Tuesday, September 26, 2006

maumu apa sih Ti?

dear Suti,
kayanya ngomelin kamu ga cukup dalam satu posting ya. duh Gusti Allah, musti diapain makhluk satu ini ya?

barusan aku baca (lagi) di Kompas tentang rencana pelebaran Sudirman-Thamrin dengan menghilangkan separator alias jalur hijau di sana. dan rencana itu akan dilaksanakan tahun ini.

dear Suti,
sini ya tak jelasin pake sudut pandang salah satu pemakai jalan. kalo ada pemakai jalan yang lain ga setuju, monggo komen ya.

  1. mana janjimu buat penghijauan? stadion menteng digusur, eh jalur hijau dipangkas. maumu kita lewat Sudirman-Thamrin dibawah naungan papan iklan dan pohon buatan gitu??? maaf maaf yah, hijaunya daun jelas lebih sedap dipandang mata
  2. kalo jalur hijau itu dihilangkan, jalur busway yang udah ada mau dikemanain??? dibongkar trus digeser??? ato tetep di tempatnya dan ex-jalur hijau jadi jalur untuk mobil??? haltenya gimana??? penumpang disuruh lompat ato dibikin tangga tambahan??? kalo jalur busway dibongkar untuk digeser, itu bus-busnya mau lewat mana???
  3. kalo jalur hijau dihilangkan, halte itu mau dikemanain??? lha wong selama ini mereka ada di jalur hijau. apa mau bikin jalan berliuk gitu???
  4. gimana dengan jalur hijau yang jadi pembatas jalur cepat dan jalur lambat??? dihilangkan juga??? jadi motor musti saingan sama mobil-bus-truk dll???
  5. menurut kompas, kompensasi penebangan pohon-pohon itu dialihkan ke trotoar alias pedestrian walk. jadi tiap lima meter, akan ada pot bunga. duhai, hak kami, para pejalan kaki, untuk bisa berjalan dengan leluasa di trotoar, sudah dirampas oleh trotoar yang sempit dan terpotong-potong dan rusak+kios rokok+halte+pot+papan iklan+motor yang hobi nyelonong. dan sekarang mau ditambah lagi??? kamu sadar ga sih betapa sengsaranya jadi pejalan kaki di jakarta??? bahkan di trotoar pun kami bisa diklakson!!! lagian, bagaimana bisa membandingkan pohon gede dengan bunga di trotoar??? ga teduh tau!!!
  6. dan kenapa harus tahun ini? kalendermu sobek ato gimana??? emangnya ga cukup, macet di semua penjuru jakarta karena proyek ambisiusmu itu? FYI yah, sabtu kmaren aku dan Fath harus lewat Cawang untuk mencapai Tebet karena putaran di sepanjang otista ketutup peninggian busway-mu itu. itu bikin tambahan polusi kan?
apa kamu bener-bener kejar setoran menjelang habisnya masa jabatanmu?

saranku yah, coba sekali-sekali kamu naik kendaraan umum dan lewatilah semua jalur busway, baik yang sudah jadi atau dalam proses. rasakanlah keringat dan kekesalan yang kami teteskan tiap hari. jangan naik mobil dinas dengan pengawalan. coba juga jalan kaki di trotoar.

dear Suti,
sekali-sekali, cobalah hidup di jakarta sebagai warga jakarta. bukan sebagai gubernur jakarta.

5 comments:

the i.d.E.p said...

Serius nyam ?
Bangsat super keparat sejati si bapak mata sipit itu !!!!!

Aku baru tau ni...

Irma said...

Jalur hijau yg tinggal seiprit itu mau digusur buat pelebaran jalan?! Jangan2 bbrp tahun kedepan warga Sudirman_thamrin bisa bernafas lega dan segar (?) HANYA dalam ruangan ber-AC :(

Di said...

hmm keterlaluan

aku paling benci liat orang nebang pohon, la wong bapakku sendiri nebang pohon satu di depan rumah aja rasanya aku mangkel banget. apalagi orang lain, ga tau kenapa aku selalu sebel ngelat orang nebang pohon..

apalagi nggusur jalur hijau, apalagi KEBAKARAN HUTAN !!!

arghhh kita mo napas pake apaan

nYam said...

@idep: woi woi...puasa woi...coba gugling deh. tar juga nemu beritanya. piye di sana? potongin rumputnya anfield dong....sejengkaaal aja *anarkis*

@irma: pas baca di kompas.com, aku juga kaget mbak. ga kebayang kalo jalur hijau itu hilang. patung pak Dirman bisa tambah batuk2 tuh. secara dia meninggal karena paru2 gitu (cmiiw), ko ditaruhnya di jalan full asap

@di: kecambah termasuk pohon ga???

mel@ said...

moga-moga kegilaan mbak suti :P... tidak merambah ke bandung... yah... tapi impossibel de... gara-gara mbak dada... membuat bandung makin tidak nyaman ditinggali, disinggahi, dan ditempati...hehehe...