kesalahan besar sepanjang hidupnya. Tapi dia kan warga kompleks kami juga yang hampir seumur hidupnya tinggal di sini. Dia seorang anak yang sehari-hari merawat ibunya, yang lumpuh karena stroke beberapa tahun lalu. Seorang tetangga bahkan bercerita, dua hari sebelum meninggal, almarhum mengatakan;
Oom, saya udah beli rumah di Citayam. Bagus, kamarnya tiga. Udah saya kasih AC juga. Saya mau bawa Mama ke sana, saya rawat Mama sampe saya mati

Sungguh saya nggak bisa menerima alasan penolakan oknum takmir mengumumkan kematiannya via pengeras suara masjid. Sebelum ini, mereka pernah mengumumkan kematian orang yang juga melakukan kesalahan sama seperti almarhum.

Saya jadi bertanya-tanya. Kok oknum takmir itu jadi seperti raja kecil ya? Bertingkah seolah mereka pemilik masjid, yang berhak menentukan kebijakan masjid dll dll dll. IMHO, masjid kan bukan cuma tempat ibadah. Masjid juga punya fungsi sosial. Gimana kalau kejadian yang sama menimpa keluarga si oknum?

Kita nggak bisa menghapus kesedihan orangtua almarhum. Jadi kalau emang nggak bisa takziah atau bantu apa gitu, minimal jangan menambah kedukaan mereka dengan menolak mengumumkan berita duka ini dengan alasan remeh temeh macam itu lah.

notes: akhirnya siang-siang, setelah melalui perdebatan panjang, berita kematiannya diumumkan juga.

No comments: