Saturday, November 25, 2006

a-year-blogging

to celebrate a-year-blogging.

dikutip dari kompas.

Sementara itu Presiden Susilo BambangYudhoyono prihatin dan berbela sungkawa atas tewasnya para penjaga tanggul penahan luapan lumpur panas PT Lapindo Brantas Inc. Setelah mendapat laporan dari lapangan yang dipimpin Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro, Presiden mengkategorikan semburan lumpur panas itu sebagai disaster (bencana).

"Bapak Presiden menyampaikan ini (semburan lumpur panas) sudah merupakan suatu disaster (bencana). Ya, ini jadi sudah disaster, jadi negara harus mulai ikut memikirkan ini," ujar Purnomo dalam jumpa pers seusai rapat di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (23/11).

kenapa baru sekarang Pak? setelah ribuan orang kehilangan kehidupan mereka. harus mulai memikirkan? jadi selama ini mereka tidak dipikirkan? ya ya ya....sekarang aku tahu kenapa penanganan lumpur ini kalah dibanding penanganan gempa Yogya. ah sudahlah, penanganan gempa Yogya dan tsunami Aceh saja ga beres kok.

Kedua, mempercepat pembuangan lumpur ke Sungai Porong mengingat sebentar lagi musim hujan. Untuk ini perlu langkah-langkah pengamanan agar lumpur tetap jalan dan mengalir ke muara Sungai Porong.
maaf, tapi apa ga ada satu pun staf pemerintah yang nonton TV? lumpur itu nyaris tak bisa disedot. mesinnya ga kuat. mari berprasangka baik dengan menganggap bahwa pemerintah akan menyuplai sekian ribu ember sebagai gantinya. semoga lumpur itu bisa terbawa arus dan terurai tanpa menyebabkan kerusakan. ga kebayang kalau usai banjir lumpur, datang banjir bandang.
Presiden minta agar para ahli waris korban diberi santunan. Mengenai itu Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Aburizal Bakrie mengatakan, pemerintah akan memberi masing-masing ahli waris korban Rp 2 juta. "Kita harapkan juga dari Lapindo ada santunan kepada korban," ujar Aburizal sebelum sidang kabinet.

dua juta? per korban? eh di antara korban kan ada anggota TNI, ada karyawan Jasa Marga. yah maaf kalo terkesan meremehkan, tapi kok ya rendah sekali ganti ruginya? tapi tak ayal aku tersenyum geli. yang ngomong gitu kan Ical. mungkin dia kena amnesia mendadak bahwa dirinya pernah menjadi pemegang saham Lapindo. dan itu belum lagi lama berlalu.

Untuk ledakan pipa gas dan juga semburan lumpur panas, Aburizal sejak awal mengkategorikannya sebagai bencana alam yang mengharuskan pemerintah turun tangan. Karena itu, petunjuk Presiden klop dengan keyakinannya dan harapannya sejak awal.

apa harapan Anda sejak awal, Bapak Aburizal Bakrie? bahwa nilai saham Anda tidak turun? memang posisi Menteri Kesejahteraan Rakyat sangat sesuai untuk Anda, sebagai sosok rakyat yang sudah sejahtera.

ps: ditulis saat lembur. berhubung koneksi internet lenyap saat wiken, jadi set tanggal aja hihi. curang neh. kok jadi makin ga percaya pemerintah ya?

3 comments:

Has2 said...

happy birthday n congrat for your celebration. Perhaps, You are too genius for a year baby.

btw, serasa tinggal di republik HMS alias Harap Maklum Sajalah...

okke said...

pemerintah kayaknya punya sindroma 'ngomong dulu, yang penting rakyat tenang' - masa bodo soal solusi -- atau ternyata omongannya ga berisi [solusi, berisi, rhyming!]

nYam said...

@Has2: makaci makaci...genius? *blushed*.....kayanya yang bisa menang di republik ini cuma preman deh

@Mbak Okke: mereka dah ngomong tapi malah bikin ga tenang T_T