Tuesday, October 31, 2006

TV pribadi

senang sekali pulang kampung. ketemu orangtua dan adik-adik, sanak kerabat dan tetangga. makan enak dan gratis ^_^ ke mana-mana ada yang nganter, bisa Ayah, Haikal, Hani, ato Fath. abis aku ga boleh bawa motor sendiri T_T

ada dua yang ga enak: ga ada TV dan kamar milik pribadi.

tentang kamar, ga terlalu masalah. pusat kegiatan di rumah kami bukan di kamar tidur. meski tiap kali tidur, aku seperti kena karma: ditendang jatuh sama si kecil Hasnia T_T

tentang TV, duh.....di Jakarta, aku tinggal di kamar kos. sendiri. hampir semua barang di dalamnya adalah milikku sendiri. yang bukan milikku hanya meja, tempat tidur, dan lemari. dan sejak bulan Juni silam, nongkronglah TV itu dengan manisnya.

sejak awal beli TV, aku sudah ber-azzam *halah* bahwa TV ini tidak untuk acara sinetron-infotainment-vidklip Radja+Ungu+Peterpan+Samsons+dangdut+lawakan ga lucu+kuis ga jelas. jadi aku cuek aja kalo tampilan RCTI super jelek. lha isinya sinetron smua. selama Ramadhan, aku jarang banget nonton TV. paling-paling menjelang sahur nonton Tafsir Al Misbah nya Quraish Shihab. satu-satunya acara Ramadhan yang layak tonton, menurutku.

jadi bayangkan tersiksanya aku saat mudik dan mendapati si kecil begitu menunggu-nunggu sinetron Hikmah 3 dan entah sinetron apa lagi sementara Hani dengan setia memutar lagu Radja-Ungu-Samsons-Peterpan di kompie ato HP. hix hix hix...sampe aku berdoa dalam hati:
Ya Allah, kalau ini hukuman karena kurangnya ibadahku selama Ramadhan, ya mbok tolong segera dicabut
kenapa ya acara Ramadhan+Idul Fitri hampir semua kaya gitu? lawakan yang ga lucu, kuis yang ga mendidik, sinetron yang basi, dan infotainment yang hanya menyuguhkan kemewahan suasana Idul Fitri di rumah artis A atau B. nyaris ga ada acara yang menegaskan esensi Ramadhan+Idul Fitri. yang ada, hura-hura. sejak kapan ada Idul Fitri dengan acara konser musik di kolam renang, dan pengunjung yang tertangkap kamera sedang asyik pelukan tanpa jelas itu muhrim atau bukan???

aku kangen siaran langsung Shalat Tarawih dan Shalat Ied dari Masjidil Haram yang pernah ditayangkan RCTI. aku pengen tahu gimana sih keseharian orang di seluruh pelosok Indonesia saat Ramadhan, ato pelosok dunia deh kalo perlu. ato minimal bikin siaran tarawih keliling dari berbagai masjid.

segitu sulitnya ya bikin acara bermutu yang ga menyertakan Ulfa Dwiyanti+Eko Patrio+pelawak ga lucu sejenis di dalamnya? sulit banget ya untuk ga menyertakan lagu Radja sebagai soundtrack sinetron? sulit banget ya bikin sesuatu tanpa berdalih "selera pasar"? memang ga bisa ya membedakan antara selera pasar dengan selera produser?

3 comments:

windx said...

mungkin, kalo suato hari ada konglomerat yang berani mensuport tv sehingga berani mendidik pasar,

baru kita punya siaran yang agak mutu sedikit.

selama motif pendirian stasiun tv masih (murni) ekonomi, ya.... mending nonton vcd/dvd.

Irma said...

Di TV KL, menjelang Idul Fitri kemaren, ada acara ttg ber-lebaran nya org2 asing yg tinggal di Malay dan org2 malay yg tinggal di luar negri. Yg di shooting ya org2 biasa, bukan dewa dewi dari khayangan :)
Bagussss... bisa melihat beragam adat dan cara menyambut lebaran. Sayangnya ga bisa nonton semua episod, keburu mudik euy....

nYam said...

@Windx: profit mulu ya....T_T

@Mbak Irma: hayu Mbak kirim usulan. lama-lama ta matiin aja tu TV kalo lagi puasa+Idul Fitri