Sunday, July 07, 2013

It's Just So You


Waktu lagi hunting info rumah, saya bikin semacam daftar. Isinya lokasi, luas tanah dan bangunan, harga, plus CP berikut nomer HP yang bisa dihubungi dan (kalo dari iklan online), link iklannya. Ada kali 30 tempat, kaya mau dibeli semuanya aja :D

Daftar itu saya tunjukin ke Fath dan sama dia ditambahin dong dengan simulasi KPR dari entah berapa bank, baik syariah maupun konvensional plus besar DP yang harus disiapkan, berikut besar cicilan untuk 10 dan 15 tahun. Saya yang ngeliat sampe siwer sendiri ngeliat file excel seribet itu.

It's just so him.

Misalnya butuh beli barang, Fath bakal bikin daftar  yang sesuai kebutuhan, nentuin anggaran, trus bikin deh tabel plus minusnya komplit dengan spesifikasi. Masih ditambah dia bakal nyari review tentang masing-masing item. Dari situ baru dia nentuin mau beli yang mana :D

It's just so him.

Kemarin, sabun di kamar mandi habis. Saya minta Fath ambil refill sekalian minta diguntingin, biar tinggal saya tuang. Dan dia gunting ya persis di garis titik-titik. He cut it precisely on the line. Padahal kalo saya, entah digunting lebih besar biar nuangnya cepet, atau malah di sisi yang ga ada titik-titiknya :D

And again, it's just so him.

Anggaran belanja harian saya letakkan di amplop, saya kasih tanggal peruntukannya. Seringnya sih, duit belanja minggu kesekian, kepake di minggu kesekian. Pembenaran yang saya pake: fluktuasi harga yang tak terduga di tingkat pedagang sayur sebagai imbas rumor tak jelas tentang kenaikan harga BBM, ketersediaan pasokan, dan permainan spekulan :D Udah gitu, recehan saya suka berceceran di mana-mana. Kapan itu saya nemu selembar 20 ribuan di saku tas superjadul yang udah nggak saya pake selama setahun lebih :D Saya bilang lumayan, Fath bakal bilang: kebiasaan buruk. 

Suatu hal yang nggak bakal kejadian pada Fath.

Dompet Fath rapi jali. Uang kertas ditata dengan urutan sesuai nominal, menghadap ke sisi yang sama, dan sesuai tingkat "kekumalan" :D Dana untuk keperluan harian ditaruh di amplop sesuai tanggal dan peruntukannya. Dan nggak ada ceritanya dana untuk bayar tiket KRL dipake buat beli bensin. Aseli cocok deh kerja di DepKeu.


It's just so him. 

Delapan tahun lalu, saya terima pesan friendster (masih ada ga sih?) dari teman seangkatan yang tidak saya kenal waktu SMP. Siapa sangka sekarang dia jadi abinya Ankaa. Manusia rapi jali, penuh pertimbangan, dan taat peraturan married sama saya yang berantakan dan impulsif. Sekarang dia sedikit ketularan berantakan dan saya ketularan rapi (meski masih slebor juga).

I love you, hubby. Ga terasa ya udah delapan tahun kita kenalan :P

No comments: