Tuesday, April 04, 2006

perjalanan pulang bagian II: pecel, mendol yang kurang asin, dan akar pangkat tiga

pecel

dari stasiun, kami (ayah-ummi-hasnia-aku-fath, red), pulang. mampir dulu ke pasar karena ingin memastikan bahwa rajungan yang kuinginkan memang tidak ada, bukan sekedar konfirmasi via telpon pada Yu Min, sang penjual. dan memang ga ada. hixz hixz


sampe rumah, lapaar. aku yang biasanya makan hanya seuprit, ga habis pula, nambah sampe tiga kali *lapar ato rakus ya?*. pecel, nasi, empal, plus mendol hasil mampir ke warung budeku di pasar. syedap. this was my pecel


sehabis makan, ayah dan ummi mengajakku bicara enam mata untuk memastikan bahwa aku memang sudah mantap memilih fath sebagai pendamping hidup. rasanya, itu satu setengah jam terlama sepanjang hidup. dan rupanya presentasiku kurang meyakinkan, hingga mereka merasa perlu meminta fath datang malam harinya. padahal sudah dijadwalkan bahwa fath akan datang esok malam bersama orangtua dan adiknya.


mendol

usai obrolan itu, aku mencoba membuktikan kebodohanku dalam hal kuliner dengan bikin mendol. resepnya di posting lain aja yah ini resepnya: (btw, pake kira-kira aja yah. kmaren daku ga ikut resep standar jadi rada ga syedap, red)


nih hasilnya. mendol pertamaku dalam....mmmmm.....enam tahun??? atau lebih??? dan komentar semua orang adalah: kurang asin. aku ga ikutan mengepal-ngepal becoz selalu gagal. my mom did it. my first mendol within...mm.....7 years??

the picture below was my mendols




trus abis bikin mendol, aku ikutan bikin cumi item. maksudnya cumi yang dimasak tanpa ngilangin kantong tintanya. resepnya nyusul ya. tapi cuminya bukan cumi kecil yang kusuka, tapi yang ukuran besar. ga pa pa lah, rasanya cuma beda dikit. kusisihkan tiga ekor untuk eksperimen dengan saus tiram.


oia, aku dapat bonus makanan ekstra. selada goreng. ko bisa ya aku lupa mencantumkan ini dalam daftar makanan yang pengen kusantap? duh. gampang banget loh. aku paling suka selada goreng pake sambel terasi goreng. tapi kali ini, aku makan pake nasi anget, ikan asap goreng (beli ikan asap yang warna coklat-coklat itu di pasar trus digoreng, -red) plus sambel jeruk. yummy........


akar pangkat tiga

malamnya, fath datang ba'da maghrib. aku menemuinya sebentar lalu masuk ke dalam menemani hasnia mengerjakan PR matematika. OMG, aku lupa bagaimana cara menurunkan akar tiga. aku yakin bahwa akar tiga dari 4096 adalah 16, tapi bagaimana menemukan 16 itulah yang jadi masalah. aku tak mau hasnia tergantung sama kalkulator.


sepertinya aku harus mulai beli buku pelajaran anak SD. persiapan mengajari anakku kelak. tapi kurikulumnya pasti sudah berubah.


sampai menjelang pukul 21.00, fath masih bicara dengan orangtuaku. sayup-sayup suaranya terdengar. hingga hilang sama sekali kala aku lelap di alam mimpi.

2 comments:

~dhia~ said...

mungkinkah mendolnya gagal karena ada yang lagi deg deg kan??

nYam said...

@dhia: saking deg-degannya sampe kurang asin n ga bisa bikin bulet-bulet. senam jantung euy