Wednesday, July 19, 2006

dikubur di mana maksud loe?

ga sengaja baca berita ini di detik, tapi cuma sekilas. pas mau posting, eh beritanya di mana yah? akhirnya gugling en dapet dari cybernews dan kontan.

udah dibaca? bagus. jadi dah tau kan kalo lahan makam di Jakarta ini tambah sempit? jadi tulung yah Pemda, jangan gusur pemakaman lagi, apalagi kalo cuma buat bangun apartemen-plaza-kantor dll. membangun jangan cuma kebutuhan untuk hidup sekarang, tapi juga untuk hidup mendatang. emangnya orang mati ga butuh lahan apa?

peraturan makam tumpangan udah diterapkan tapi tetep aja kan lahan ga nambah sementara orang mati ga juga berhenti bertambah. lahan yang sisa cuma bisa untuk 101.303 orang, kira-kira tuh 3 tahun lagi abis. kalo perkiraan itu benar dan lahan ga juga bertambah, maka jenazah ke 101.304 harus migrasi ke daerah lain.

huff....udah mati, masih rebutan lahan, kena pungli, masih mungkin digusur pulak. naseeeb naseeb.......

btw, ini jangan dijadiin justifikasi bagi siapa pun yang pengen dikubur di Jakarta untuk meninggalkan dunia kolam airmata dan tawa ini dalam waktu tiga tahun ke depan yah.....^_^

4 comments:

keling said...

Hahahaha....
Mau pilih mana, mati dalam tiga tahun ini atau ga kebagian kapling?

windx said...

makanya...
makam itu seharusnya gak usah diurusin.
biarkan saja hilang. mungkin bolehlah kita inget2 kerabat2 yang terdekat dengan kita. tapi gak usah sampe ngurus makam sampe 7 turunan (berhubung keatas mungkin lebih pantas disebut tanjakan? naikan?).

bukankah hadist nabi, bahwa dilarang membuat makam permanen? cukup tinggikan
tanahnya sebagai tanda bahwa disitu ada makam. dan setelah waktu berlalu biarkan saja hilang.

bukankan sejatinya sejak awal kita tidak pernah ada?

Akhirnya makam hanyalah ambisi mereka yang masih hidup. yang sudah mati sudah enggak mikirin makam lagi.

yang penting, areal untuk makam jangan dikurangi. kalo ada yang perlu dikubur
ya sudah kubur saja ditumpangkan di tempat yang sudah ada. di tempat yang sudah pantas untuk ditumpangi. keluarga yang makamnya ditumpangi memang harus merelakan. (orangnya saja tidak abadi, apalagi makamnya. biarkanlah pergi). 3 tahun dikubur juga sudah habis.

kalo begini kan kebutuhan areal makam tidak akan bertambah secara signifikan.

kalo makam2 dipertahankan, bisa2 suatu hari seluruh tanah habis buat makam.

kalo mau alternatif lain :
1. kremasi.
2. ditenggelemin.
3. kirim ke luar angkasa.....

.n.a.n.a.t.e.r.b.a.n.g. said...

baca komen diatas mo ktawa...
haa?? dilempar keluar angkasa??
tar aku terbang bareng mayat2 donk... :((

nYam said...

@keling: katanya jangan mati dulu sebelum merid he he he

@windx: maksute, janganlah itu lahan yang emang udah diperuntukkan jadi makam digusur buwat bikin apartemen-mall-dll. dan juga, jangan apartemen dijadiin makam ^_^

@nana: kan enak tuh, kapan lagi bisa "asteroid"